
Chapter 4
*------- ---- -----*
Sesampai di mall Ny. Itma*
"bete tau dirumah! -keluh Sindi
"makanya ikut Osis! -seru Dwi menjawab ucapan Sindi
"karate aja aku udah cape, ya kan aku ikut japres karate, kalau aku ikut Osis, ntar aku keluar karate yg artinya aku juga keluar dari sekolah tauk! -rajuk Sindi
"yaitumah DL! -ketus Ummu
"KALIAN MAU SHOPPING MAU DEBAT?! -teriak Yuan
"tuhkan dimarahin! -ketus Sindi
"ELU JUGA SIN! -ketus Yuan
"yoda iya, eh gue laper nih -ucap sindi mengalihkan pembicaraan dengan wajah memelas
"tapi kita kapan belanjanya? -tanya Ummu
"ya kita makan dulu, terus nonton bioskop, siapa tau ada film keluaran terbaru -ajak Dwi
"udah jangan ngomong aja, mau makan atau engga? -ucap Yuan sembari meninggalkan Ummu dan Dwi yg masih berdebat.
Sesampai di tempat makan*
Yuan dan temannya pun duduk, sambil mencari pelayan dan mengacungkan tangannya
"gue mau pesen ayam bakar gapake pedes, gapake nasi, pesen burger yg ukuran jumbo, minumnya soda lechi, sama jus jeruk" -ucap sindi kepada pelayan
"lu suka atau kelaparan sin? -ketus Dwi
"Aku pesen nasi goreng telor ceplok nya 1 sama minuman jus sirsak 1" -sambung Dwi
"nah aku pesen burger yg jadi fave disini, sama minumnya jus stoberi" -ucap Ummu
"aku pesen nasi goreng telor ceplok kyk Dwi, sama minumnya moca 1" -ucap Yuan
Lalu pelayan itupun izin mengundurkan diri
.
.
.
Sambil menunggu makanannya datang, Dwi menunjuk keluar pintu
__ADS_1
"eh itu bukannya kakel yg deketin lu ya yu? -ucap Dwi
"eh iya itu bener bener! Harus di kasih pelajaran tuh orang! -ketus Ummu
"apa perlu gua patahin tulang lehernya, yuan? -ucap Sindi sambil mendelik ke arah Zia
"gausah, gapapa, sekarang gua tau, dia ga serius deketin gua" -ucap Yuan santai
"gapapa yu, ntar gua kasih cogan senior 1 buat lu" -ucap Dwi penuh harap
"iya yu, ntar gua kenalin lu ke temen gua" -ucap Ummu menambahkan
"gaada niatan buat deketin gua gitu?" -ucap sindi memanyunkan mulutnya
"gaada yg mau sama lu sin, lu kan pendek. Wleee" -ucap Ummu mengejek Sindi
"gausaah, makasih, gua masih nunggu Doi" -tegas Yuan.
Tak lama makanan mereka datang, dan mereka menghabiskan makanannya tanpa berbicara.
.
.
"udah selesai nih -Dwi
"ih tunggu aku belum -Sindi
"ayo ah tinggalin Sindi -Ummu
"nih nih udah selesai -Sindi
"yaudah ayo -Yuan
Mereka ber4 pun menghabiskan waktunya bersama sama, sampai Yuan melupakan masalahnya sejenak.
"eh kita nyanyi di cafe itu yuk, kan ada Yuan hehe, nanti kita jadi bubuk ranginang disana, hahahaha -ajak Dwi
"tuh Yuan, nyanyi aja sono, kapan kapan lagi coba? Tunjukan bakatmu heiii -timpal Sindi
"oke, tapi lagu apa? -tanya Yuan
"Papinka Cinta dan Luka? -ide Ummu
"oke"
Mereka pun menuju cafe dan meminta izin untuk menyanyi
Lalu Yuan pun menaiki tangga panggung untuk bernyanyi dan telah mendapatkan izin
....
__ADS_1
Betapa hancur hatiku
Bila ku mengingat kamu
Agar tak terus merasa rindu
Rindu yang terus mengganggu
Kini cinta ku berubah
Benci kepadamu
Maafkan aku
Tak lagi menginginkan mu
Kau berikan cinta
Tapi kau juga memberi luka
Luka yang buatku
Menyatakan keinginan
Tak ingin bertahan
Tak pernah kuminta
Kau beralih mencintai dia
Kurang apa harus bagaimana
Semestinya
Agar bisa, buatmu bahagia
....
Lagu pun berakhir tepuk tangan yang meriah..
Yang mempunyai cafe pun memberikan tepuk tangan dan menghampiri Yuan
"Suara mu bagus nona -pria
"terima kasih tuan -Yuan
"bagaimana jika nona bersedia bekerja untuk menyanyi di cafe ini? Tak perlu menjawab sekarang, ini kartu nama saya, hubungi jika nona berminat ya? -tawar pria tersebut kepada Yuan
"baiklah tuan, akan segera saya kabarkan -Yuan
Lalu mereka ber4 pun pulang kerumah masing masing dengan menaiki mobil punya Yuan, dan diantar sampai ke rumah masing masing
__ADS_1
--------
jangan lupa like dan komen yaa!