
Hai-hai readers jangan lupa selalu dukung karyaku ya, dengan cara like and komen disetiap bab nya, otor akan selalu berterimakasih jika kalian selalu mendukung karya otor yang receh ini
HAPPY READING
✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓✓
Feli masih menatap tangannya yang dipegang oleh Vino, sepertinya pria itu tak berniat untuk melepas kepergian Feli bersama pria lain.
'' Ada apa ini?'' ucap seseorang yang tenyata adalah rekan Feli yang bernama Fahri
'' Ini bukan urusan anda, saya hanya ingin membawa kekasih saya untuk pulang bersama saya.'' ucap Vino dengan pandangan yang masih tertuju pada Feli
( A-apa dia bilang barusan, kekasih? apa maksud kak Vino aku? )
Batin Feli lemot
'' Nona Feli, benarkan yang dia katakan?'' ucap Fahri
'' I-tu....,,''
'' Tentu saja benar, iya kan sayang?'' ucap Vino dengan tatapan tajam kearah gadis yang tangannya ada dalam genggaman Vino, ia sengaja memotong ucapan Feli agar gadis itu tidak bisa menyangkal nya
'' I-iya.'' jawabnya pasrah, gadis itu menundukan pandangannya merasa tak enak hati dengan Fahri, sebab ia yang memaksa ingin ikut tadi.
'' Oh baiklah, kamu pergi saja bersamanya, saya tidak ingin karna saya kamu berkelahi dengan kekasihmu.'' ucap Fahri
'' Sekali lagi saya minta maaf mas Fahri.'' ucap Feli
'' Hem, tidak masalah.'' ucapnya lalu kembali masuk kedalam mobilnya.
'' Sebaiknya kita juga masuk ke mobil.'' ajak Vino
'' Maksud kak Vino apa sih? kenapa tadi bilang sama dia kalau aku ini kekasih kamu?'' ucap nya kesal
'' Loh emangnya kenapa? lagian kalau aku gk bilang gitu pasti dia terus ikut campur, dan aku gk mau itu terjadi.'' jelas Vino
'' Ya tapi tetap saja kak, kita ini kan gk ada hubungan apapun, kak Vino gk bisa dong seenaknya bicara seperti itu.'' protes Feli
'' Oh jadi kamu mau status yang jelas? yasudah kalau gitu kita jadian sekarang.'' ucap Vino dengan gampangnya, membuat Feli hanya bisa ternganga mendengar nya.
( Astaga nih cowok nembak atau apa sih? kok bicaranya gampang banget ya, gk tau apa kalau jantungku ini rasanya mau lompat dari tempatnya )
Batin Feli
'' Kenapa diam? kamu gk mau jadi pacar ku?'' ucap Vino
'' Ih apaan sih kak? lagian ya, kak Vino itu bukannya sudah punya pacar? mau dikemanain pacarnya.'' ucap Feli
__ADS_1
'' Siapa yang punya pacar?''
'' Itu tadi dicafe bukannya pacarnya kak Vino?''
'' Astaga yang tadi itu? dia itu hanya teman, aku gk punya pacar saat ini, makanya aku mau kamu yang jadi pacar aku, gimana kamu mau kan?'' ucap pria itu lagi
Feli yang mendengar ucapan Vino merasa salah tingkah, didalam hatinya Feli merasa sangat senang, hatinya seakan dipenuhi oleh bunga-bunga yang bermekaran.
'' Kak Vino gimana sih, masa nembak cewek diparkiran, gk ada mesra-mesranya sama sekali, udah ah aku mau pulang saja.'' ucap Feli sambil melangkah kan kakinya meninggalkan Vino
'' Maksud kamu kamu akan terima aku jika aku mengajakmu diner romantis?'' tanya Vino sambil mengikuti langkah Feli.'' Yasudah ayo aku antar kamu pulang, nanti malam aku akan jemput kamu.'' sambung nya lagi, membuat langkah Feli terhenti seketika
Gadis itu menatap Vino dengan tatapan seolah tak percaya.'' Kenapa bengong? ayo pulang!" ajaknya sambil menarik tangan Feli.
