
Jonathan yang baru sampai ke lokasi Angel, langsung terdiam dengan wajah kaget. Dia melihat mobil Angel yang sudah terbalik, dan tak jauh dari sana ada tubuh yang tengah tergeletak tak berdaya.
Jonathan langsung berlari ke arah Angel, "Angel!!!.." Jonathan berusaha menepuk-nepuk pipi Angel.
Tapi Angel tetap tak sadarkan diri, dengan cepat Jonathan langsung mengangkat tubuh Angel dan membawanya ke rumah sakit.
kondisi Angel yang Kritis membuat nya koma selama 4 hari, dan selama 4 hari itu juga Jonathan terus berada di samping Angel, menemani wanita itu sampai dia siuman.
Kabar kecelakaan Angel pun membuat kedua orang tuanya langsung segera pulang karena khawatir akan keadaan anak nya, Jonathan yang tadinya hendak masuk ke ruang rawat Angel pun langsung menghentikan langkahnya saat melihat kedua orang tua Angel.
Dengan langkah pelan Jonathan segera meninggalkan rumah sakit tersebut, karena sekarang Angel sudah tak membutuhkan kehadiran nya lagi.
"Dok.. Bagaimana keadaan anak saya, kenapa dia masih belum siuman?" Tanya Ibu Angel kepada dokter.
"Pasien mengalahkan benturan di kepala, dan mungkin hal itu yang menyebabkan dia masih belum sadarkan diri. Tapi ibu dan bapak tenang saja karena kondisi pasien kini sudah mulai membaik, kita hanya tinggal menunggu nya untuk siuman." Ucap dokter menjelaskan kondisi Angel.
"Lalu siapa yang membawa anak saya ke sini?" Tanya ayah Angel penasaran.
"Soal hal itu kami tidak tahu." Jawab dokter tersebut.
"Baiklah, terimakasih dokter." Ucap ayah Angel.
"Baiklah, Kalau begitu saya permisi dulu." Kemudian dokter tersebut langsung meninggalkan ruang rawat Angel.
__ADS_1
"Sayang.. Bagaimana keadaan anak kita, dan kenapa ini bisa terjadi." Ucap Ibu Angel sambil menangis di pelukan suaminya.
"Sabar sayang.. Mungkin ini sudah takdir nya, lagi pula dokter sudah mengatakan jika kondisi anak kita baik-baik saja." Jawab suaminya berusaha menenangkan istri.
Sementara itu...
Jonathan tengah duduk di ruang kerja miliknya, otaknya kembali memutar memori kebersamaan nya dengan Angel saat itu. Sebuah senyuman tipis terukir di wajah tampan pria itu.
Kisah cinta mereka sangatlah indah, sampai takdir harus membuat Jonathan memilih keputusan untuk meninggalkan Angel.
Saat itu Jonathan masih ingat ketika Angel menangis tak ingin berpisah dengan nya, tapi Jonathan tak bisa melakukan apa-apa selain membiarkan wanita itu menangis dan meninggalkan nya sendiri.
"Jo..." Panggil Ibundanya.
"Emm.. Ada apa Bu?" Tanya Jonathan di tengah lamunannya.
"Biasa urusan kampus." Jawab Jonathan.
"Tadi Olivia nelpon, katanya kamu gak bales pesan dari dia dan gak ngangkat panggilan nya. Kamu jangan gitu dong, mau bagaimana pun Olivia itu tunangan kamu. Jadi kamu harus memperlakukan dia dengan baik." Ucap Ibunda Jonathan menasehati putra nya.
"Jo, juga sudah bersikap baik kepada Olivia. Dan lagi aku tak mengangkat panggilan nya, ya karena aku sedang sibuk." Jawab Jonathan.
"Iya, Jo. Ibu tahu kamu sibuk, tapi kamu harus luangin waktu dong buat Olivia, biar hubungan kalian makin romantis." Usul sang ibu kepada Jonathan.
__ADS_1
"Oke, Jonathan akan usaha kan." Jawab Jonathan.
"Bagus, gitu dong. Ayo makan." Ajak sang ibu kepada Jonathan.
Kemudian Jonathan pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan segera berjalan ke dapur, di sana sudah tersedia banyak makanan yang lezat dan juga kesukaan Jonathan.
Tapi entah kenapa Jonathan merasa tak nafsu makan akhir-akhir ini.
"Kok cuman diem aja, makan dong." Ucap ibu nya.
"Oke.." Jawab Jonathan.
Tapi Jonathan hanya makan dengan porsi yang sedikit, Ibundanya yang melihat hal itu hanya menggelengkan kepalanya.
"Kalau kamu makan nya segitu, mau punya tenaga darimana." Omel sang ibu kepada Jonathan.
"Jonathan lagi gak nafsu makan, Bu." Jawab Jonathan.
"Kok bisa, biasanya kamu paling suka sama makanan ini." Tanya Ibunda Jonathan heran.
Karena merasa kenyang, Jonathan pun segera beranjak dari tempat duduknya dan segera berjalan ke dalam kamar tidurnya.
Di dalam kamar tidur, Jonathan hanya bisa berbaring sambil memikirkan kondisi Angel yang masih berada di rumah sakit.
__ADS_1
"Bagaimana kondisi nya? apa dia sudah sadar? Atau belum?" Gumam Jonathan sambil menatap langit-langit kamar.
Jonathan masih memikirkan penyebab dari kecelakaan yang menimpa Angel, karena dia yakin jika kecelakaan itu di sebabkan oleh sesuatu tapi menurut penyelidikan kecelakaan itu adalah kecepatan tunggal dan akibatnya adalah rem blong.