Dipeluk Langit

Dipeluk Langit
dia mengingatku


__ADS_3

‌zoe memanggil taksi dia pulang kehotel saat pagi tiba mia trangun dan dia melihat zoe sudah tidak ada di tempat tidurnya dia mencari zoe keluar tapi tidak menemukannya, mia kembali keruangan dan dia hanya menemukan pakaian zoe yang masih tertinggal mia tau zoe pasti sudah pulang ke hotelnya, mia mencuci muka dan pulang kekosan sebelum itu dia mampir ke binatu untuk mencuci pakaian zoe dan dia akan mengambilnya nanti sore. mia pergi ke kosan dia masuk kekamar dan berisrirahat hari ini dia libur, saat di kamarnya dia teringat pada bima mia menelpon tapi bima tidak menjawabnya bima mengabaikan panggilan mia hari ini, dan mia berpikir bima masih belum menyelesaikan pekerjaannya,, mia mandi lalu beristirahat dikamarnya saat mia makan dia teringat mimpinya semalam zoe membelai keningnya dan berkata jangan terluka itu terasa seperti bukan mimpi ucap mia, lalu mia pun segera beristirahat kembali setelah makan, mia terbangun dan ternyata hari sudah menjelang malam dia mandi dan berganti baju dia pergi kebinatu mengambil pakaian zoe, mia mengantarkan pakaian zoe hanya sebagai alasan jauh di hatinya mia merasa khawatir pada zoe, mia tau saat ini zoe pasti sedang demam, tak lupa dia membawa obat dan vit untuk zoe, saat mengambil pakaian zoe orang binatu memberikan sebuah undangan apa ini tanya mia itu ada di saku jasnya bu, ohh terimakasih ucap mia, mia membukanya ternyata itu surat undangan pernikahan zoe yang akan dilaksanakan sebentar lagi, melihat undangan itu hati mia bagai membeku tapi mia menyadari inilah jalan yang terbaik untuk mereka, mia pergi meninggalkan binatu menuju hotel zoe, sampai didepan kamar zoe mia masih ragu untuk memencet belnya tp dia memberanikan diri memencet bel dan tak lama zo pun keluar saat membuka pintu zoe sangat kaget melihat mia berdiri di depannyA, mia berusaha tidak terlihat grogi, mia ucap zoe, ada apa kau kesini, aku membawa tagihan untuk mu ucap mia bagaimana bisa kau pergi tanpa membayar biaya perawatan, masuklah ucap zoe, mia masuk dan melihat sekeliling kamar zoe, duduklah, ini mia memberikan pakaian zoe apa ini ucap zoe, pakaianmu ucap mia, zoe sadar dia masih memakai baju yg dipinjamkan mia,, bajumu aku masih memakainya ucap zoe, mia melihat zoe wajahnya masih pucat, kenapa kau pergi dari klinik kau belum pulih ucap mia, zoe duduk dan menatap mia, apa kau mengkawatirkannku? mia kaget dengan pertanyaan zoe, dia lalu menjawab tentu saja aku tidak mau nanti ada masalah dengan klinikku, kalau aku tidak merawat pasienku dengan benar, apa kau sudah makan tanya mia? zoe menggeleng, aku membawa bubur untukmu, makanlah aku akan menyiapkannya, mia pergi mengambil air untuk zoe, dan menyiapkan bubur dan membawanya kepada zoe, zoe makan dengan perlahan, zoe merasa senang melihat mia dekat dengannya saat ini, begitu juga mia dia merasa bahagia walau hanya melihat zoe, setelah zoe makan mia memberikan minum untuk zoe, dan terdengar bel berbunyi biar aku yang membukanya ucap mia, saat mia melihat d layar tamu ternyata ayah zoe yang datang mia segera berlari ke arah zoe dan berkata ayahmu zoe bangun dan berkata ada apa? itu ayahmu di luar ucap mia, sembunyikan aku ucap mia, zoe hanya terpaku melihat tingkah mia yang berlari kesana