
beberapa tahun berlalu sejak malam itu mia tidak lagi mendengar kabar tentang zoe, mia magang disebuah rumah sakit ternama sedangkan bima, sudah menjadi dr di rumah sakit tersebut, bima selalu setia menemani mia bahkan disaat mia sedang terpuruk, saat mia berpisah dengan zoe mia seperti tidak memiliki harapan dia tidak bergairah untuk mengejar impiannya tapi bima selalu menyemangati mia dia selalu mensuport mia, bima selalu hadir hingga mia bangkit, dan ingin meraih kembali mimpinya, zoe sungguh bagaikan mimpi dihidup mia, mimpi yang sangat indah namun pahit jika terkenang, bahkan sampai saat ini, saat malam datang mia masih menatap langit, bima tau mia belum melupakan zoe meskipun sudah bertahun" masih ada satu nama dihati mia, sebentar lagi mia menjadi dokter, mia bekerja keras untuk mencapai impiannya dia bekerja tak kenal lelah, saat malam tiba mia selalu pergi ke basement dia akan berdiri disana dia mengingat bagaimana dia bepisah dengan zoe,
dan setelah beberapa saat dia kembali kedalam rumah sakit, mia magang di ugd dan zoe adalah dokter yang menangani ugd, mia bekerja dengan baik banyak dokter yang kagum melihat mia dia cekatan dan sangat hebat, dia juga ramah pada semua pasien, mia dan zoe sering memakai uang mereka untuk membantu para pasien walau hanya sekedar meringankan beban mereka, sampai mia lulus dan mendapatkan surat izin prakteknya mia membuka pemeriksaan gratis di sebuah jalan dan banyak orang yang pergi ketempat praktek mia mia praktek disana setelah dia bekerja di rs, disana mia tidak memungut bayaran kepada pasien mia memberikan obat secara cuma" untuk para pasien dan melihat hal itu banyak teman" dr mia yang ikut membantunya memenuhi kebutuhan obat"an dll, mengerjakan hal itu membuat mia bahagia, saat mia sedang bekerja dia lupa terhadap zoe. banyak anak" jalanan yg mengunjungi klinik mia sehingga mia cukup terkenal di dunia jalanan, mereka sangat menghormati mia.saat ini mia sudah tidak takut keluar malam karena mia merasa banyak memiliki teman di jalanan. saat mia sedang d tempat prakteknya dia melihat seorang laki" paruh baya menatapnya mia kaget meliatnya mia menghampirinya dan memanggil apa padanya ia dia adalah ayah mia, mia segera mengambil tangan dan mencium tangan ayahnya, apa ucap mia, ayahnya menangis dan memeluk mia, mia maafkan apa ucap ayah mia, tidak apa jangan berkata seperti itu ucap mia mia membawa ayahnya masuk dan duduk dikursi mia mengambil air untuk ayahnya dan karena masih ada pasien mia segera menyelesaikan tugasnya setelah selesai mia menghampiri ayahnya dan berkata apa kabar pak, ayah mia tersenyum aku baik, aku bahagia melihat kau berhasil mia walau aku tak membantumu, maafkan aku selama ini kau pasti sangat kesulitan menjalani hidupmu ucap ayah mia, mia tersenyum tidak pa aku bisa seperti ini karena aku dibesarkan olehmu dan karena aku adalah anakmu sehingga aku bisa menghadapi semuanya, bagaimana kabar semuanya, ucap mia menanyakan kabar adik,kaka, dan ibunya, mereka baik ucap ayahnya, mia senang mendengarnya mia sangat bahagia melihat ayahnya karena setelah 6 th baru kali ini mia bisa memeluk ayahnya, walau setiap minggu mia selalu melihat ayahnya di atas jembatan penyebrangan tapi selama ini mia tidak berani mendekatinya. apa darimana apa tau aku disini ucap mia, didalam kereta aku sering mendengar nama mu mia ucap ayahnya, aku bangga padamu, semenjak mia kecil ayahnyalah yang paling baik padanya bahkan saat ibu, adik dan kakaknya memukuli mia ayahnya yang menghentikan mereka, hingga mia di usir dari rumah, ayahnya membiarkannya karena ayahnya tau mia tersiksa dirumah itu jadi ayahnya membiarkan mia pergi, ayahnya pula yang menyimpan uang di tas mia sebagai bekal untuknya, selama ini ayahnya sering mencari mia tapi tidak