Dokter Tampan Dari Indonesia

Dokter Tampan Dari Indonesia
nyesek !


__ADS_3

esok harinya aku sampai di jyogyakarta kembali.


badan sudah seperti tak bertulang lagi. seakan melayang tertiup angin.


pikiran ku juga kacau.


padahal hari ini aku akan mempresentasikan hasil karya ilmiah yang sudah ku susun dengan rapi.


aku berjalan melewati lalu lalang mahasiswa di depan ku. mata ku menatap udara kosong, serta terasa hampa walaupun sebenarnya sangat ramai dan bergemuruh ku dengar suara bising anak-anak seperguruan.


hingga tak terasa seseorang telah memeluk ku dari belakang.


"na, aku kangen banget sama kamu"


suara yang tak asing ditelinga ku.


lalu ku putar badan ku hingga berhadapan dengan gadis cantik itu.


elsa, sahabat ku.


dia masih sama dengan elsa yang ku kenal seminggu yang lalu. penampilannya saja yang sedikit berubah dengannya saat ini. emmmm....rambutnya.


lalu ku pegang perubahan rambutnya yang kurang ku sukai. dia pun tertawa lalu mencoba menutupi sesuatu dari ku.


akhirnya aku curiga dan mencoba menanyakan penampilan nya saat ini.


"rambut mu kamu apain?"


tanya ku.


"hehe.." dia malah tertawa.


lalu aku mengerutkan alis ku.


dia pun menjawabnya lagi.


"aku warnai, habis cowok baru ku suka sama cewek yang berambut pirang na" katanya.


aku mulai menelisik.


sejak kapan dia punya cowok?


elsa memang gadis yang cantik, baik pula.


namun nasibnya tak beda jauh dengan diri ku.


yaitu tidak laku. bedanya cuma jika aku masih segel, sedangkan dia barang bekas.


dan hal itu tak lagi di miliki elsa.


cinta pertamanya lah yang merenggut kesuciannya, hingga dia memiliki nasib yang sama dengan ku. saat ini masih menjomblo.


sekarang beruntung yang mana?


AKU, gadis polos yang jelek serta miskin hingga tak ada seorang lelaki pun yang mau mendekati ku.


atau


ELSA, gadis cantik nan tajir namun dia sudah kehilangan kesuciannya dengan mantan pacarnya.


hidup memang indah, kadang yang kita inginkan dimiliki oleh orang lain. dan yang kita miliki adalah harapan dari orang lain.


"elsa" ku genggam tangannya.


"bukan maksud ku yang gimana-gimana, tapi..."


elsa menatap ku dalam-dalam.


"aku ingin seseorang yang mengerti tentang dirimu, dan yang benar-benar serius" lanjut ku.


dia malah meneteskan air mata.


"na, semua wanita pasti mengharapkan yang seperti itu. tapi bagaimana pun aku mencintai dia"


jelasnya lagi.


aku tersenyum membalasnya.


dan dia malah menceritakan pacar barunya itu.


dari pertama bertemu sampai pacaran. namun aku tak menghiraukan celotehnya sama sekali bahkan aku malah semakin ingat dengan rehan.


hingga membuat ku kalut dalam kesedihan yang telah sejenak hilang.


tak menyangka mata ku penuh dengan genangan air yang siap menetes.


tes


butiran air itu pun berjatuhan keluar dari mataku.


"ana, kamu kenapa?"


tanya nya panik.


aku bilang jika aku baik-baik saja, sambil berusaha mengusap wajah ku yang basah.


ku coba menutupi hal yang membuat ku sedih, namun elsa malah marah. akhir nya ku bongkar rahasia ini pada elsa. rahasia tentang perasaan ku pada rehan. gelinya, elsa malah menertawai ku.


tak terima di ledek oleh dia, akhirnya aku ceritakan tentang penyakit yang diderita oleh rehan. sampai dia juga ikut merasakan kesedihan yang sama dengan ku. aku juga bilang bahwa rehan sekarang sedang kritis.


elsa langsung memeluk ku dengan erat.


tak kuasa lagi tangis pun pecah antara aku dan elsa.


"ana, maafin aku"


elsa minta maaf dan dia mengaku menyesal telah menertawai kami.


dosen pembimbing pun datang.


aku dan elsa segera masuk ke ruangan.


hari ini aku merasakan hal yang aneh dengan kepala ku.


seperti ada tali yang mengikat di atas ubun-ubun.


terlihat elsa sedang berbicara pada ku.


namun tak terdengar sama sekali suara nya hanya bibirnya memang terlihat menganga-nganga.


aku mulai memukul-mukul kedua telinga ku berusaha memulihkannya kembali normal.


justru sekarang aku merasa budek, cahaya mata pun sedikit hilang nan kabur sampai tak terlihat lagi.


ku buka mata ku..


dimana aku?


kenapa tidak ada orang di sini?

