Dinikahi Pria Culun

Dinikahi Pria Culun
Masih dikantor Aby


__ADS_3

Jam makan siang telah tiba, terlihat para karyawan juga mulai keluar untuk mencari makan siang diluar.'' Killa apa kau tidak ingin menemui suamimu? Oya satu lagi, apa Aby tau jika kau adalah model untuk majalah kami? tanya Vino memastikan


'' Tidak, sebenarnya aku juga tidak berniat jadi model, tadi saat karyawan itu menawarkannya tiba-tiba saja aku merasa tertarik.'' jelasnya


'' Oh gitu, jadi gimana apa kau ingin bertemu dengan nya? ini aku sudah belikan dua kotak nasi untuk makan siang kalian, bawalah keruangan nya.'' ucap Vino sambil menyerahkan dua kotak makan siang


'' Baiklah, terimakasih.'' jawab Killa sambil mengambil bungkusan tersebut.


Tok-tok-tok


'' Masuk!" setelah terdengar sahutan dari dalam, Killa pun langsung memasuki ruangan tersebut. Ia melihat Aby yang saat itu sedang fokus menatap layar laptopnya hingga tak sadar jika yang datang itu adalah istrinya sendiri.


'' Ini makan siangnya mas.'' ucap Killa


'' Ya letakan saja disana.'' jawab Aby, sambil pandangannya yang masih terlihat fokus dengan layar yang ada didepannya. Namun seketika jari tangannya berhenti bergerak saat menyadari sesuatu, lalu pandangannya pun langsung mengarah pada ruang tamu yang ada diruangan tersebut.


'' Kamu? sedang apa kamu diruangan saya?'' ucap Aby dengan nada dingin


'' Aku hanya mengantar makan siang buat mas Aby.'' jawabnya


'' Sudah kan?''


'' Hah?''


'' Itu makan siangnya, sudah kamu letakan diatas meja kan? lalu tunggu apa lagi?''

__ADS_1


'' Kamu kok ketus banget sih ngomongnya sama aku? aku hanya mengantar makan siang untukmu, bukan nya berterimakasih, malah bersikap ketus seperti itu.'' gerutu nya


'' Baiklah, terimakasih karna sudah bersedia mengantar makan siang untuk saya.'' ucap Aby, yang tak ingin terpancing emosi, sebentar nya ia sangat tidak ingin melihat wajah Killa saat ini, sebab jika dirinya melihat Killa, otomatis ia kembali teringat dengan ucapan yang membuat hatinya hancur tak tersisa, terlihat Aby kembali menatap pada layar persegi yang ada didepannya, berpura sibuk, padahal ia sudah tidak bisa berkonsentrasi lagi saat ini


'' Ini ada dua kotak, apa kamu ingin menghabiskannya sekali dua kotak? apa kamu tidak ada niat untuk membaginya satu untuk ku?'' ucap Killa


'' Baiklah kau boleh makan duluan, saya masih belum lapar.'' jelasnya, lalu pandangannya beralih pada laptopnnya kembali


( Dia kenapa sih? kenapa sikapnya sedingin salju? bahkan dia juga tidak bertanya dari mana aku tau alamat kantornya, apa sih aku ini, kenapa juga harus berharap yang aneh-aneh )


Batinnya


Aby melirik kearah Killa yang saat itu belum menyentuh makanannya.'' Kenapa kau belum memakannya? kamu tau? saya tidak bisa bekerja jika ada orang lain diruangan ini.'' ucapnya


'' Kamu kenapa sih sebegitu tidak sukanya aku dalam ruangan ini? lagian ya aku masuk keruangan ini karna aku ingin bertanya sesuatu sama mas Aby.'' ucapnya


'' Tapi pagi kenapa kamu berbohong pada mama? kenapa kamu bilang jika aku masih mau berlama-lama dirumah mama?'' tanya Killa, mendengar pertanyaan istrinya membuat Aby menghentikan aktivitasnya, lalu tatapannya beralih pada gadis cantik yang duduk diatas sofa


'' Jadi hanya karna itu kamu datang kekantor saya?'' ucap Aby


'' Iya, aku hanya tidak suka kamu berbohong seperti itu dengan mama, karna kesannya aku yang salah dimata mama, karna ucapanmu itu mama terus menasehatiku.'' ucapnya, sebenar nya itu hanya sebuah alasan saja, yang sejujurnya adalah Killa memang ingin menemui Aby karna ia merasa merindukan pria itu, hanya saja ia tak mungkin mengatakan alasannya, jika ditanya apakah ia sudah menyukai Aby atau tidak, maka sudah pasti jawaban yang keluar dari mulutnya itu adalah kata tidak, dan tidak akan mungkin terjadi, sebab Killa sendiri masih bingung bagai mana sebenarnya perasaannya saat ini pada Aby.


'' Baiklah, nanti saya akan menghubungi mama kamu dan mengatakan jika tadi pagi saya telah berkata bohong padanya.'' ucap Aby


'' Ya gk mesti gitu juga kan? kamu ini jadi orang aneh banget deh.''

__ADS_1


'' Ya kalau saya aneh dimata kamu, kenapa kamu mau hidup dengan orang aneh seperti saya?''


'' Nyebelin banget sih nih orang,'' gerutunya


'' Baiklah aku tidak akan mengganggu pekerjaan kamu, silahkan lanjutkan.'' ucapnya yang langsung bangkit dari duduknya.


'' Mau kemana kamu?''


'' Mau keluar, mau kerja.'' ucapnya sambil melangkah kan kakinya menuju pintu.


'' Kerja? kerja apa? dimana? kamu jangan aneh-aneh, saya tidak ingin mama kamu merasa saya tidak bisa memberikan kebutuhan pada putri mereka, lagi pula bukan kah mama sudah memberikan kartu ATM padamu, saya rasa isi nya cukup untuk memenuhi kebutuhan pribadimu.'' ucap Aby


'' Kamu tenang saja, karna aku hanya bekerja untuk satu hari ini saja, lagi pula aku merasa bosan jika harus dirumah terus.'' ucapnya


'' Gk bisa, saya tidak mengijinkannya! kamu tidak bisa seenak nya, selagi kamu masih berstatus istri saya maka saya tidak akan mengijinkan kamu bertindak semau mu, kecuali jika kamu sudah tidak lagi berstatus sebagai istri saya, baru kamu bisa berbuat apa yang kau suka.'' ucap Aby penuh dengan penekanan


'' Oh jadi kamu akan menceraikan aku?'' tanya Killa


'' Bukankah ini yang kamu mau? perceraian?'' Aby kembali bertanya tanpa memberikan jawaban pada Killa


Killa menatap wajah Aby dengan amarah dihatinya, marah karna ucapan Aby yang menyinggung kata perceraian, sejujurnya dihati Killa sendiri sudah tidak pernah terpikir kan lagi tentang perceraian, namun sekarang suaminya itu malah membahasnya, dan Killa tak menyukai itu


Kenapa aku tidak suka jika dia mengungkit kata perceraian? apa aku mulai menyimpan perasaan pada nya?


Batin Killa, tanpa menjawab, wanita itu langsung melangkah keluar dari ruangan tersebut, tanpa menyentuh makanannya, padahal saat itu dirinya sangat lapar, namun saat mendengar kata perceraian, rasa lapar itu seketika hilang. Aby menghela nafas kasar, ia tidak tau apakah kata-katanya tadi telah menyakiti hati Killa atau tidak, rasanya kepala Aby mau pecah memikirkan semua nya, ia tidak tau harus bersikap seperti apa lagi pada istrinya

__ADS_1


Next


__ADS_2