
Saat ini Feli sedang dalam perjalanan menuju rumah Killa, tepatnya rumah suaminya, sepertinya gadis itu berniat ingin menceritakan semua apa yang telah ia lihat kemarin di supermarket, tentang dirinya yang melihat Raka disana. Namun tiba-tiba Feli memikirkan sesuatu, bagai mana jika dirinya menceritakan semua itu, apakah baik atau tidak nantinya.
'' Tapi kalau gue cerita sama tuh anak, gue takut Syakilla sedih lagi, apa sebaiknya gue gk usah cerita aja kali ya?'' gumamnya, saat gadis itu larut dalam lamunan, tiba-tiba ada mobil yang datang dari arah depan.
'' Aakkhh,,'' Feli kaget dan replek membanting stir dan...
Bruuukkk!!!!
Mobil yang dikendarainya menabrak sebuah pohon yang ada dipinggir jalan, sedangkan keadaan Feli saat itu sudah pingsan didalam mobil karna kepalanya terbentur oleh stir mobil
Ditempat yang sama terlihat seorang pria keluar dari mobil nya untuk melihat keadaan si pengendara mobil berwarna hitam tersebut.
Tok-tok-tok
'' Permisi pak, buk, apa kau tidak apa-apa?'' pria itu terus mengetuk kaca mobil yang ada didepan, namun sepertinya tak ada respon sama sekali, ia tidak tau yang mengendarai mobil tersebut seorang pria atau wanita. Pria itu pun coba mengintip kedalam dan seketika ia terkejut karna melihat pengendara tersebut sudah pingsan.
'' Sepertinya dia pingsan.'' gumam nya, lalu mencoba membuka paksa pintu mobil tersebut.
'' Kenapa susah sekali dibuka,'' gumamnya sambil berusaha membuka paksa pintu mobil milik Feli.'' Ck, kenapa sepi sekali, tidak ada yang lewat disini.'' sambungnya lagi. Dan pria tersebut adalah Vino, sahabat sekaligus asisten dari suami sepupunya, yang tak lain adalah keponakan yang akan dijodohkan Bu Andini dengan Feli, Vino yang tadinya sedang mengendarai mobil dengan pelan, tiba-tiba dikejutkan dengan mobil hitam yang ada dihadapannya, yang melaju menuju kearahnya, reflek Vino langsung membunyikan klakson mobilnya, bersamaan itu sang pemilik mobil hitam langsung membanting stir ke kiri hingga akhirnya mobil tersebut menabrak pohon yang ada dipinggir jalan.
***
Sedangkan dirumah kediaman Bu Andini, terlihat Killa sedang duduk bersama dengan ibu mertuanya, entah apa yang mereka bicarakan, yang pasti Bu andini terus tersenyum mendengar cerita menantunya itu, dari kejauhan Aby melihat interaksi keduanya. membuat pria itu bingung harus bersikap seperti apa pada istrinya itu.
( Buat apa kamu bersikap manis dengan mama, jika ujung-ujungnya nanti kamu akan menyakiti hatinya )
Batin Aby
Tiba-tiba terdengar suara ponsel berbunyi yang berasal dari saku celananya, Aby pun langsung merogoh ponsel tersebut dari saku celananya.
'' Hallo ada apa Vino? apa? baiklah kalau begitu saya akan segera kesana.'' setelah memutuskan panggilan telpon, Aby langsung bergegas menuju kamar untuk mengganti pakaian. Karna saat ini Aby hanya mengunakan celana sebatas lutut.
__ADS_1
Ditempat yang sama, terlihat Killa baru saja menutup panggilan telponnya.'' Mah kalau gitu aku pergi sekarang.'' ucap Killa yang terlihat panik setelah menerima panggilan telpon dari Maya mamanya, yang mengabarkan jika saat ini sepupunya tersebut sedang berada dirumah sakit karna mengalami kecelakaan
'' Biar kamu diantar Aby saja sayang, nah itu dia orangnya.'' ucap Andini saat melihat Aby turun dari tangga dengan sedikit tergesa.
