
dan di tempat lain, selesai bekerja zoe pulang ke hotel tempat dia menginap,
didalam kamar zoe membuka jendela dia menatap hujan malam itu suasana begitu sunyi langit begitu gelap, zoe berkata tidak salah kota ini dijuluki kota hujan, zoe kembali menatap langit entah mengapa dia merasa sangat hampa didalam hatinya dia merasa seperti ada yang terlewat di hidupnya, zoe seperti merasa kehilangan sesuatu yang sangat berharga tapi bahkan zoe pun tak tau apa itu, hanya saja hati zoe merasa kosong dan dia memandang gelang yg dipakai di tangan kanannya, zoe melihat gelang itu dia mengelusnya dia merasa nyaman setiap kali mengusap gelang itu, zoe selalu berpikir tentang gelang yang dipakainya karena dia tidak pernah dapat mengingat kapan dia membelinya, atau kapan dia memakainya pertama kali, saat hujan reda zoe merasa bosan didalam kamar hotelnya dia mengambil peralatan larinya dia berniat lari di malam hari, zoe memang senang lari dimalam hari dari pada di pagi hari karena saat malam keadaan lebih sepi,, zoe keluar hotel dan berlari kecil menyusuri jalan saat di perjalanan dia melihat orang" berkerumun dimalam hari, apa itu pikir zoe ini sudah malam tp kenapa ada perkumpulan di pinggir jalan zoe memperhatikan dari kejauhan, karena zoe tidak fokus berjalan akhirnya bruk terdengar suara tabrakan zoe tertabrak sepeda seseorang dan mereka berdua pun terjatuh, ternyata seorang bapa tua yang jatuh karena menabrak zoe, zoe bangun dan segera membangunkan orang tua itu, maaf ucap zoe, ayo pa aku bantu ternyata lutut dan kening orang tua itu berdarah dan sepedahnya masuk ke got zoe sangat tidak enak hati dia merasa bersalah ayo pa kita ke rs ucap zoe, tidak usah nak aku tidak apa" tp kau berdarah tunggulah aku akan memanggil taksi, tidak perlu nak biaya rumah sakit mahal, kalau kau mau menoobatiku bawa saja aku ke klinik org tua itu menunjuk ke kerumunan, klinik ucap zoe? ia bawa saja aku kesana disana bisa bayar seiklasnya dan dokternya juga sangat baik ucap orang tua itu, baiklah ucap zoe, zoe segera memapah org tua itu sampai di klinik,, dokter tolong bantu aku orang" segera menoleh pada zoe dan menolong zoe yg agak kesulitan memapah orang tua itu, karena tubuh orang tua itu lumayan gemuk, hah zoe menariknapas karena merasa lelah, mana dokternya ucap zoe,, pa anda harus mengambil no antrian ucap salah satu pasien dan zoe pun mengambil no tersebut zoe mendapat no 30, tp karena zoe melihat bp yg terluka zoe protes pasien ini darurat harus segera ditangani ucap zoe mana dr nya ucap zoe, karena zoe ribut hingga terdengar ke ruang periksa mia, akhirnya setelah selesai dengan pasiennya mia keluar dan berkata ada apa, zoe menoleh dan berkata dr mia, dan mia pun berkata tuan zoe apa yang kau lakukan disini, ini tolong bapa ini ucap zoe mia melihat orang tua itu dan menyuruh zoe membawa masuk ke ruang periksa mia segera mengobati luka" pada orang tua itu, ternyata mia mengenal orang tua itu pa imam masih pakai sepeda tanya mia,ia dok jawab pa imam, hebat pa imam ini udah sepuh masih gagah mia tersenyum, zoe melihat mia begitu ramah pada pasiennya zoe tambah mengaguminya, setelah beres menangani pa imam mia memberikan obat pada pa imam pa obatnya diminnum teratur ya jangan sampe lupa ucap mia, ia dokter aku ga bakal lupa saut pa imam sambil tersenyum, sekarang pa imam mau langsung pulang atau mau bareng aku ucap mia, pa imam bengong biar aku antar pak ucap zoe, pa imam melihat zoe dan berkata sepertinya aku pernah liat kamu ya nak tapi dimana ya ucap pak imam, benarkah ucap zoe, mendengar itu mia segera mengalihkan pembicaraan mereka, mungkin di tv pak ucap mia sambil tersenyum pa imam terlihat seperti berpikir apa ia ya kamu kaya artis ganteng ucap pa imam zoe tersenyum mendengar pujian mereka, ayo pak aku antar ucap zoe, pa imam tersenyum, dr tolong kirim tagihannya padaku ucap zoe, mia tersenyum mendengar itu, lalu zoe kembali memapah pa imam zoe mengantar pa imam pulang kerumanya ternyata rumah pa imam dekat dengan kosan mia pantas saja pa imam berkata seperti pernah melihat zoe, tentu pa imam pernah melihat zoe waktu zoe pernah tinggal disana, saat keluar dari