
Malam harinya tepat nya jam sepuluh malam, terlihat Aby sedang berada dimeja ruang makan, pria itu terlihat sedang mengerjakan sesuatu di laptop miliknya, namun sesekali terlihat Aby memasukan sesuatu kedalam mulutnya, sepertinya pria itu sedang mengganjal perutnya yang sedikit terasa lapar dengan cemilan yang ada dimeja tersebut. Bu Andini yang baru keluar dari kamar melihat Aby yang berada didapur langsung melangkah mendekatinya.
'' Nak kamu masih kerja? bukankah ini sudah malam dan waktunya untuk istirahat?'' ucap Bu Andini, wanita paruh baya tersebut menarik kursi yang ada yang didepannya lalu mendudukinya
'' Sebentar lagi mah, ini juga sudah hampir selesai.'' jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya. Bu Andini tidak lagi bertanya, Bu Andini berdiri dan menuju dispenser untuk mengambil air minum, setelah itu ia kembali duduk di kursinya.
Aby melirik sang ibu yang terus memperhatikannya, pria itu menghela nafas panjang, setelah itu ia langsung menutup laptop miliknya. Aby tau, jika ibunya itu tidak akan beranjak, sebelum dirinya menyudahi pekerjaannya.
'' Ada apa mah? apa ada sesuatu yang ingin mama tanyakan aby?'' ucap nya
'' Sebenarnya mama tidak ingin ikut campur urusan rumah tangga kalian, tapi mama hanya ingin tahu, bagai mana Killa? apa dia mau mendengar penjelasanmu nak? mama takut dia salah faham, dan mengambil keputusan yang salah, walaupun mama belum lama jadi ibu mertuanya, tapi mama sudah sayang sama istri kamu nak.'' ucap Bu Andini jujur. Terlihat Aby hanya diam belum mau menanggapi ucapan sang ibu, entah apa yang dipikirkan pria itu sekarang, yang jelas Bu Andini merasa jika masalah diantara anak dan menantunya itu masih belum selesai saat ini.
'' Mah, mama tenang saja, Aby akan secepatnya menyelesaikan masalah diantara kami, jadi Aby berharap mama jangan terlalu memikirkannya, ingat penyakit mama.'' ucap Aby, yang sebenarnya Bu Andini memang memiliki riwayat sakit jantung, bahkan Killa juga tidak mengetahuinya.
'' Nak mama hanya berharap kamu sedikit bersabar dalam menghadapi sikap istri kamu, mama yakin, cepat atau lambat pasti dia bisa menerima kamu sebagai suaminya.'' ucap Bu Andini, Aby hanya tersenyum hambar menaggapi ucapan sang ibu, sebenarnya Bu Andini bukannya tidak tau tentang masalah rumah tangga Aby dan Killa, sebab Bu Andini secara tidak sengaja sempat mendengar pertengkaran putra dan menantunya itu, bahkan Bu Andini juga mendengar saat Killa mengatakan jika dirinya ingin berpisah dari sang suami, sebenarnya kamar pasangan tersebut kedap suara, hanya saja saat itu pintu kamar tersebut tidak tertutup dengan rapat, sehingga apa yang terjadi didalamnya, dapat terdengar dengan jelas oleh Bu Andini. Sebenarnya bukan Andini tidak kasihan dengan putranya, yang harus menikah dengan wanita yang tidak mencintai dirinya, namun mau bagai mana lagi. Andini hanya ingin mengabulkan permintaan terakhir dari almarhum suaminya yang ingin menikahkan putra mereka dengan anak sahabat nya Rizal.
'' Maafkan mama nak, tapi mama yakin suatu saat kamu dan Killa akan saling mencintai dan menerima pernikahan ini.''
Batin Bu Andini
__ADS_1
***
Tepat pukul sebelas malam Aby kembali masuk kedalam kamarnya dan Killa, saat Aby masuk, ia melihat Killa sudah tertidur dengan pulas nya. Aby menutup pintu perlahan, setelah itu ia langsung menuju kamar mandi untuk menuntaskan hajatnya. Beberapa saat kemudian pria itu kembali kekamar, lalu melangkah menuju tempat tidur, sejenak Aby menatap wajah sang istri, setelah itu ia lalu mengambil bantal dan membawanya menuju sofa dimana setiap malamnya Aby selalu menghabiskan malam disana.