'' Aby.'' panggil Andini, membuat pria itu langsung menoleh pada ibu nya
'' Kamu mau kemana nak? apa bisa kamu antarkan Killa kerumah sakit sekarang?'' ucap Bu Andini, membuat Aby langsung mengalihkan pandangannya pada wanita itu, ia berpikir jika saat ini istrinya itu sedang sakit
'' Kamu sakit?'' ucapnya dengan nada datar
'' Bukan, tapi sepupuku mengalami kecelakaan dan aku mau melihat keadaannya sekarang.'' jelasnya
'' Rumah sakit mana?'' tanya Aby memastikan
'' Rumah sakit Medistra.'' jawab Killa
'' Baiklah ayo!" ajaknya karna kebetulan Aby pun ingin menuju rumah sakit yang sama.
Sepanjang perjalanan keduanya hanya diam, Aby lebih memilih untuk fokus pada jalan yang ada didepannya saat ini, sementara Killa terlihat lebih memilih untuk menatap luar jendela, sambil memikirkan nasib sahabatnya yang belum ia ketahui kabarnya. Aby melirik kearah istrinya yang terlihat gelisah. dan juga sedih.'' Tenanglah, saya yakin Feli akan baik-baik saja.'' ucap nya, sambil menoleh kearah Killa sebentar, stelah itu kembali menatap jalan yang ada didepannya. walaupun hatinya sakit karna perlakuan dan ulah sang istri, namun Aby bukanlah manusia yang tidak memiliki perasaan.
Tiga puluh menit kemudian kedua pun sampai didepan rumah sakit Medistra, setelah memarkirkan mobil, keduanya langsung melangkah menuju rumah sakit
Saat Killa terlihat sibuk bertanya pada resepsionis, sedangkan Aby sendiri juga terlihat sibuk dengan ponselnya
'' Hallo Vino loe dimana?''
'' Gue dilantai enam, ruangan melati.''
'' Ok saya kesana sekarang.''
klik
__ADS_1
Setelah mematikan ponsel miliknya, Aby langsung melangkah mendekati Killa, bersamaan itu terlihat Killa juga sudah selesai bertanya pada resepsionis tersebut
'' Feli ada dilantai enam.'' ucap Killa, membuat Aby sedikit terkejut
'' Lantai enam?'' ucapnya memastikan
'' Iya, lantai enam ruangan melati, ayo kita kesana.'' ucap nya yang langsung melangkah menuju lift yang ada dipojok ruangan
( Astaga kenapa begitu kebetulan, jadi gadis yang ditolong oleh Vino itu ternyata adalah sepupunya Killa )
Batin Aby
Kini Killa dan Aby sudah berada dilantai enam, saat melewati lorong tiba-tiba ada seorang suster yang lewat sambil mendorong meja yang berisi makanan rumah sakit, dan Kila hampir saja menabraknya, jika Aby tidak langsung menarik tangannya.
'' Akkhh....'' Killa berteriak karna kaget saat tiba-tiba Aby menarik lengannya, sangkin kuatnya tarikan tangan Aby, membuat tubuh Killa menabrak dada bidang suaminya.
Seketika pandangan keduanya beradu.
Deg-deg-deg
Duh apa-apaan ini? kenapa jantungku berdetak sangat kencang, pertanda apa ini? masa iya aku jatuh cinta sama si culun ini, itu gk mungkin, tapi dulu saat aku bersama dengan Raka jantungku juga berdetak seperti ini, apa itu artinya aku mulai menyukai Aby?
Batin Killa berperang dengan batinnya
Andai dihati mu ada sedikit saja perasaan untukku, mungkin aku akan mencoba berjuang, tapi nyatanya jangan kan cinta, bahkan kau sendiri saja merasa benci denganku
Batin Aby
'' Kau tidak apa-apa?'' ucap Aby sambil melepaskan tangan nya di lengan Killa, membuat gadis itu tersadar dari lamunannya
'' Ti-tidak, aku tidak apa-apa, terimakasih.'' ucap nya sedikit salah tingkah
__ADS_1
'' Yasudah kalau begitu kita lanjut jalan.'' sambungnya yang diangguki oleh Killa
Next