Dokter Cinta Specialis Hati

Dokter Cinta Specialis Hati
Ikutlah Tinggal Bersamaku!!


__ADS_3

Hari ini Devan memutuskan untuk mengambil cuti. Padahal ada dua operasi besar yang harus dia lakukan hari ini. Dan karena Devan tidak bisa melakukannya, maka pekerjaannya diambil alih oleh dokter lain.


Benturan tadi pagi membuat kepalanya rasanya seperti mau pecah. Terlihat sebuah perban melilit keningnya dengan bercak merah tepat diatas alis kanannya. Dan Devan terluka ketika dia mencoba untuk melindungi Jesslyn yang tiba-tiba hilang keseimbangan dan terjun bebas.


"Sial!! Jika bukan karena gadis ceroboh itu. Aku tidak akan mengalami nasib sial seperti ini!!" gerutu Devan sambil memegangi kepalanya.


Kepalanya nyut-nyutan seperti habis dihantam bongkahan batu besar.


Devan meninggalkan kamarnya, namun langkahnya terhenti begitu dia melihat Jesslyn dan Peter yang sedang bercanda di taman belakang.


Tawa Jesslyn yang lepas menggema dan berkaur di telinganya. Devan mengepalkan tangannya, dia benar-benar tidak suka melihat kedekatan mereka berdua. Apalagi ketika Peter mencoba untuk bersikap manja padanya.


Rasanya seperti ada bara api yang membakar dadanya melihat Jesslyn yang tersenyum selebar itu pada pria lain. Benar-benar menjengkelkan, dan Devan tidak suka melihat kedekatan mereka. Dia sangat muak melihatnya.


"Jess, aku benar-benar suka memelukmu seperti ini."


"Peter, lepaskan. Kau membuatku geli dan risih!!"


"Kenapa? Tapi aku suka," ucap Peter dengan nada kecewa. Tetapi itu tak berlangsung lama.


Peter mengangkat wajahnya dan menatap Jesslyn dengan serius. "Oya, Jess, bagaimana jika kau tinggal bersamaku saja? Aku sudah mendapatkan tempat tinggal, dan rencananya lusa aku akan pindah dari sini. Dan aku ingin mengajakmu untuk tinggal bersamaku, kau mau kan?" tanya Peter sambil menatap Jesslyn penuh harap.


Sontak Jesslyn menoleh. "Kau sudah mendapatkan tempat tinggal, benarkah?!" Peter menganggukkan kepalanya. "Kenapa aku tidak tau?"

__ADS_1


"Karena aku ingin memberikan kejutan untukmu, dan aku berencana menempati apartemen itu bersamamu."


Jesslyn menggelengkan kepala. "Aku tidak bisa, Peter. Aku akan tetap tinggal bersama Kakek Zhang dan kedua cucunya sampai mama dan papa kembali dari luar negeri," jawab Jesslyn.


"Kenapa begitu? Ayolah, Jess. Jangan begitu, aku kan hanya ingin terus dekat denganmu. Mau ya, please. Kau tahu sendiri kan, jika disini aku tidak memiliki siapapun. Dan satu-satunya orang yang aku kenal adalah dirimu, lalu jika kau tidak mau tinggal bersamaku, terus aku harus tinggal dengan siapa?"


Sekali lagi, Jesslyn menggelengkan kepalanya. "Maaf, Peter. Aku tidak bisa. Aku akan tetap tinggal bersama mereka sampai Mama dan papa kembali dari luar negeri."


"Tapi, Jess. Mereka hanya orang asing, sementara aku adalah orang yang kau kenal sejak lama. Apalagi di rumah ini kau tinggal dengan banyak laki-laki, dan itu tidak baik untukmu!!"


Untuk kesekian kalinya Jesslyn menghela nafas. "Maaf, Peter. Tapi aku benar-benar tidak bisa, meskipun aku tinggal bersama banyak pria di rumah ini. Tetapi masih banyak orang lain yang juga tinggal disini, tapi jika aku tinggal berdua bersamaku, justru itu yang tidak baik. Orang lain akan memandang buruk tentang kita!!"


"Gampang saja, kita tinggal memberitahu mereka jika aku dan dirimu adalah suami-istri. Beres kan!!" Piter begitu memaksa agar Jesslyn mau tinggal bersamanya, meskipun berkali-kali dia sudah menolaknya tetapi Peter tetap bersikukuh memaksa gadis itu.