kemari hingga akhirnya dia masuk ke dalam lemari pakaian milik zoe, setelah mia masuk lemari zoe membuka pintu ayah zoe segera masuk dan zoe mengikutinya, ayah zoe berkata hari pernikahanmu sudah ditentukan jangan membuat masalah ucap ayah zoe, rupanya ayah zoe sudah tau tentang ingatan zoe yang kembali, dia juga melemparkan beberapa poto kepada zoe, poto itu adalah poto dimana saat zoe dipukuli oleh bima dan saat zoe berada di klinik mia, ayah zoe mendekat pada zoe dan berbisik jangan sampai aku mengulangi hal yang sama kembali ayahnya mengancam zoe setelah mengancam ayahnya langsung pergi, zoe meremas poto itu dan melemparnya ke tempat sampah agar mia tidak melihatnya, sedangkan mia didalam lemari dia mendengar perkataan ayahnya yang sama sekali tidak mengkhawatirkan anaknya yang sedang sakit, mia sangat merasa sedih memikirkannya, zoe tetap anak yang kesepian dari dulu hingga saat ini ayahnya masih kejam padanya, zoe sangat sedih mendengar ancaman ayahnya dia menahan air matanya karena ada mia di sana, zoe membuka lemari dan zoe menatap mia yang sedang duduk di bawah gantungan baju"nya lalu zoe jongkok berusaha tersenyum, kenapa kau sembunyi apa kau takut pada ayahku tanya zoe, tidak ucap mia aku hanya tidak mau dia memandangku sebagai wanita yang tidak baik, karena berada disebuah hotel zoe tersenyum mendengar perkataan mia, karena zoe merasa pusing zoe duduk di tempat tidur dan memegang kepalnya, apa kau pusing zoe tanya mia zoe mengangguk mia segera keluar dari lemari dan memberikan obat pada zoe, mia memegang kening zoe kau pasti demam, istirahatlah aku akan pulang ucap mia, mia ucap zoe, mia menoleh ada apa, bisakah kau menemaniku ucap zoe, temani aku sampai aku tidur ucap zoe lalu mia pun kembali duduk di kursi sebelah tempat tidur zoe, tidurlah aku akan menjagamu ucap mia, zoe menatap mia dan tersenyum, kenapa kau tersenyum tanya mia? zoe tidak menjawab dia menutup matanya perlahan zoe tertidur dengan cepat karena reaksi obat, saat zoe tertidur mia merapikan sisa makanan yg dimakan zoe tadi dan membuangnya ke tempat sampah dan tanpa sengaja mia melihat poto yang di buang zoe mia melihat poto saat zoe dipukuli bima dan melihat poto saat zoe di klinik mia mengingat perkataan ayah zoe tadi adalah ancaman buatnya, mia kembali menaruh potonya ke tempat sampah dan dia kembali kekamar zoe dia menatap zoe, mia menangis mengetahui bahwa ingatan zoe sudah kembali tapi zoe tidak memberitahunya, mia menangis disana dan dia sadar dia tidak ingin zoe tau kalau dia sudah mengetahui bahwa ingatan zoe sudah kembali, dia akan mengikuti permainan zoe, agar zoe tidak terluka kembali seperti dulu, mia pergi dari kamar zoe. mia berjalan di trotoar dan berhenti disebuah halte dia masih menangis mengingat semuanya dia mengingat betapa zoe sampai saat ini masih selalu menjagannya, sedangkan mia malah menjalin hubungan dengan bima, mia sangat merasa bersalah pada zoe, mia memikirkan semuanya dan itu membuat hatinya terasa sesak, bahkann mia mengingat saat mia seperti melihat zoe dijembatan penyebrangan ternyata itu memang zoe, dan ketika semalam zoe mengatatakan jangan terluka itu juga bukan mimpi, zoe selalu menjaganya. mia pulang kekosan dia diam membeku dikamarnya hingga pagi datang pun dia masih tidak tidur,


__ADS_2