
Tangan Aby terlepas saat mendengar ucapan dari mulut Killa yang lagi-lagi menghina dirinya
( Baiklah, kali ini tidak akan aku ampuni, walau pun kamu menangis memintaku untuk berhenti aku tidak akan mendengarkannya.)
Batin Aby yang langsung menarik tangan Killa saat gadis itu ingin pergi dari hadapannya, dengan cepat Aby pun langsung mencium bibir istrinya, melu*mat dengan rakus bibir yang mulai membuatnya candu.
'' Mmpppffff,, Killa memberontak sambil memukul dada bidang suaminya, namun dengan cepat Aby memegangi kedua tangan nya, dan menyimpannya dibelakang tubuh Killa. Aby menggigit pelan bibir Killa, membuat gadis itu replek membuka mulutnya, Aby pun tak menyia-nyiakan kesempatan, dengan cepat ia langsung menyusupkan lid*ahnya kedalam rongga mulut istrinya, mengabsen setiap inci yang ada didalam sana, lalu membelikan lidahnya pada lidah istrinya tersebut.
Aby menggiring tubuh Killa dengan ciu*man yang masih menyatu, Killa yang awalnya memberontak akhirnya pasrah, dan membiarkan tubuhnya dikuasai oleh suaminya. Perlahan Aby membaringkan tubuh Killa diatas kasur, ia memundurkan wajahnya untuk melihat ekspresi wajah Killa yang nampak sudah memerah, entah karna marah atau apa, yang jelas Aby tidak perduli, yang ada dalam pikiran pria itu hanya ingin memberi pelajaran pada istrinya tersebut
Killa mencoba bangkit, namun tangan Aby lebih kuat dari nya hingga ia tak bisa berkutik, bahkan kini kedua tangan Killa berada diatas kepala gadis itu sendiri, hingga membuat nya tak bisa begerak, atau pun memberontak
'' Kamu hanya perlu diam, dan nikmati permainanku.'' ucap Aby yang kembali menyerang bibir Killa, bahkan tangan pria itu mulai mer*aba bagian depan sang istri, membuat gadis itu merasakan sesuatu yang tak biasa dalam dirinya.
Ciu*man Aby mulai merayap turun kebagian leher jenjang Killa, mengecup setiap inci kulit leher tersebut, membuat gadis itu merasakan gelenyar aneh, hingga tanpa sadar, suara lenguhan keluar dari mulutnya, apa lagi saat kecupan itu mulai turun diarea dada, membuat Killa merasa panas dingin, Killa yang tadinya ingin memberontak, kini mulai melemah, dan pasrah, apa lagi saat ia merasa remasan tangan Aby di dadanya, membuat Kila merasa kan kenikmatan tersendiri.
Apa seperti ini rasanya bercinta? kenapa aku sangat menikmati setiap kecupan bibirnya ditubuhku, dan aku menginginkan sesuatu yang lebih dari ini
Batinnya tanpa tau malu, Killa menutup matanya karna merasa malu, ia tak ingin Aby menyadari jika dirinya sangat menikmati perlakuan suaminya itu pada dirinya.
'' Gimana enak?'' tanya Aby, membuat Killa langsung membuka matanya, dengan cepat ia pun langsung mendorong tubuh Aby sedikit menjauh darinya, dengan rasa malu yang luar biasa, Killa langsung bangkit dan melangkah meninggalkan Aby tanpa bicara apapun, membuat pria itu tersenyum getir, Killa mengambil pakaian miliknya lalu membawanya kekamar mandi, dan menggunakannya disana.
Killa memegangi gantungnya yang berdegup kencang.'' Bego banget sih gue, kenapa juga gue menikmati nya, kalau begini kan dia bakalan mikir kalau aku wanita murahan, dasar bodoh-bodoh.'' gumamnya sambil memukul pelan kepalanya.
***
'' Mas Aby aku akan kerumah Feli bersama mama.'' jelasnya, Killa mencoba bersikap biasa, seolah tidak terjadi apapun diantara mereka beberapa waktu yang lalu, setelah mengatakan itu ia langsung melangkah menuju pintu kamar.
'' Tunggu sebentar dibawah, saya akan mengantar kalian.'' ucap Aby yang langsung melangkah menuju kamar mandi. setelah suami masuk kekamar mandi, Killa langsung menuju meja rias, untuk merias tipis wajahnya agar tidak terlihat pucat, tak lupa Killa memoles sedikit lipstik dibibirnya, setelah selesai ia pun langsung turun kelantai dasar.
Kila menuruni anak tangga, dan melihat Bu Andini sedang duduk diruang tv.'' Mah sapa nya saat sudah berada dihadapan sang ibu mertua
__ADS_1
'' Jadi pergi nya?'' tanya Bu Andini setelah melihat penampilan menantu ya yang sudah rapi.
