
Killa dan Aby melangkah menuju ruangan dimana saat ini Feli dirawat, hingga tak jauh dari pandangan keduanya, terlihat Maya dan kedua orang tua Feli, yang baru saja masuk kedalam ruangan dimana saat ini Feli dirawat. disana Killa juga melihat seorang pria yang tak asing baginya.
'' Mah.'' panggil Killa, membuat semuanya langsung menoleh kearah Killa dan Aby
'' Bagai mana keadaan Feli? dimana dia?'' ucap nya dengan nada yang masih terdengar khawatir
'' Sabar sayang Feli tidak apa-apa kok hanya, dokter mengatakan kepalanya hanya cidera saja, tidak ada lukanya yang serius.'' ucap Maya membuat Killa akhirnya bisa bernafas lega
'' Boleh aku melihat nya?'' tanya Killa
'' Jangan dulu, biarkan Tante dan om dulu yang melihat nya ya? nanti baru kita.'' jawab Maya, yang diangguki oleh Killa
Sedangkan Aby sendiri terlihat sedang berbicara dengan Vino, tentang bagai mana kejadian yang sebenarnya.
'' Mah kok Vino bisa ada disini?'' ucap Killa
'' Tadi dia yang bawa Feli kerumah sakit, dia bilang Feli membanting stir saat ingin menabrak mobil nya, hingga akhirnya ia menabrak pohon.'' jelas Maya
'' Benarkah seperti itu kejadiannya?'' tanya Killa, sambil menatap kearah Vino
'' Apa kau meragukanku?'' ucap Vino saat tatapan curiga Killa tertuju padanya
'' Maaf bukan begitu maksud ku, aku hanya--,
'' Sayang, jangan begitu, kalau tidak ada Vino mungkin Feli tidak akan ada yang menolong ditempat sepi itu, jadi kamu tidak boleh menyalahkan siapun, ini adalah kecelakaan.'' ucap Maya, dan Killa mengangguk faham.
'' Maaf Vino aku tidak bermaksud.'' ucap Killa
'' Iya tidak apa- apa, aku tau kamu hanya syok saja dengan apa yang tejadi pada temanmu.''
__ADS_1
'' Feli, namanya Feli, dan dia sepupuku.'' ralat Killa, yang hanya diangguki oleh vino
'' Mas Aby terimakasih karna sudah mengantarkan ku, dan jika mas masih ada keperluan lain mas bisa pulang.'' ucap Killa
'' Sayang kamu ini apa-apaan sih? kok malah ngusir suamimu.'' ucap Rani memprotes anaknya
'' Ya bukan gitu mah maksudnya, tadi kan mas Aby Memang ada keperluan sebelum aku minta anterin kesini.'' jelasnya
'' Sebenarnya tadi saya juga mau kerumah sakit, dan kebetulan tujuan kita sama.'' potong Aby cepat
'' Maksudnya?'' tanya Killa
'' Saya tadinya ingin menemui Vino, karna dia bilang dia sedang berada dirumah sakit karna menolong orang yang habis kecelakaan dijalan, dan dia meminta saya untuk datang.'' jelas aby
'' Kebetulan yang tak diduga.'' gumam Killa
***
'' Astaga lupa bawa baju ganti lagi, yasudahlah pakaian dikamar aja, toh di culun juga belum pulang.'' gumamnya yang langsung keluar kamar mandi hanya dengan memakai handuk. Kila melangkah menuju lemari dan mengambil pakaian miliknya, mungkin karna kebiasaannya sat dikamar mandi Killa langsung membuka seluruh handuknya hingga kini penampilannya tanpa sehelai benang, alias toples, dan dengan santai ia mengambil dala*man yang berbentuk segitiga lalu memakainya, setelah itu ia mengambil pembungkus gunung kembar nya, dengan warna senada lalu memakainya, namun saat hendak memasang pengait dibagian belakang nya, gadis itu sedikit kesulitan.
'' Duuh kenapa susah banget sih.'' gerutu nya sambil terus mencoba mengaitkan kedua sisi nya, hingga tiba-tiba ada sebuah tangan yang mengambil alih untuk memasang kan nya. Tubuh Killa seketika menegang, saat merasakan sentuhan tangan yang sedikit kasar mengenai kulit nya, ia pun langsung menatap cermin besar yang ada didepannya untuk melihat siapa yang telah menyentuh tubuhnya seketika matanya melotot.