Sementara itu ditempat lain, terlihat Killa sedang tertidur dengan pulas, wanita itu terlihat sangat kelelahan, bagai mana tidak, baru beberapa saat yang lalu Aby suaminya tengah menggempurnya habis-habisan, mahkota yang selama ini Killa jaga, akhirnya ia serahkan pada Aby suaminya, Killa sempat syok saat tau jika suami yang sering ia remehkan itu sangat lah perkasa, bahkan tak memberinya ampun saat berada diatas ranjang, hingga akhirnya membuatnya tak berdaya. Sedangkan Aby sendiri terlihat sedang berada diruangannya, bersama dengan Salsa.
'' Jadi gimana By tentang modelnya, bisa diandalkan?'' ucap gadis itu.
'' Kamu datang hanya ingin mempertanyakan tentang itu saja?'' ucap Aby dengan alis yang terangkat. Mendengar ucapan Aby salsa terkekeh pelan
'' Apa kamu sangat sibuk? sepertinya kamu sedang tidak ingin diganggu.'' ucap wanita itu dengan kekehan yang masih belum berhenti.
'' Saya ha---,,'' belum lagi Aby sempat menyelesaikan kalimat nya, tiba-tiba terdengar suara Killa yang memanggil namanya, membuat dua pasang mata langsung mengalihkan pandangan mereka
'' Mas aku mau man--,,'' ucapan Killa terputus saat melihat jika diruangan itu bukan hanya ada suaminya saja, tetapi juga seorang wanita yang sangat ia kenal.
Salsa memperhatikan penampilan Killa dari atas sampai bawah, membuat Killa merasa sangat malu. bagai mana tidak, saat ini wanita itu hanya memakai selimut tebal yang menutupi tubuh telanjangnya, bahkan rambutnya terlihat masih acak-acakan, tak hanya itu, Salsa juga melihat beberapa tanda merah yang ada dileher Killa.
Batin nya sambil melirik kearah pria yang ada dihadapannya. Sedangkan Killa sendiri langsung membungkus seluruh tubuhnya dengan selimut, saat menyadari tatapan intens teman suaminya itu.
'' Maaf kalau aku mengganggu kalian, kalau begitu aku masuk dulu.'' ucap Killa yang hendak masuk kembali kekamar, namun suara Aby langsung menghentikan langkahnya.
'' Sayang tunggulah sebentar.'' ucap Aby membuat Killa yang mendengar langsung tersenyum malu, karna panggilan sayang yang Aby sematkan untuknya, sementara Salsa hanya tersenyum hambar, sebentar nya wanita itu sejak lama menyukai Aby, hanya saja ia tau jika Aby tak pernah menganggapnya, maka dari itu Salsa hanya bisa memendam perasaannya dalam hati, sebab ia juga tak ingin Aby menjauhinya saat tau dirinya memiliki perasaan pada pria itu.
'' Salsa maaf sepertinya saya harus menemani istri saja didalam, tidak apa kan?'' ucap Aby tanpa merasa bersalah, sedangkan Killa jangan ditanya, wanita itu merasa malu dengan kalimat suaminya yang menyiratkan makna lain didalamnya.
'' Ah iya, tentu saja, aku akan keluar sekarang.'' ucap Salsa yang langsung mengambil tas miliknya yang sebelumnya ia letakan diatas meja kerja Aby, setelah itu ia langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut.
'' Mas kenapa kamu mengisir mba Salsa? aku merasa jadi tidak enak.'' ucap Killa, Aby tersenyum lalu melangkah mendekati istrinya
'' Bagi saya saat ini, yang terpenting adalah istri saya, lagi pula dia pasti maklum kok, sekarang katakan kamu mau apa hem?'' ucap Aby sambil memperhatikan istrinya yang masih terbungkus selimut.
'' Aku mau mandi, tapi itu showernya kok air panasnya gk ada mas?''