__ADS_1


seperti berada pada ruangan yang putih.


semuanya serba putih.


aku berlari berharap bisa menemukan seseorang.


sampai kaki ku terasa perih, dan tak mampu lagi berjalan.


kemudian aku menghentikan langkah ku.


karna terlihat seorang pria tengah duduk di bawah pohon besar.


pria itu memakai baju serba putih.


kulitnya pun putih hampir sama dengan baju yang ia kenakan.


perlahan aku mendekati pria itu dari belakang.


tangannya seperti sedang mengais-ngais tanah.


aku pun memberanikan diri untuk memanggilnya.


tuan!


kemudian dia pun menoleh ke arah ku.


aku terkejut sebab dia seperti dokter rehan.


pria yang ku cintai.


tapi dia tak terlihat sakit, dia malah terlihat sangat sehat dan fit. tubuhnya juga berisi tidak seperti biasanya saat bersama ku.


lalu aku pun tersenyum, dan dia membalasnya dengan senyuman. senyuman khas yang tak dimiliki oleh pria manapun.


rasanya bahagia sekali melihat dia seperti ini.


"rehan, kamu bawa tanaman apa itu?"


tanya ku dengan mengacung ke sebuah benda kecil di tangannya.


dia sama sekali tidak menjawab pertanyaan ku. kemudian dia malah memberikan tanaman itu pada ku. aku jadi semakin bingung.


lalu ku amati tanaman aneh itu dengan jelas.


saat aku memandang ke arah nya lagi, tiba-tiba dia menghilang. jejaknya pun tak terlihat lagi.


aku terbangun dari ranjang tempat ku berbaring.


ternyata semua itu hanyalah mimpi.


tapi apa maksud dari mimpi itu?


mimpi itu terlihat seperti nyata.


ku lihat elsa tengah tertidur di samping ku. sepertinya dia kelelahan karna menemani ku sejak tadi pagi. handphone ku berdering....


ku gapai hp di atas meja.


tertera tulisan ibu, membuat ku antusias untuk segera mengangkatnya.


berharap beliau memberitahu tentang keadaan rehan. berharap juga jika rehan ada perkembangan.


"hallo ibu, gimana bu keadaan rehan?"


tanya ku penuh harap.


ibu ku menjawab jika keadaannya masih seperti sejak awal. artinya belum ada perubahan.


kemudian beliau menanyakan tentang ujian ku tadi pagi. aku bilang jika semuanya baik-baik saja, cuma ujiannya diundur karna ada suatu halangan. aku yakin ibu pasti akan sedih jika dia tahu aku pingsan tadi pagi. aku sengaja berbohong agar ibu tetap tenang.


dia pun menutup telponnya.


ku perhatikan elsa masih tertidur.


"sa" panggil ku berusaha membangunkan dia.


dengan sayup-sayup dia membuka matanya kemudian tersenyum kepada ku.


"ana, aku khawatir sekali dengan keadaan mu" jawabnya.


"aku tidak apa-apa kok sa, kamu tidak usah khawatir" sahut ku.


"anak-anak sudah pada bubar sa?"


tanyaku.


"sudah tenang saja, dosen bilang kamu istirahat saja dulu".


"dia juga bilang jika besok dia tidak bisa masuk karna ada urusan, jadi mungkin lusa baru bisa mulai ujian lagi " jelas nya lagi.


mendengar ucapan elsa, aku pun menjadi lebih bersemangat. karena aku bisa menjenguk rehan setiap waktu. aku juga bisa menemaninya lebih lama di sana. aku semakin tidak sabar ingin pulang.


walaupun aku tidak tau dia bakalan sembuh atau tidak. yang penting aku bahagia. pokoknya aku bahagia karena bisa bersama orang yang ku cintai, bisa menemaninya di saat-saat seperti ini.


di saat-saat terakhirnya..


tidak..


tidak..


dia tidak boleh pergi !


dia harus tetap hidup !


aku ingat jika dia pernah bilang bahwa dia banyak menyimpan ramuan di gubuk itu.


iya... aku yakin di sana pasti ada banyak ramuan yang mampu menyembuhkan penyakitnya itu.


aku berlari sekencang angin keluar kampus, sampai aku lupa jika elsa sedang menunggui ku di parkiran.


y allah elsa..


tapi bagaimana lagi aku sudah terlanjur naik ojek.


"pak cepetan dong!" bentak ku pada tukang ojek.


dia pun menuruti permintaan ku.


dan alhamdulilah sampai.


"terima kasih ya pak" sahut ku bergegas pergi meninggalkannya.


aku masih berlari mencari gubuk itu. gubuk tempat dimana rehan menyimpan ramuan dan meraciknya.


hossh


hosssh


nafas ku kian memburu dan hampir tak ada jeda.

