Dipeluk Langit

Dipeluk Langit
akankah dia dapat menghapus namanya


__ADS_3

hari ini zoe mendapatkan proyek yang di inginkan ayahnya, dan dia pun pergi ke kota yang dituju dan ternyata kota itu adalah bogor kota dimana mia tinggal, zoe menginap disebuah hotel, dia akan tinggal selama proyeknya berjalan disana.


Pagi tiba zoe melakukan aktifitas seperti biasa dia menangani proyek"nya dia berharap saat dia menikah dengan lea semua proyeknya sudah selesai. untuk beberapa hari zoe tinggal dikota mia karena proyek"nya, hari ini mia libur bekerja mia terbangun karena ponselnya berdering mia mengangkat telpon ternyata bima yang menelpon, mia menjawab video call dari bima terlihat wajah bima yang tampan yang sedang menikmati kopi di rumaahnya, bangunlah udh siang nih ucap bima mia tersenyum melihaat bima, hari ini ada acara ngga tanya bima? mmmm mia terlihat mengingat jadwalnya ga ada kenapa? maen yu ajak bima,, hari ini aku sedang ingin dirumah ucap mia, ya sudah kalo begitu aku kerumahmu ucap bima dan segera menutup telponnya, mia tersenyum melihat tingkah bima, mia kembali menarik selimbutnya dan kembali tidur, tak lama suara ketukan terdengar mia bangun dan membuka pintu ternyata sudah ada bima di depan pintu, bima tersenyuum sambil menunjukan 2 kantong belanjaan yang di bawanya, apa itu tanya miA? kau belum makankan, aku akan masak kita makan bareng" ucap bima oke mia mengambil air minum dia duduk di kursi sedangkan bima sibuk memasak, tercium aroma yang menggugah selera, hmmm aku jadi lapar ucap mia sambil mendekati bima yang sedang memasak sudah sana biar aku yg masak okeee, lagian siapa yang mau bantu cepetan ya laper nh goda mia bima tersenyum melihat tingkah mia, mia kembali duduk di depan meja makannya saat selesai masak bima segera menyiapkannya di meja dan mia terlihat sudah tidak sabar menikmati masakan bima karena dia sudah merasa lapar mereka makan dengan lahap karena mia makan terburu" dia tersedak bima segera memberkan minum dan menepuk" pundak mia, makanya pelan" ucap bima, heheehe mia tertawa. wah" terdengar suara dari luar bima dan mia menoleh nisa ucap mia kapan balik tanya mia? semalem jawab nisa wah makan enak nih nisa tersenyum sambil mengambil makanan, bim masakan lu emang paling top ucap nisa sambil mengacungkan jempol pada bima, udah makannnn ucap bima,,,, pasti donkkk jawab nisa dan mereka pun tertawa bersama, bim kalo mia belum mau jadi pacar lu sama gw aja mau gw, uuhuukkk bima dan mia tersedak kenapa lu pada kaget gitu biasa aja kali nisa tersenyum, orang gila ucap bima, gw nih normal bim, yg gila itu nih yg di sebelah nunjuk mia, kenapa gw gilA tanya mia? gila cewe ga normal cowo sekeren lu masa di anggurin bima dan nisa tertawa lu kalo ngomong suka bener ya ucap bima, mia tersenyum melihat tingkah mereka. saat mereka selesaii makan bima segera mencuci piring sedangkan para wanita sibuk berbincang, mia terlihat sering merapikan poninya karena memang terlihat sudah mendekati mata, potong tuh poni ucap nisa ia blm sempet jawab mia, nisa bangkit dari tempat duduknya karena melihat bima sudah hampir selesai mencuci, udah ah gw balik dulu udah kenyang jadi ngantuk, nisa sengaja meninggalkan mereka berdua agar bisa berbincang, udah kenyang balik uucap bima, hehehe nisa tertawa makasih ya dokter atas makanannyaaaa dasar mia tersenyum dan nisa pergi ke kamarnya. bima selesai mencuci dia mengambil minuman soda di lemari es, mia terlihat santai di depan bima, bima melihat mia dia bangun dan mengambil sisir dan gunting di laci mia, sini aku potong poninya ucap bima, apaan gamau ah nanti acak"an lagi jawab mia, ga akannn ucap bima bima duduk di depan mia dia melepas ikatan rambut mia dan menyisirnya, mia terlihat canggung, aku tuh suka potong rambut mama di rumah ucap bima, lalu dia memutar bangku mi sehingga mereka berhadapan sangat dekat sekarang, bima mulai menyisir poni mia, merem ucap bima, merem klo ga merem nanti masuk kemata jawab bima, mia tersenyum menyeringai, kenapa takut di cium ya goda bima, tenang aja aku ga akan ngelakuin itu kecuali kamu yg mau goda bima dan bima pun tersenyum, mia