'' Kyaaa,, mas Aby, kenapa kamu bisa ada disini?' seharusnya ketuk pintu terlebih dahulu kalau mau masuk kamar, bukannya main nyelonong aja.'' teriaknya seketika wajahnya memerah karna merasa malu atas penampilannya saat ini, dengan cepat ia pun langsung berlari kearah tempat tidur, bermaksud ingin mengambil sesuatu untuk menutupi tubuh nya saat ini, Killa pun langsung mengambil selimut yang ada diatas tempat tidur dan langsung membungkus seluruh tubuhnya.
'' Dasar mesum, apa mas ingin mengambil kesempatan untuk menyentuhku? terus sejak kapan kamu berada dikamar ini?'' ucapnya dengan dada berdebar-debar , antara malu dan juga kesal.
Aby menatap Killa dengan wajah datar, ia sama sekali tak perduli dengan apa yang baru saja dikatakan oleh istrinya itu.
'' Sudah? atau masih ada lagi yang ingin kamu katakan padaku?'' ucapnya santai, pria itu menyandarkan tubuhnya dimeja rias dengan tangan bersedekap didada
__ADS_1
Hah, gila nih orang santai banget dia setelah melihat seluruh tubuhku
Batinnya sambil menatap kesal pada Aby
'' Kenapa marah? lagian saya ini adalah suamimu, saya berhak melihat semua yang ada pada tubuhmu itu, bahkan menikmatinya.'' Killa yang mendengar kata-kata Aby seketika membuat bulu kuduknya meremang,ia pun langsung bergidik ngeri membayang kan nya.'' Tapi sayangnya saya sama sekali tak tertarik, lagian ya, ini juga adalah kamar saya, kenapa saya harus mengetuk pintu jika ingin masuk kekamar saya sendiri?'' ucap Aby
Ih nih orang benar-benar nyebelin, bagai mana mungkin aku bisa suka dengan pria seperti ini, itu tidak mungkin, ingat Killa, dia itu cowok culun, meskipun dia sudah merubah penampilannya, itu tidak akan membuatmu menjadi luluh dengannya. dan tadi apa dia bilang? gk tertarik denganku? hoho,, kita lihat saja seberapa bisa kamu menolak pesonaku.
Batin nya kesal. meskipun terkadang Kila sadar jika ia sering memikirkan Aby, dan juga merasa rindu, namun ia tetap menyangkal jika dirinya telah mulai menyukai suaminya itu.
Sedangkan dikediaman Feli, terlihat seorang gadis sedang membaringkan tubuhnya yang masih terasa sakit, perlahan gadis itu memiringkan tubuhnya karna merasa sedikit pegal, akibat kecelakaan itu,, Feli memang hanya mengalami luka ringan, namun tetap saja, dibeberapa bagian tubuhnya masih terasa sakit, efek kecelakaan tersebut.
Tok-tok-tok
tiba-tiba terdengar suara pintu kamarnya diketuk, tak lama kemudian terlihat pintu dibuka, bersamaan itu munculah ibunya Feli yang bernama Lia
'' Sayang gimana keadaanmu?'' ucap Lia sambil melangkah mendekati Feli yang berada ditempat tidur
'' Sudah agak mendingan, mah, aku bosen banget dikamar terus? boleh gk aku turun?'' ucapnya
'' Yakin kamu bisa? kebetulan sih, dibawah ada pria yang sudah menolong kamu waktu itu, sekarang dia lagi ngobrol sama papa dibawah.'' jelas Lia
'' Benarkah? apa dia sudah menikah?'' ucap Feli membuat Lia terkekeh mendengar pertanyaan konyol anak gadis nya itu
'' Kamu ini ya, kalau ngomongin masalah cowok aja, cepat banget.' ucapnya sambil menggelengkan kepala
'' Ya itu namanya anak mama normal.'' ucap Feli sambil mendengus karna digoda sang ibu
'' Iya deh yang normal tapi masih jomblo.'' sambung Lia membaut Feli semangkin mengerucutkan bibir nya, sedangkan Lia semangkin tertawa melihatnya
__ADS_1
Next