'' Jadi, mama jadi ikut?'' tanya gadis itu
'' Maaf ya sayang sepertinya mama gk bisa, soalnya mama baru ingat, kalau sebentar lagi teman mama mau datang, ada hal penting yang mau dibahas, gk apa-apa kan?'' ucap Bu Andini merasa tidak enak
'' Iya mah gk apa-apa, lagian kan mama sudah pernah jenguk Feli saat dirumah sakit kemarin.'' ucapnya lalu melangkah menuju sofa dan mendudukinya
'' Loh kamu bukannya mau pergi?'' tanya Andini bingung saat melihat menantunya itu duduk santai disampingnya
'' Lagi nungguin mas Aby, katanya dia yang mau antrin.'' jawab Killa
'' Oh''
***
Saat ini keduanya sedang dalam perjalanan menuju kediaman Feli, sejak tadi keduanya hanya diam tanpa ada yang ingin membuka suara terlebih dahulu, apa lagi Killa, rasanya ia masih malu dengan kejadian beberapa saat yang lalu. sebenarnya Killa merasa sangat tidak nyaman berada dalam situasi seperti ini, mereka terlihat seperti dua orang asing yang tidak saling mengenal, atau bisa dikatakan seperti penumpang dan supir taksi yang hanya melakukan pembicaraan saat perlu saja. Killa melirik kearah suaminya yang saat itu terlihat fokus dengan jalan yang ada didepannya saat ini, membuat Killa menghela nafas pelan, Aby yang menyadari itu langsung menoleh kearah sang istri.
'' Hah? tidak ada apa-apa.'' jawabnya singkat, setelah itu tak ada pembicaraan lagi diantara mereka.
Kini mobil mereka sudah berada dihalaman kediaman orang tua Feli, saat mereka sampai terlihat Lia dan suaminya sedang berada diteras rumah.
'' Tante, om,'' sapa Killa sambil salim pada sepasang suami istri tersebut, disusul oleh Aby dibelakangnya
'' Kalian mau datang kok gk bilang Tante dan om dulu sih?'' ucap Lia
'' Hehe,, mendadak sih tante, Oya gimana keadaan Feli tan?'' tanya Killa
'' Sudah lebih baik, yasudah masuk yuk, nak Aby.'' ajak mereka yang diangguki oleh keduanya.
Sementara Killa menuju kamar Feli, Aby lebih memilih untuk bergabung bersama kedua orangtua Feli.
__ADS_1
DIKAMAR FELI
Tok-tok-tok
'' Masuk"
Ceklek, terdengar suara pintu terbuka, membuat Feli yang saat itu sedang menonton tv, langsung mengalihkan pandangannya.
'' Hai, gimana kabar loe?'' ucap Killa sambil menutup kembali pintu kamar tersebut.
'' Alhamdulillah, sudah lebih baik, loe sendiri kesini?''
'' Sama di cupu.'' jawabnya asal, membuat Feli hanya bisa menggelengkan kepalanya karna ucapan sepupunya tersebut.
'' Dia itu udah gk cupu kali Sya, emang nya mata loe yang besar itu gk bisa lihat apa, sebegitu tampannya suami yang loe bilang cupu itu.'' ucap Feli
'' Tau ah, udah deh sebaiknya gk usah bahas dia,'' ucap Killa dengan nada kesal
'' Jadi mau bahas siapa? Raka?'' sambung Feli membuat Killa menaikan alisnya sebelah
'' Kok jadi Raka sih?'' tanya Kila dengan nada sinis, masih terlihat jelas raut wajah marah dan kesal diwajah Killa saat dirinya menyebutkan nama Raka
'' Tapi gue ketemu dia kemarin loh Sya.'' ucap Feli serius, membuat Killa langsung menatap kearah gadis tersebut
'' Dimana?'' tanya Killa walaupun dihatinya masih sangat marah pada pria itu, namun rasa penasaran Kila lebih kuat, ia ingin tahu kenapa saat itu Raka tidak datang dihari pernikahan mereka.
'' Disupermarket, yang ada dipersimpangan tak jauh dari rumah gue, saat gue belanja gue lihat dia disana, sayang gue gk bisa kejar dia karna kehilangan jejak. Mendengar ucapan Feli membuat Killa terdiam sejenak, entah apa yang dipikirkan nya saat ini Feli pun tak tahu, namun yang jelas raut wajah gadis itu berubah menjadi murung setelah mendengar nama Raka
Kan dia sedih, kayaknya gue salah bicara deh
Batin Feli
__ADS_1
Next