__ADS_1


sambil berlari aku terus terbayang dengan pria itu, pria yang saat ini tengah berbaring melawan penyakitnya.


sampai akhirnya aku bisa menemukan gubuk itu..


ku buka pintu nya...


nggak bisa.


ku berusaha buka lagi....


tetap tidak bisa.


aku pun mulai menangis sambil terus berusaha membuka pintunya.


setelah kembali tidak bisa terbuka aku masih belum menyerah sampai di situ.


mata ku berusaha mencari jalan lain untuk bisa masuk gubuk menyebalkan itu.


jendela !


ku lihat jendela di samping gubuk.


yes !


jendelanya terlihat terbuka tak terkunci.


tapi, tinggi sekali.


gila!


badan ku tak sampai.


tangisan ku pun pecah kembali.


"ya allah kenapa engkau beri hamba mu cobaan seberat ini tuhan. aku hanya berusaha membantu seseorang. tolong mudahkanlah hamba mu ini"


aku terus menangis dan masih menangis. sampai perut kaku dan air mata seakan berubah menjadi angin. iya angin.. hampir habis.


akhirnya tuhan memberikanku petunjuk.


aku melihat sesuatu yang bisa ku gunakan untuk memanjat.


alhamdulilah akhirnya aku bisa masuk.


walaupun wajahku sampai tergores oleh anak tangga tadi, namun semua itu tak menyurutkan semangat ku sedikit pun.


aku mulai menelisik mencari ramuan yang tersimpan di almari besar. aku masih ingat waktu itu rehan pernah bilang jika ramuan itu berwarna putih. aku terus mengorek-orek hingga semuanya hampir amburadul porak poranda.


gila!


kalau rehan di sini pasti dia kesal sekali melihat semua ini.aku hampir mengobrak-abrik seisinya. bahkan lebih parah dari yang sebelum nya.


sampai aku sadar jika ramuan itu sudah habis.


tolol tolol tolol !


bego banget sih aku!


tapi kali ini aku nggak nangis.


karna aku menemukan sesuatu.


buku panduan obat.


yes! aku bisa membuatkan obat untuk rehan.


aku bisa mencari tumbuhan yang kemarin rehan dapatkan di perkebunan desa, lalu aku racik dengan melihat buku panduan ini.


ku masukkan buku itu ke dalam tas. lalu ku tinggal kan gubuk itu.


akhir nya aku sampai di terminal.


tapi, kenapa semua orang memandangi ku dengan tajam. memangnya ada yang salah dengan penampilan ku?


y allah..


busana ku sudah seperti topeng monyet.


dekilnya minta ampun.


pantas saja semua orang memandangku seperti itu. tapi aku tidak perduli. karna nggak ada tulisan "orang dekil di larang naik bus".


aku pun tersenyum merasa menang.


aku mulai mencari bangku kosong di dalam bus.


semuanya hampir penuh dan seperti biasa tersisa satu. yes aku bisa duduk sekarang!


tidak.. sekarang aku tetap berdiri karna sebelahku wanita berbadan besar memangku seorang anak kecil. yang bermasalah bukan wanitanya, tapi pada anak kecil itu. dia tidak mau duduk bersebelahan dengan ku.


dia bilang jika aku jorok dan tidak mandi.


ya ampun...


aku pun tersenyum malah hampir ngakak.


senang rasanya bisa terhibur walaupun sesaat dan setelah itu sedih lagi.


hp ku berbunyi..


ternyata pesan dari elsa.


dia menanyakan keberadaan ku saat ini serta menanyakan "apakah aku baik-baik saja atau tidak". aku pun menjawab jika aku baik-baik saja saat ini dan aku bilang ke dia jika aku akan pulang ke bogor. dia malah menjawab akan menyusul ke bogor bersama orang tua nya.


belum sempat membalas ibu gendut itu mencolek ku lagi. dia memberi kode bahwa anaknya sudah tertidur pulas. itu tandanya aku sudah bisa duduk sekarang.


alhamdulilah


malam ini aku tidak bisa tidur karena badan terasa perih semua. mungkin tadi terkena semak belukar saat lari-lari di kebun itu.


aku jadi ingat buku panduan itu.


mungkin malam ini aku bisa gunakan saja untuk mencari cara membuat ramuan.


ku ambil buku panduan itu dari tas.


plok!


sebuah foto terjatuh.


ku ambil foto itu kembali. wanita itu cantik sekali, rambutnya panjang sepinggang. kulitnya juga super putih bak model.


tapi dia siapa?


mungkin dia saudara rehan atau ibunya. aku mulai menenangkan diri sendiri dengan berfikir positif.lalu ku pasang kembali pada bingkai di dalam buku itu. namun aku di kejutkan dengan sebuah tulisan. "I LOVE YOU LINSI"


ya allah hati ku bagaikan tersambar petir saat membacanya.


ternyata rehan sudah punya pacar. wajah ku jadi berubah ciut sebab aku mencintai seseorang yang sudah berhubungan.

__ADS_1


nyesek!


__ADS_2