pernah menemukannya, sejak mia pergi ayahnya sudah 2 kali terserang struk karena sangat merindukan mia, ayahnya menjadi pemurung dirumahnya. saat beliau sedang berbincang dengan mia bima datang mia tersenyum bima bingung melihat mia bersama seorang pria paruhbaya, bim udh datang tanya mia, bima tersenyum dan memberi hormat pada ayah mia, kenalin bim ini ayah w ucap mia bima kaget dan kembali memberi hormat pada ayah mia, ini temen mia pa ucap mia sambil menunjuk bima, halo om apa kabar tanya bima? ayah mia tersenyum kamu pacar mia tanya ayah mia, bima dan mia kaget mia menjawab bukan pa, bukan ucap bima, ayah mia tersenyum melihat tingkah mereka, mia segera siap" apa ayo kita pergi makan ajak mia, ayahnya mengaguk tanda setuju, bima menatap mia dia terlihat sangat bahagia ucap bima dalam hati, merekapun pergi makan bersama setelah selesai makan, apa aku antar pulang ya ucap mia, ayahnya mengangguk dan mereka mengantar ayah mia pulang menggunakan mobil bima, selama perjalanan bima melihat mia yang masih memegang tangan ayahnya, bima tersenyum sampailah disebuah jln menuju rumah mia, mia terlihat sangat merindukan rumahnya ayahnya melihat miA, turunlah sapa ibumu ucap ayhnya mia menunduk, ayahnya mengerti mia belum mau bertemu ibunya, apa jaga kesehatan ucap mia, ayahnya mengangguk dan berjalan memasuki rumahnya, mia masih menatap kearah rumahnyA, mau turun ucap bima? mia tersenyum ngga usah ayo jalan ucap mia, ayo pindah kedepan ucap bima emang w supir lo, mia tersenyum dan pindah ke bangku depan, sepanjang jalan mia tersenyum bahagia, dan bima pun senang melihatnya, zoe karena hari ini w lagi happy hari ini kita minum w yg traktir ucap mia, mia pun turun dari mobil dan membeli minuman mereka akan berpesta di atap tak lupaa bersama nisa, mia membeli ayam goreng dan beberapa minuman soda untuk rico, ia mia masih tinggal di kosan walau dia sudah menjadi dokter dan bisa tinggal di tempat yang lebih layak, dia tidak mau dia suka disana, dan dia berharap mungkin suatu saat jika zoe masih hidup dia akan mencarinya kesana saat ini mia tidak tau apakah zoe masih hidup atau sudah tiada, jika zoe masih hidup mia selalu berdoa agar zoe sehat dan bahagia dimanapun dia berada, mereka bersenang" diatap nisa senang melihat mia sangat bahagia malam ini, mia mulai mengoceh tentang ayahnya mia sangat lucu ketika mabuk hingga akhirnya mereka semua tertidur dibale tinggallah rico yang menggelengkan kepala melihat tingkah dari semua kk nya, haduh mereka sangat menggelikan ucap riko sambil pergi meninggalkan mereka bertiga di atap.dan disebuah negara ada satu orang yang bernama zoe dia tinggal bersama asistennya pria yang sangat berwibawa, siapa lagi kalau bukan pa adam zoe membesarkan bisnisnya disana zoe menjalani hidup dengan bahagia disana, dia masih bertunangan dengan lea tapi mereka belum menikah karena zoe masih belum siap untuk hal itu, zoe tidak pernah ingat ada mia dihidupnya, hanya saja setiap hujan dimalam hari tanpa terasa zoe selalu mengeluarkan air mata tanpa sebab, dia merasa hujan saat malam sangatlah menyedihkan baginya, dan saat malam datang dia sangat suka menatap langit hingga atap kamar zoe di didesain secara otomatis dapat terbuka dan tertutup, zoe sangat menyukai hal itu. tapi tentang mia, zoe tapernah mengingatnya karena saat zoe sadar dari kritisnya zoe mengalami gangguan dikepalanya hingga memory zoe selama setahun kebelakang hilang dan dia terbangun tanpa pernah mengingat mia hanya saja zoe masih mengenakan gelang yang diberikan oleh mia zoe tak pernah melepasnya zoe sangat menyukai gelang itu, zoe selalu memegang dan mengelus" gelang itu saat sedang senggang atau sedang berbicara dengan seseorang. zoe hidup dengan baik disana. berbeda dengan mia yang selalu merindukannya.