Dosen Ku Mantan Ku

Dosen Ku Mantan Ku
Pertemuan di Cafe.


__ADS_3

Angel yang sekarang sudah tersadar dari koma nya pun kini hanya bisa duduk diam di atas ranjang rumah sakit, sambil melihat pemandangan dramatis antara ayah dan ibunya.


"Darling, Maafkan Mommy, jika saja Mommy gak setuju dengan ajakan Poppy untuk pergi Honeymoon. Kamu pasti gak akan mengalami hal seperti ini." Ucap Ibunya sambil menangis.


"Poppy juga minta maaf sayang.."


"Oke.. Oke.. Fine, Mommy dan Poppy gak perlu minta maaf. Lagi pula baik-baik saja kok." Jawab Angel.


"Tapi lihat dirimu sekarang, kamu pucat. Bahkan liat luka di dahi mu, bagaimana jika meninggal bekas, pasti tak akan ada pria yang mau menikah dengan mu. Bagaimana ini sayang..." Ucap Ibu Angel sambil merengek kepada suami nya.


"Tenang saja sayang, kita akan melakukan segala cara. Agar Darling kita menjadi cantik lagi, dan mendapatkan pangeran yang tampan." Jawab sang ayah yang sama lebay nya seperti istri nya.


Angel hanya bisa menghela nafa saat melihat kelakuan kedua orang tua nya yang sangat-sangat lebay.


"Sebaiknya, Mommy dan Poppy pulang saja. Angel ingin istirahat dengan tenang." Ucap Angel.


"Tapi bagaimana jika kamu membutuhkan sesuatu." Ucap ibu Angel khawatir.


"Tenang saja, di sini ada suster kok." Jawab Angel.


"Baiklah, Darling.. Tapi besok siang Mommy akan datang lagi ke sini untuk menemani mu." Ucap Ibu Angel khawatir akan keadaan anak nya.


"Oke." Jawab Angel.


Kemudian kedua orang tua Angel, langsung pergi meninggalkan putri nya sendirian rumah sakit.


Angel masih teringat akan kecelakaan waktu itu, tapi dia yakin. Kecelakaan nya bukanlah kecelakaan tunggal seperti yang di katakan oleh polisi.


"Jika pun kecelakaan tunggal karena rem blong, itu tak mungkin. Karena aku baru menservis mobil itu, dan tak mungkin ada kerusakan." Ucap Angel.


Seminggu kemudian.


Angel yang kini telah sembuh total pun kembali melanjutkan aktivitas di kampus, meski masih ada perban yang menutup luka di kening nya.


"Angel, aku sangat merindukanmu. Sorry yah, aku gak bisa jenguk kamu Angel. Biasa banyak tugas." Ucap Intan meminta maaf kepada sahabat nya.


"Oke, gak papa. Lagi pula luka ku gak parah kok." Jawab Angel.


"Bagus deh, mau makan gak? Aku lapar nih." Ucap Intan.

__ADS_1


"Hayu." Jawab Angel.


Kemudian Angel dan Intan masih ke salah satu cafe yang cukup populer di kalangan anak muda seperti mereka, kemudian mata Angel melihat ke sekeliling Cafe.


Dan tiba-tiba mata nya melihat ke arah seseorang yang cukup familiar untuk nya.


"Eh? Itu bukan nya Pak Jo yah. Kok dia sama cewek sih." Ucap Intan.


Deg..


Jantung Angel berdetak dengan kencang, hatinya terasa sakit saat melihat pemandangan itu.


"Ayo kita makan, buat apa ngeliat orang pacaran." Ucap Angel sambil menarik tangan Intan dan berjalan ke arah meja yang cukup jauh dari meja Jonathan dan juga Olivia.


"Jo. Kamu mau pesan apa?" Tanya Olivia.


"Aku tak lapar." Jawab Jonathan.


Olivia hanya tersenyum, kemudian memesan cappucino dan ayam panggang untuk Jonathan.


"Kamu bisa gak sih, sedikit lebih romantis." Ucap Olivia protes dengan sikap Jonathan.


Olivia yang mendengar hal itu hanya bisa berdecak kesal, kemudian mata Jonathan melihat bayangan wanita yang familiar untuk nya.


"Angel.." Gumam Jonathan.


"Apa?" Tanya Olivia yang mendengar ucapan Jonathan.


"Apa?" Tanya Jonathan balik.


"Tadi kau mengatakan apa?" Tanya Olivia.


"Aku tak mengatakan apa-apa." Jawab Jonathan bohong.


"Aku mendengar nya Jo. Kau mengatakan sesuatu." Ucap Olivia.


"Aku tak mengatakan apa-apa, kau mungkin salah denger." Ucap Jonathan.


Olivia hanya bisa diam, tapi sebenarnya dia kesal karena Olivia tahu jika tahu Jonathan menyebut nama seseorang.

__ADS_1


Angel dan Intan yang tengah makan pun terlihat tertawa sambil sesekali berfoto, tak lupa mereka juga memfoto makanan yang mereka pesan untuk di posting di status media sosial mereka masing-masing.


"Kamu lihat cewek yang sama pak Jo itu." Ucap Intan.


"Iya, terus kenapa?" Tanya Angel dengan wajah acuh.


"Jelek banget yah." Ucap Intan.


"Hahaha.. Terus yang cantik itu kamu gitu?" Tanya Angel.


"Iyalah, tapi ngomong-ngomong Pak Jo. Mau banget sih, sama cewek kaya gitu, apa dia gak punya mata yah." Ucap Intan.


"Iya mungkin karena cewek itu kaya dan mereka sederajat." Jawab Angel.


"So tahu banget sih, kaya yang pernah dekat aja sama Pak Jo." Ucap Intan.


"Iya.. aku nebak aja. Emang gak boleh." Ucap Angel yang hampir keceplosan.


Dan setelah makan Angel pun langsung mengajak Intan untuk segera pergi dari Cafe itu, dan tanpa di sengaja saat mereka keluar Cafe.


Mereka berpapasan langsung dengan Jonathan dan juga Olivia.


Terlihat Angel hanya memasang ekspresi tak peduli dan segera pergi.


Olivia yang melihat wanita itu lagi pun langsung kesal, karena anak buahnya gagal membunuh Angel.


"Eh.. Pak Jo." Sapa Intan.


"Intan." Ucap Jonathan balik menyapa.


"Kalau begitu saya permisi dulu Pak Jo." Jawab Intan sambil berjalan pergi.


"Mereka siapa?" Tanya Olivia.


"Mereka mahasiswa ku." Jawab Jonathan.


"Mahasiswa? Yakin?" Tanya Olivia.


"Iya." Jawab Jonathan. Kemudian Jonathan langsung berjalan pergi di susul oleh Olivia.

__ADS_1


__ADS_2