
Feli masih menunggu jawaban dari sahabat nya tersebut, yang masih belum dijawab.'' Sya, jawab dong! apa menurut loe cowok yang berkaca mata itu tampan?'' tanya Feli sekali lagi
'' Ya tampan.'' jawab nya dengan tatapan yang tertuju pada pria tersebut.
Aby bukannya tidak tau jika sejak tadi Kila terus memperhatikannya, pria itu sengaja berpenampilan seperti itu, karna ingin melihat reaksi istrinya, sebenarnya Aby sedikit kurang nyaman melakukannya, karna penampilannya saat ini bukan lah style nya, tapi Aby tidak ingin istrinya itu terus menghinanya karna hanya penampilan nya yang cupu.
Feli terkekeh geli saat mendengar jawaban sahabatnya itu.'' Ternyata loe sama aja sama gue Sya, pantang lihat cowok cakep langsung aja dipuji.'' ejek nya pada Killa
'' Lah, kan loe yang tanya, lagian gue hanya bilang kalau cowok berkaca mata itu tampan, itu aja.'' ucapnya
'' Berarti laki loe tampan juga dong.'' ucap Feli sambil menarik turunkan alisnya
'' Dia tampan?? dari mananya tampan? cabul iya.'' ucapnya pelan diakhir kalimat.
'' Apa loe bilang tadi? gue gk dengar.'' tanya Feli
'' Gk, gue gk bilang apa-apa kok.'' jawab Killa langsung, untuk saja sepupunya itu tidak dengar, jika sampai dengar mungkin Killa akan terus digoda oleh sepupunya tersebut.
Tiba-tiba saja Killa teringat kembali saat Aby mencium nya dengan paksa, itu membuat bulu kuduknya meremang, Killa tak habis pikir jika suaminya itu ternyata bisa seagresif itu.
***
__ADS_1
Setelah selesai mengisi perut, keduanya memilih untuk berbelanja pakaian, sfbrlum.pergi ia sempat melirik kearah Aby yang saat itu kebetulan juga melihat kearahnya, setelah itu Killa langsung meninggalkan tempat tersebut.'' Sya sini deh!" ajak Feli sambil menarik tangan sahabat sekaligus sepupunya itu masuk kedalam sebuah toko pakaian dal*am.
'' Fel loe mau beli pakaian dala*m?'' tanya Killa, sambil mengikuti langkah Feli
'' Bukan gue, tapi loe.'' jawabnya sambil melihat-lihat pakaian dalam tersebut.
'' Buat gue? ngapain? gue udah banyak pakaian da*lam Fel, bahkan ada yang belum gue gunakan.'' jawabnya yang masih belum ngeh maksud dari sahabatnya itu.
'' Is loe ini gimana sih, loe kan udah punya suami, jadi sudah seharusnya pakaian dalam loe itu yang seperti ini.'' ucap Feli sambil mengambil satu set lingerie beserta bawahannya yang berbentuk segitiga.
'' Astaga Feli, loe gila ya? pekiknya saat melihat model pakaian yang diperlihatkan oleh sahabatnya itu.
'' Iihh dasar otak loe mesum banget sih, pokoknya gue gk mau ya Fel, beli yang kayak gituan, ogah gue, lagian siap juga yang mau menyerahkan diri gue sama tuh orang?'' ucapnya. sambil bergidik ngeri saat membayangkan Aby akan menjamah tubuhnya jika ia menggunakan pakaian seperti itu
'' Loe itu payah banget sih, padahal gue yakin kalau sudah merasakannya, loe pasti ketagihan.'' ucap Feli membuat killa langsumg mendelik pada sepupunya itu
'' Jangan sok tau, kayak sudah pernah merasakannya aja.'' ucap Killa mencibir
'' Hehe, iya sih, udah deh kalau loe gk mau pakai yang jaring-jaring seperti ini, atau gk yang ini aja.'' ucapnya sambil mengambil beberapa gaun malam yang sama modelnya, hanya berbeda warna.
'' Ini?? ih gue gk mau Fel, apa bedanya yang ini sama yang tadi coba? ini hanya beda nya gk jaring bahannya, tapi coba lihat tuh dada nya, rendah banget Fel, loe gila ya nyuruh gue pakai baju ini didepan Aby?'' cerocosnya, membuat Feli ingin sekali rasanya menyumpal mulut sahabatnya itu dengan lingerie yang ada ditangannya.
__ADS_1
'' Yang nyuruh buat loe pakai sekarang siapa oneng? ini simpan aja dulu, buat jaga-jaga.'' ucap Feli
'' Jaga-jaga? maksud loe?''
'' Udah loe gk perlu ngerti sekarang, nanti juga diwaktu yang darurat loe juga ngerti maksud gue, udah yuk kita bayar ini, maksud gue loe yang bayar.'' ucapnya sambil terkekeh, sedangkan Killa hanya mendengus melihat kelakukan sepupunya itu. Killa merogoh sebuah kartu ATM dari dalam tasnya, ia menatap ATM yang diberikan oleh Aby, namun tiba-tiba ia menukarnya dengan miliknya untuk pembayaran gaun malam tersebut.
Saat mereka melewati salah satu toko pakaian cowok, tak sengaja Killa melihat pria yang tadi ia lihat saat di restoran, namun kali ini ia bersama seorang wanita, melihat itu seketika langkah Killa berhenti, membuat Feli yang sejak tadi terus berbicara tak sadar jika Killa tak lagi ada disebelahnya.
( Dia kan pria yang tadi, apa itu kekasihnya? tapi sepertinya itu karyawan toko ini deh, tapi kok sepertinya mereka mesra sekali, apa jangan-jangan pelayan toko itu kekasihnya? )
Batin nya
'' Astaga nih anak benar-benar ya, Syakilla loe ngapain sih matung disana?'' ucap Feli, namun Killa sama sekali tak mendengarkan ucapan gadis itu.
'' Syakilla!" teriak Feli sekali lagi, membuat Killa langsung tersadar, lalu menoleh kearah nya
'' Ayo, loe mau ngapain berdiri didepan toko pakaian cowok? apa loe mau beliin baju buat Aby?'' goda Feli yang langsung dijawab dengan delikan mata.
Sedangkan didalam toko, Aby terlihat risih dengan pelayan yang terus mencoba memakaikan pakaian untuknya.'' Maaf mba biar saya pakai sendiri.'' ucap Aby yang langsung mengambil alih pekerjaan pelayan tersebut yang berusaha mengancing kemeja miliknya. Seperti yang kalian tau, saat ini Aby terlihat sangat berbeda, dari yang biasa cupu, kini terlihat sangat keren, walaupun masih ada kaca mata yang bertengger di hidungnya, namun kaca mata yang ia gunakan sekarang adalah kaca mata passion, sungguh pria itu terlihat sangat gagah dan berkarisma, bahkan istrinya saja tidak dapat mengenalinya.
Next
__ADS_1