Dokter Cinta Specialis Hati

Dokter Cinta Specialis Hati
Ingin Melamar Jesslyn


__ADS_3

Dua mobil mewah memasuki halaman luas sebuah bangunan megah nan mewah yang memiliki tiga lantai.


Dua pria tampan dan mapan terlihat turun dari mobil masing-masing. Siapa lagi mereka berdua jika bukan Kris dan Devan.


Keduanya saling bertukar pandang saat melihat tiga mobil mewah terparkir di halaman kediaman mereka.


Penasaran siapa tamunya yang datang, mereka berdua pun bergegas masuk ke dalam. Dan Setibanya di dalam keduanya melihat tiga pria asing yang sedang berbincang dengan Kakek Zhang.


"Siapa mereka, Kakek? Kenapa kau mengijinkan orang asing masuk ke rumah ini?!" tanya Devan setibanya dia di dalam.


Kakek Zhang menoleh dan tersenyum lebar melihat siapa yang datang. "Ah, kalian sudah pulang rupanya. Kemarilah dan duduk bersama, Kakek. Kakak, membutuhkan pendapat dari kalian berdua,"


Devan memicingkan matanya dan menatap kakeknya dengan pandangan menyelidik. "Pendapat apa memangnya?" ucapnya penasaran.


"Mereka bertiga adalah tiga, Tuah Muda, dari keluarga-keluarga kaya di negeri ini. Dan mereka datang untuk melamar, Jesslyn. Sedangkan Kakek sendiri bingung harus memilih yang mana." jelas Kakek Zhang.


"Apa kau bilang? Mereka datang untuk melamar, Jesslyn?" Devan mengulangi kata-kata Kakek Zhang. Dan pria tua itu menganggukkan kepalanya. "Lalu dimana dia sekarang?!"


Kakek Zhang menggelengkan kepalanya. "Tidak tau!! Dia belum pulang sampai sekarang. Tapi tadi dia mengirimi Kakek pesan singkat dan mengatakan akan pulang sedikit terlibat." Jawabnya.


Devan menatap kakeknya dengan marah. "Ini menyangkut hidup dan masa depannya, lalu kenapa Kakek asal mengambil keputusan tanpa membicarakannya terlebih dulu dengannya!!! Apa Kakek tidak memikirkan perasaannya Jesslyn nantinya?!"

__ADS_1


Kris dan Kakek Zhang saling bertukar pandang. Apa telinga mereka berdua tidak salah dengar, memangnya Sejak kapan Devan peduli dengan perasaan dan hidup orang lain? Bukankah selama ini dia selalu bersikap acuh tidak mau tahu, tetapi ini kenapa tiba-tiba?


"Kris, apa kau memikirkan apa yang Kakek pikirkan?" ucap Kakek Zhang sambil menyenggol lengan cucu sulungnya tersebut.


Kris menoleh dan membalas tatapan kakeknya, kemudian dia menganggukkan kepala. "Ya," jawabnya singkat. Jika yang mereka pikirkan memang benar, maka Kakek Zhang akan sangat mendukungnya. Dan dia akan mengawal Devan dan Jesslyn sampai ke jenjang pernikahan.


Dan sepertinya Devan tidak menyadari tatapan kakek dan kakaknya yang misterius itu. Bahkan Devan tidak melirik sedikitpun pada mereka berdua.


"Sebaiknya kalian bertiga segera tinggalkan rumah ini!! Lamaran kalian ditolak, jadi cepat pergi!!"


Devan mengusir mereka bertiga, dia benar-benar tidak suka dengan keberadaan mereka berdua di kediaman Zhang. Apalagi setelah mengetahui maksud dan tujuan mereka datang ke rumah ini.


Mereka bertiga pun segera berpamitan pada Kakek Zhang. Dan selepas kepergian ketiga Tuan Muda itu, menyusahkan Kakek dan kedua cucunya. Bulu kuduk Kakek Zhang tiba-tiba berdiri saat melihat tatapan dingin Devan.


Roman-romannya, Devan sangat keberatan jika ada pria lain yang mendekati Jesslyn, atau mungkin karena dia takut gadis itu jatuh ke pelukan laki-laki lain? Mungkinkah Devan telah kalah dalam taruhannya dengan Jesslyn? Dia... Jatuh cinta padanya.


.


.


Ting...

__ADS_1


Sebuah pesan masuk menyita perhatian Devan. Dokter tampan itu membuka matanya kembali yang sebelumnya tertutup rapat. Ada pesan masuk dan itu dari Jesslyn. Dalam pesan singkat itu dia berpesan supaya Devan menyampaikan pada Kakek Zhang jika dia tidak pulang malam ini.


Saat ini Jesslyn sedang berada di kediaman Jung. Dia merindukan kamarnya, itulah yang membuatnya memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya. Devan menghela napas. Itu artinya malam ini dia tidak mungkin bertemu dengannya. Dan itu membuat Devan merasakan ada yang hilang dari hidupnya.


"Ck, kenapa harus tidak pulang, sih?! Jika memang rindu pada rumahnya, bukankah dia bisa datang saat siang hari dan bukannya malam hari seperti ini lalu menginap di sana!!" Devan mendumal sendiri. Dia benar-benar kesal setengah mati.


Ting...


Satu pesan lagi masuk ke ponselnya yang kemudian di baca oleh Devan. Lagi-lagi pesan dari Jesslyn, dalam pesan itu dia mengatakan supaya Devan tak merasa kesepian jika dirinya tidak ada. Tak ketinggalan sebuah emoticon menggemaskan.


Devan tertawa sambil mengusap wajahnya sendiri dengan kasar. "Sial!! Sebenarnya ada apa denganku, kenapa aku bisa merasakan perasaan yang tidak wajar seperti ini?! Ini benar-benar tidak masuk akal. Devan, sadar. Kau tidak mungkin jatuh cinta padanya!!"


.


.


Bersambung.


Halo Riders, maaf ya sebelumya karena bab ini pendek banget. Seharian ini Author sibuk dan gak sempat nulis, ini juga disempat-sempatin. Insyaallah besok up dua-tiga bab ya. Mohon dukungannya terus ya 🤗🤗🤗


Visual Devan sama Jesslyn.

__ADS_1




__ADS_2