Tepat jam satu malam Killa terbangun dari tidurnya karna merasa ingin buang air kecil, wanita itu turun dari tempat tidur, namun saat hendak melangkah menuju kamar mandi, tak sengaja matanya melihat sosok suaminya yang saat itu tertidur diatas sofa, namun karna saat itu Killa tak bisa menahan sesak dibagian intinya akhirnya wanita itu langsung menuju kamar mandi.
Beberapa saat kemudian
'' Aahh, akhirnya lega.'' gumamnya sambil menaikan kembali celana tidur yang ia gunakan, setelah itu langsung mencuci tangannya.
Killa membuka pintu kamar mandi, dan menutupnya kembali, wanita itu kembali melirik kearah sofa dimana saat itu suaminya tertidur. Killa melihat selimut yang dikenakan Aby terjatuh dilantai, membuat pria itu tidur tanpa selimut, awalnya Killa tidak perduli, dan ia kembali melangkahkan kakinya menuju tempat tidur, namun tiba-tiba ia kembali melangkah menuju sofa dimana suaminya itu berada, lalu mengambil selimut diatas lantai dan bermaksud untuk memakaikannya pada tubuh Aby.
'' Apa dia suami culunku?'' gumam Killa sambil mendekat kearah wajah Aby, walaupun cahaya dikamar itu tidak terlalu terang, dan hanya diterangi oleh lampu tidur, namun Killa bisa melihat dengan jelas wajah Aby saat ini. wanita itu terus memandangi wajah suaminya, menelisik permukaan wajah pria tersebut, wajah tanpa kaca mata tebal, yang selalu bertengger di hidungnya, untuk menutupi ketampanannya, wajah tampan dengan rahang yang tegas, bibir merah, dengan alis tebal, dan jangan lupakan bulu mata lentik nya, membuat Killa terpesona melihatnya. bahkan saat ini dirinya lupa jika beberapa jam yang lalu ia mengatakan sangat membenci pria yang ada didepannya saat ini, dan sekarang tanpa tahu malunya wanita itu terus memandangi wajah pria yang baru saja dihinanya.
''Jadi seperti ini tampang dibalik kaca mata tebal yang selalu dipakai nya
Batin Killa sambil tersenyum sinis
Setelah itu Killa pun langsung bergegas melangkah kembali ketempat tidurnya
__ADS_1
KEESOKAN HARINYA
Pagi ini terlihat Bu Andini sedang memasak bersama bik Darmi, saat menata makanan pandangannya beralih pada sosok wanita cantik yang baru saja menuruni anak tangga.
'' Nak sini sarapan bersama.'' ucap Bu Andini, yang hanya dijawab dengan anggukan kepala oleh Killa
'' Mama masak apa?'' ucap Killa
'' Ayam kecap, jamur Krispy dan sayur capcay.'' jelas Bu Andini.'' Kamu suka kan?'' sambung nya
'' Iya aku suka mah.'' jawabnya sambil tersenyum tipis
'' Ini juga makanan kesukaan Aby.'' ucap Bu Andini sambil tersenyum, Killa yang mendengar hanya menanggapi dengan senyum tipis.
Killa memperhatikan seluruh ruangan yang dapat terjangkau oleh matanya, seolah sedang mencari seseorang.
'' Nak apa kau sedang mencari suamimu?'' tanya Bu Andini, Killa yang merasa ke'gep oleh sang ibu mertua hanya bisa tersenyum canggung.
'' Tadi pagi-pagi sekali dia pamit sama mama, katanya mau joging.'' jelas Bu Andini, membuat Killa yang mendengar hanya memgangguk-anggukan kepalanya. Namun baru saja mereka membicarakan pria itu, tak lama sosok yang mereka bicarakan pun muncul.
__ADS_1
Next