Dipeluk Langit

Dipeluk Langit
andai hanya mimpi


__ADS_3

pagi menyapa mia berangkat kesekolah di perjalanan dia menoleh kebelakang berharap disana ada zoe sedang mengikutinya, tapi semua memang terlihat hanya bagai mimpi jika saja mia tidak memegang kalung yang diberikan zoe, mungkin mia percaya saat bersama zoe hanyalah sebuah mimpi, mimpi yang indah tapi berakhir dengan kekecewaan, zoe mia menyebut nama itu sambil memegang kalung yg diberikan zoe padanya, dilihatnya disebrang jalan bima sudah melambai padanya, bima melihat raut wajah yang sama seperti kemarin di wajah mia kesedihan masih menyelimuti mia, mia naik kemotor dan motor bima pun melaju kesekolah, sampai disekolah mia langsung turun makasih bim ucap mia, bima tersenyum dan mereka berjalan ke kelas, mia duduk dikursi belakang seperti kemarin dia terlihat murung disekolah bahkan karena mia tidak memperhatikan guru, guru melemparnya dengan kapur dan mia di hukum hormat bendera dilapangan, bima yang tidak tega melihat mia dihukum sendirian dan terlihat murung dia pun akhirnya membuat ulah dikelas dan kemudian bima dihukum hormat bendera menyusul mia, saat bima disampingnya mia melihat bima kenapa dikeluarin? ucap mia, bima menjawab biar kita tetap menjadi dua sejoli disekolah, w ga rela ya kalo gelar itu sampe ilang, klo ga ada gelar itu mau jadi apa w disekolah pinter ngga bodo nggA ganteng standar cba siapa yang mau ngenal w, mia tersenyum mendengar celoteh bima, dan mereka tertawa bersama sampai anak" lain mengintip mereka melalui jendela kelas, mereka penasaran apa yang dilakukan dua sejoli itu sampai guru berteriak memanggil bima dan mia, kalian dihukum bukan mikir malah cengar cengir ucap guru sekarang lari sepuluh putaran ucap gurunya tegas,,

__ADS_1


mereka berlari mengelilingi lapangan mia berkata gara" elu nh bim, bima tersenyum sory tar balik w traktir baso dehhhh ucap bima, awas lu bokis..ucap mia bima tersenyum berlari dibelakang mia, bima senang hari ini walau mereka dihukum tapi hari ini mia tersenyum.

__ADS_1


saat pulang sekolah bima menepati janji untuk mentraktir mia, merekapun pergi ketempat baso yang mereka sering kunjungi, tanpa sadar mia mengingat saat mia makan bersama zoe disini, mia ingat bagaimana zoe memperhatikan sekeliling dan dia menikmati makanannya, seketika mia terlihat murung kembali dan terlihat tidak selera memakan baso, bim ayo cepet w mesti kerja ucap mia, bima tau mia pasti pernah disini bersama zoe saat hendak pergi mia melihat sebuah majalah bisnis yang di taruh dimeja untuk menemani pelanggan yang sedang menunggu pesananya, di sampul majalah terlihat wajah zoe dan tunangannya, mia mengambil majalah itu dan membacanya, mia melihat wajah zoe tersenyum bersama wanita itu, mereka terlihat manis berpose sambil memamerkan cincin pertunangan mereka, seketika mia merasa jantungnya berhenti berdetak dia menaruh majalah dan pergi meninggalkan tempat itu bima mengejarnya setelah melihat majalah, mia zoe mengejarnya mia tersenyum pada zoe senyum yang sangat canggung dilihat, zoe menarik tangan mia dan memeluknya, dan mia pun menangis di peluk zoe, zoe menepuk dan mengusap pundak mia, andai hari ini zoe bertemu dengan bima tentu bima akan menghancurkan zoe saat ini juga, bima merasa sangat marah pada zoe. setelah mia berhenti menangis, mia berkata pulanglah bim tempat kerja w udah deket w bisa jalan dari sini, mia pun pergi meninggalkan zoe dia berjalan menuju mini market, dimini market mia sangat sibuk karena mia tidak fokus banyak kesalahan yg dilakukan mia hari ini setelah selesai bekerja dia segera pulang sampai dikosan mia langsung masuk kedalam kamarnya, sedangkan zoe hari ini dia sangat sibuk dia mulai mengurusi urusan perusahaan ayahnya zoe bekerja seperti orang gila zoe berharap pekerjaan dapat mengalihkan kesedihannya, tapi seperti biasa setelah zoe pulang dan masuk kekamar akan terdengar suara tangisan zoe. dan itu berlangsung selama berbulan", sampai akhirnya zoe sakit dan dia dilarikan kerumah sakit, mereka terlihat sulit melupakan segalanya baik zoe dan mia, dan tentu saja dirumah sakit lea menemanizoe, lea adalah gadis yang baik dia sangat perhatian pada zoe walau zoe mengacuhkannya, lea tau zoe menyukai wanita lain karena lea pernah melihat sebuah poto perempuan di dompet zoe, tapi lea bukanlah gadis manis yang mudah menyerah, dia akan berusaha sampai dia mendapatkan apa yang dia inginkan, aku tau kau tidak menyukaiku, aku juga tau kau sudah memiliki nama dihatimu zoe, tapi percayalah aku akan menyingkirkan nama itu dan menggantinya dengan namaku ucap lea, semoga lekas ssembuh zoe aku harus pulang, zoe tak menjawab lea, lea melihat zoe yang masih terdiam dan leapun pergi, pa adam datang memberikan sebuah map pada zoe ternyata di dalam map ada beberapaa poto mia yang sedang melakukan kegiatan sehari"nya, bahkan zoe melihat poto mia bersama bima dia tersenyum melihat poto itu zoe tau bima akan selalu ada buat mia, berhentilah zoe cukup untuk segalanya dia sudah kembali kepada kehidupannya ucap pa adam. zoe terdiam zoe mengelus dan menatap poto mia dia mengeluarkan air mata dan tersenyum zoe masih teringat saat" bersama mia, dan bagaimana dia meninggalkannya saat itu. zoe melihat poto mia dan menatap keluar jendela, mia apakah kau sudah melupakanku ucap zoe dalam hati, apa kau sudah bahagia sekarang aku berharap saat ini kau tidak menangis lagi ketika hujan bahagialah mia, zoe memegang gelang yang diberikan mia padanya, zoe melamun menatap keluar jendela pa adam tak tahan melihat zoe dan kemudian meninggalkan zoe sendiri di ruangan. sedangkan mia sampai saat ini mia merasa zoe hanya mempermainkannya mia merasa terhianati oleh zoe, saat ini mia pun tidak memakai kalung yg diberikan oleh zoe mia menyimpannya dia berharap jika dia tidak memakaiinya dia akan melupakan zoe seperti mimpi" pada umumnya dan jika suatu saat mereka dipertemukan kembali mia akan mengembalikan kalungnya pada zoe, mia memulai hidup dengan kekecewaan pada zoe, sedangkan zoe masih menatap langit malam setiap malam berharap mia datang dan memeluknya.

__ADS_1


__ADS_2