'' Oh iya, itu memang sedang rusak, gimana kalau saya suruh OB untuk bawakan air panas? tunggu sebentar biar saya hubungi dulu.'' ucap aby yang ingin melangkah menuju meja kerjanya
'' Eh mas gk usah deh biar aku mandi air dingin saja.'' ucap Killa
__ADS_1
'' Kamu yakin? yasudah sini biar aku bantu kamu mandi.'' ucap Aby yang langsung masuk kedalam kamar mendahului istrinya
'' Mas gk usah, aku bisa mandi sendiri kok.''
'' Tapi mas memaksa.'' ucap Aby
Kini keduanya berada didalam kamar mandi, Killa terus menundukan wajahnya, merasa malu dengan suaminya yang sejak tadi terus menatap kearahnya.
'' Kenapa nunduk sih? memangnya dibawah lantai lebih istimewa ya dari pada suamimu ini?.'' ucap Aby, membuat Killa langsung menatap kearahnya dengan pandangan malu-malu
'' Habisnya mas lihatin aku mulu sih, kan akunya malu.''
'' Kenapa malu? kan saya sudah melihat semua ini sebelumnya, bahkan saya sudah merasakannya.' ucap Aby membuat wajah Killa merah bak kepiting rebus
'' Mas ih,''
'' Yasudah sekarang buka dong selimutnya biar mas bisa mandiin kamu.'' ucapnya, yang kini mengganti kata saya yang biasa ia gunakan.
***
Dua bulan berlalu, kehidupan rumah tangga Aby dan Killa semangkin harmonis, keduanya juga sudah saling mengungkapkan perasaan satu sama lain, apa lagi saat ini Killa sedang mengandung, dan usia kandungannya baru menginjak lima minggu. Saat ini keluarga besar mereka sedang berkumpul dirumah kedua orangtua Syakilla.
'' Sayang mama senang sekali akhirnya sebentar lagi kamu akan memberikan kami cucu, benarkan Bu Andini?'' ucap Bu Rani pada besannya
'' Iya benar Rani, mama senang akhirnya kalian bisa saling mencintai, Killa kamu harus jaga kesehatan dengan baik ya?'' ucapnya pada sang menantu
'' Mama tenang saja, Aby yang akan selalu menjaga istri Aby.'' sambung Abymana membuat semua yang ada disana tersenyum senang.
'' Oya nak dimana Vino dan Feli? tadi kamu bilang mereka mau datang?'' ucap Bu Andini
'' Tadi sih kata Feli mereka masih dijalan mah.'' jawab Killa
'' Kami sudah ada disini.'' terdengar suara seorang wanita, membuat semua orang mengalihkan pandangannya kearah sumber suara tersebut
'' Nah tuh dia orangnya, baru saja dibicarakan.'' ucap Bu Rani, sambil melihat Feli melangkah kearah mereka bersama dengan Vino.
'' Kalian dari mana saja? lama sekali sampainya?'' ucap Killa
'' Kami dari cari cincin, untuk lamaran.'' ucap Feli sambil tersenyum
'' Wah jadi kalian akan segera bertunangan? Tante sangat bahagia mendengarnya,'' ucap Bu Andini
'' Apa kalian sudah memberitahukan pada kedua orangtuamu Feli?' sambung Bu Rani
'' Iya sudah tante.'' jawab Feli. Setelah memutuskan menjalin hubungan, Vino ingin langsung mengikat kekasihnya itu, ia ingin segera menyusul sahabat nya Aby. Sedangkan ditempat lain terlihat seorang wanita yang sedang duduk disebuah cafe, sepertinya wanita itu sedang menunggu seseorang.
'' Maaf telah membuatmu menunggu lama '' ucap suara seorang pria, dan dia adalah Boby sang fotografer
__ADS_1
'' Tidak apa-apa kok, kebetulan aku juga baru sampai.'' ucap wanita tersebut yang tenyata adalah Salsa, semenjak ia melihat kebahagiaan Aby dan Killa, Salsa juga memutuskan untuk membuka hatinya pada pria lain, dan sepertinya Salsa sudah menjatuhkan pilihannya pada Boby.
The and