taksi zoe melihat jembatan penyebrangan yang saangat tidak asing baginya, melihat zoe yang bengong pa imam memukul pundak zoe nak kenapa? tidak pak, jembatan penyebrangan ini kenapa tanya pa imam, tidak apa" ucap zoe, dimana rumah bapa pa imam lalu menunjukan rumahnya didalam gang mereka lalu berjalan kesana, saat sampai dirumah pa imam ada seorang wanita menunggu pa imam melihat pa imam terluka wanita itu merasa khawatir bp kenapa, jatuh bu ucap pa imam, maaf bu bp jatuh karena saya tidak hati" oh ia ini ktp saya zoe mengeluarkan ktp dari dompetnya dia juga mengeluarkan uang sebagai ganti rugi, dan ini ada sedikit uang untuk bapa selama tidak bisa bekerja saya akan memberikan biaya untuk bapa ucap zoe,tidak usah na ucap pa imam itu bukan sepenuhnya kesalahan kamu bp juga salah, tidak pa, oh ia sepeda bapa nanti saya ganti terimakasih ucap istri pa imam, tidak bu saya yang minta maaf karena saya bapa terluka, tolong simpan ktp saya ucap zoe tidak usah bawa saja ucap pa imam kamu kan mau pulang kalo dijalan ada razia repot kalo tidak bawa ktp ini kan sudah malam ucap pa imam, zoe tersenyum dan mengambil ktpnya terimakasih pa ya sudah saya pamit pulang ucap zoe, zoe pergi meninggalkan rumah pa imam, saat keluar dari gang dia melihat mini market sisebrang jalan karena zoe merasa haus dia pergi kesana membeli minuman, zoe duduk disana sambil istirahat saat disana zoe kembali merasa tidak asing dengan lingkungan disana, dia melihat halte dan dia pun melihat jembatan penyebrangan, karena cuaca kembali hujan zoe pun berteduh disana, zoe mencari hp nya dan dia baru sadar hp nya tidak ada disakunya, kemana hp ku ucap zoe dia mengingatnya dan hp zoe tertinggal di klinik mia, zoe meminta tolong pada pramuniaga disana untuk menelpon hp nya, dan benar saja terdengar suara mia mengangkat tlpnya, ia ucap mia, dr mia apa ini kau tanya zoe, ia tuan zoe ini aku ucap mia hp mu tertinggal di klinik ucap mia, baiklah aku akan kembali ke klinik ucap zoe, aku sudah arah pulang tuan zoe kau dimana tanya mia, aku di sebuah mini market didekat rumah pa imam ucap zoe, mia berhenti melangkah itu artinya zoe berada di mini market tempat mia bekerja dulu, baiklah aku kesana ucap mia, mia memanggil taksi dan segera kesana, terimakasih ucap zoe kepada pramuniaga itu, zoe pun kembali duduk disana menunggu mia, tak lama mia tiba terlihat zoe duduk di mini market, mia teringat saat dimana zoe pun sering menunggu mia disana sampai mia selesai bekerja mia terlihat sedih mengingat hal itu, mia menghampiri zoe ini ponselmu terimakasih ucap zoe,karena keadaan masih hujan mereka pun duduk disana, seorang pegawai keluar dan menyapa mia zoe merasa heran dan bertanya kepada mia, apa ini lingkungan mu tanya zoe, ia aku tinggaal di daerah ini ucap mia, zoe tidak menyangka seorang dokter tinggal di lingkugan seperti ini bukan di tempat bagus, tanpa mia sadari dia menatap zoe, saat zoe melihatnya mia segera mengalihkan pandangan dan dia melihat tangannya yang mengenakan cincin dari zoe, mia seperti terbangun dari mimpinya dan seketika dia kembali kekehidupannya, aku harus pulang ucap mia, ini masih hujan ucap zoe rumah ku dekat dari sini ucap mia, dan mia pun pamit mia segera pergi dari sana dia menyebrang jembatan penyebrangan zoe terus menatap mia dari belakang, terlihat mia menyebrangi jembatan penyebrangan, dari sana mia pun melihat zoe mereka seperti bertatapan di kejauhan, zoe tidak tau mia menangis disana sambil menatap zoe, karena zoe masih menatap mia, mia pun kembali berjalan sambil menyeka air matanya, sungguh zoe masih ada dihatinya, tapi mia sadar dia harus menepis semua perasaannya pada zoe karena mia telah membuat keputusan menerima bima, mia tidak mau menyakiti bima, zoe hanyalah mimpi bagi mia miapun takut zoe akan kembali terluka jika mereka bersama, biarlah seperti ini melihat kau masih hidup dan bahagia itu sudah cukup bagiku ucap mia dalam hati. mia sudah tidak terlihat di jembatan zoe pun segera memesan taksi dan pulang ke hotel, sampai dikamar zoe membersihkan diri dan beristirahat, dia masih membayangkan mia saat mereka bertatapan di kejauhan, dan mia menangis dikamarnya.