Menyaksikan hal tersebut, tentu saja Devan tak tinggal diam. Dokter Tampan itu menghampiri mereka berdua dengan wajah dingin tanpa ekspresi. "Dia tidak akan pergi kemanapun!!" ucapnya dan mengalihkan perhatian keduanya.


"Dia tidak akan pergi kemanapun, dan akan tetap tinggal di sini!! Jika kau ingin pergi, pergi saja sendiri tidak perlu mengajaknya!! Karena aku tidak akan membiarkan Jesslyn pergi dan meninggalkan rumah ini!!"


Peter mencoba memberanikan diri untuk membalas tatapan Devan. "Apa hak melarangnya pergi? Memangnya kau pikir kau siapa? Aku yang lebih dulu mengenal, Jesslyn. Jadi dia lebih berhak untuk tinggal bersamaku!!" ucapnya menegaskan.


"Siapa yang membuat Aturan itu?! Bahkan Jesslyn saja tidak setuju untuk tinggal bersamamu!!"


"Kau~!!"

__ADS_1


"Cukup kalian berdua!! Tidak usah berdebat lagi. Dimana pun aku akan tinggal, aku yang berhak memutuskan. Bukan kalian!!" ucapnya sambil menatap Devan dan Peter bergantian.


Peter meraih tangan Jesslyn. "Jess, aku mohon. Aku tahu kau tidak mungkin mengecewakanku, mau ya tinggal bersamaku? Aku janji akan menjaga dan melindungimu dengan baik. Please, mau ya." Mohon Peter.


Devan menyentak tangan laki-laki itu dan menatapnya dengan tajam. "Cukup!! Tidak perlu memaksanya lagi, kalau kau mau pergi tinggal pergi saja tidak perlu ribut mengajaknya untuk ikut bersamamu!!" tegas Devan.


Devan tidak akan membiarkan Jesslyn tinggal bersama Peter, apapun alasannya dia tidak akan membiarkannya. Karena akan sangat berbahaya jika laki-laki dan perempuan tinggal bersama tanpa ada orang tua yang mengawasinya.


Dan itulah yang menjadi alasan kuat Devan tak membiarkan mereka berdua tinggal bersama. Selain itu keluarganya juga memegang tanggung jawab penuh atas Jesslyn. Mereka bisa disalahkan oleh orang tua gadis itu jika sampai terjadi apa-apa padanya.


"Kenapa kau memaksa sekali?!" bentak Peter.


"Karena keluargaku memiliki tanggung jawab penuh atas, Jesslyn. Dan jika sesuatu sampai terjadi padanya, maka kami yang akan bertanggungjawab. Lagipula orang tuanya menitipkannya pada kami bukan tanpa pertimbangan dan alasan yang pasti. Jadi jangan coba-coba menimbulkan masalah!!"


Kata-kata Devan membuat Jesslyn sadar tentang seberapa besar tanggung jawab yang diemban oleh keluarga Zhang atas dirinya. Dan orang tuanya bisa menyalahkan Kakek Zhang jika sesuatu yang buruk sampai menimpa dirinya. Dan Devan tidak ingin sampai ada masalah nantinya.


Jesslyn menatap Peter dengan serius. "Aku akan tetap tinggal di sini bersama mereka, apa yang Devan katakan benar. Kakek Zhang, memiliki tanggung jawab penuh atas diriku. Lagipula dua orang yang tidak memiliki hubungan apa-apa tidak baik jika sampai tinggal dibawah satu atap yang sama tanpa pengawasan orang tua. Jadi hargai keputusanku!!"


Peter menatap mereka berdua dengan kesal terutama Devan. Jika bukan karena dia yang banyak bicara, pasti Jesslyn tidak akan menolak untuk tinggal bersamanya setelah di bujuk dengan susah payah. Dan tujuan utama Peter adalah agar dia bisa menjalankan rencananya, yakni memiliki Jesslyn seutuhnya.


Sudah sejak lama Peter jatuh cinta padanya, tetapi Jesslyn selalu mengabaikan perasaannya dan mengatakan Jika dia hanya menganggapnya sebagai teman tidak lebih. Dan itu yang membuat Peter merasa sedih dan kecewa.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2