terlihat malu, lagian aku takut juga kena gampar lagi ucap bima dan mia tersenyum mendengarnya, mia memejamkan mata dan bima menyisir sambil menatap wajah wanita yang belum juga membalas cintanya, bima memotong poni mia dengan hati" dan tidak lama bima selesai mia masih belum membuka matanya karena bima belum menyuruhnya membuka mata, ternyata bima masih memandangi wajah wanita yang sangat ia cintai, udah? tanya mia, belum bima terdengar tersenyum mia mengintip dan jepret suara kamera poto terdengar dari ponsel bima, ternyata bima mengambil poto mia yang sedang mengintip sebelah mata, apaan siiii malah di poto nih liat lucu kan ucap bima sambil menunjukan poto mia yang sangat lucu, hapus ga ucap mia enak aja ucap bima sini ga hp nya mereka berebut ponsel, dan buk mereka bertabrakan, mia melihat wajah bima yg dekat dengan wajahnya mereka bertatapan, entah mengapa hari ini bima memang terlihat sangat tampan,atau mungkin karena sudah beberapa hari mereka tidak bertemu dan mia merasa rindu pada bima, saat tersadar mia langsung menjauhkan tubuh bima darinya mia terlihat malu seperti biasanya bima tersenyum, kenapa udah naksir ya goda bima, apaan sii ucap mia mereka pun duduk kembali hapus ucap mia ga akan ucap bima, malam aku berangkat ucap bima, kemana tanya mia, ke kalimantan mengerjakan tugas disana selama 2 pekan, jangan kangen ya ucap bima penuh percaya diri, harus ya kesana tanya mia, kenapa ga mau aku pergi ya ucap bima apaan si, hmm jawab mia bima menatap mia dengan serius bima memegang tangan mia, aku harap saat aku kembali dari kalimantan aku bisa mendapat jawaban darimu tentang hatimu, dan aku akan menerima apapun keputusanmu ucap bima, bima memberikan sebuah kotak perhiasan berisi sebuah cin". bima mengambil sebuah kotak disakuny dan dia memberikan kotak itu kepada mia sambil menatap wajahnya dan bima mengecup kening mia dengan lembut mia tak bereaksi saat itu, aku pamit ya ucap bima, bima mengelus rambut mia, jaga kesehatan jangan lupa makan, mia terlihat memegang poninya dan menaatap bima hati" ucap mia bima tersenyum dan melambaikan tangannya, bima pergi dan mia menatap cincin yang diberikan oleh bima, selama ini bima selalu bersama mia dalam suka maupun duka bahkan jauh sebelum zoe masuk kedalam hidupnya, bima selalu ada, mengingat itu membuat mia menangis karena mia merasa dia hanya memberikan kesedihan kepada bima, dia merasa sangat jahat pada bima. sore tiba mia bangun dari tempat tidurnya dan dia kembali melihat kotak perhiasan dari bima mia kembali menatapnya tanpa sadar mia mencoba cincin itu dan terlihat sangat cantik di jari mia, dia mengingat bima dan zoe mia bingung dengan hatinya, hatinya merasa goyah memikirkan bima, dia mengingat masa" kersamannya dengan zoe dan juga dengan bima, mia memukul kepalanya, ada apa dengan kepalaku ini ucap mia dia masih memukul" kepalanya dan ternyata nisa sudah memperhatikannya sedari tadi tapi mia tak menyadarinya, pukul terus biar pinter ucap nisa sambil mendekati mia, kenapa tanya nisa, nisa melihat cin" yg di pakai nisa wah bagusss nih baru ya mia membukanya dan memasukan kedalam kotaknya ,nida mengambil dan membukannya, bagusss klo ga mau buat gw ya ucap nisa, aapaannn, nisa tersenyum udah pake cantik tau dari bima ya ucap nisa mia mengangguk, hmm mi udah saatnya lu bahagia udah lepasin semua kisah lu sama zoe, kasih bima kesempatan apa hanya sekedar kesempatan pun lu ga mau ngasihh ke bima ucap mia, gw percaya lu bisa bahagia sama bima, bima itu tulus mi,,mia terlihat menunduk mendengar perkataan nisa, ia gw tau dia tulus tapi gw takut lebih nyakitin dia nanti dia org baik nisa gw ga mau dia lebih terluka. ga di pungkiri nis saat ini bima sudah ngisi hati gw tp dia belum bisa menghapus zoe nis, seiringerjalannya waktu mi zoe pasti bisa terhapus asal lu mau, ucap nisa, dimulai dari lu pergi dari kosan ini ucap nisa, kenapa gw harus pergi dari sini, lu pikir gw ga tau luu bukann ga mampu sewa yang lebih bagus atau lu ga mau pisah sama gw, lu disini karena masiih nunggu zoe kan, koreksi kalo gw salah ucap nisa, dan mia tidak menjawab perkataan nisa.


__ADS_2