Dosen Ku Mantan Ku

Dosen Ku Mantan Ku
Pindah tenda.


__ADS_3

Kini wajah Angel tengah di obati oleh dokter, Jonathan yang berada di luar tenda milik Angel. Hanya memasang wajah kesal, bagaimana bisa Angel mendadak wajahnya menjadi seperti itu.


Tak beberapa lama, dokter yang menangani wajah Angel pun langsung ke luar. Dan dia langsung mengajak Jonathan untuk berbicara empat mata dengan nya.


"Bagaimana kondisi nya sekarang?" Tanya Jonathan.


"Kondisi wajah nya sekarang sudah membaik, hanya saja mungkin ada bekas-bekas yang akan tertinggal di wajah nya. Tapi pasti akan hilang." Jawab nya.


"Lalu kenapa bisa wajah Angel menjadi seperti itu?" Tanya Jonathan.


"Kalau menurut penilaian ku, itu seperti nya di sebabkan oleh alergi obat. Atau bisa saja penggunaan krim wajah yang sudah kedaluwarsa." Jawab dokter tersebut.


"Penggunaan krim wajah yang sudah kedaluwarsa?" Tanya Jonathan sedikit bingung, apa Angel menggunakan krim yang sudah kedaluwarsa.


"Iya, bisa saja pemicu bintik-bintik dan benjolan serta gatal-gatal di area wajah, di sebabkan oleh pengguna krim yang sudah kedaluwarsa. Dan untung nya sudah di tangani dengan benar, jika tidak bisa saja wajah nya akan hancur." Jawab dokter tersebut.


Setelah menjelaskan hal itu, dokter tersebut pun langsung bergegas untuk pergi.


Sementara Jonathan, yang tadinya ingin kembali melihat Angel. Langsung mengurungkan niatnya, lalu Jonathan langsung mencari panitia yang tadi menolak keras memberikan salep ke Angel.

__ADS_1


"Pak Jo, ada apa yah. Mencari saya?" Tanya Ayu.


"Kau itu seorang panitia, tapi kau malah lalai dalam hal seperti itu." Ucap Jonathan.


"Maaf, tapi saya tidak tahu jika yang terjadi pada wanita itu parah." Ucap nya meminta maaf.


"Parah atau tidak nya, kau tetap harus peduli. Ingat ini peringatan terakhir untuk mu, bukan hanya kepada Angel saja. Tapi kau harus peduli kepada seluruh mahasiswa yang sedang tertimpa musibah." Ucap Jonathan.


"Baik Pak Jo.." Jawab nya sambil menunduk kan kepalanya.


Setelah memarahi Ayu, Jonathan pun langsung bergegas pergi. Dia masih tak habis pikir bagaimana bisa Angel menggunakan make up yang sudah kedaluwarsa.


Angel tengah bersama teman nya, Intan menjelaskan jika Pak Jo menelpon seorang dokter untuk memeriksa kondisi wajah Angel.


"Syukurlah jika wajah mu kini sudah membaik, aku heran bagaimana bisa nyamuk membuat wajah mu seperti itu?" Tanya Intan heran.


"Memang nya dokter mengatakan wajah ku karena ulah nyamuk?" Tanya Angel.


"Enggak sih, dokter gak bilang apa-apa. Tapi mungkin dia bilang sama Pak Jo, soalnya aku lihat dokter berbincang-bincang sebentar dengan Pak Jo." Jawab Intan.

__ADS_1


Angel hanya menganggukkan kepalanya, lalu tiba-tiba panitia datang ke tenda Angel. Dan mengatakan jika mereka tertukar tenda dengan tenda milik Sela.


Setelah itu, Angel dan teman-teman nya langsung membereskan barang-barang mereka dan pindah ke tenda yang awalnya di tempati oleh Sela.


Nampak Sela menatap kesal ke Intan dan juga Angel, tapi Angel hanya menundukkan kepalanya, karena di wajah nya masih ada ruam-ruam merah.


"Aduh, maaf yah. Aku gak teliti jadi ngambil tenda yang buat kalian." Ucap Intan dengan nada penuh sindiran.


"Cih..." Gumam Sela sambil menatap sinis ke arah Intan.


Intan dan teman-teman yang lain tertawa saat melihat wajah marah Sela.


Saat tiba di dalam tenda, Intan langsung membicarakan ekspresi Sela yang marah.


"Apa kau lihat wajah wanita itu? Sangat lucu." Ucap Intan sambil tertawa.


"Hahaha.. Iya, itu sih salah nya juga main ambil tenda milik orang." Ucap Windi.


"Iya, dia belum tahu yah. Siapa aku, Intan. Si Ratu tukang nyindir.." Ucap Intan.

__ADS_1


Melihat teman-teman yang tengah tertawa, Angel hanya tersenyum.


__ADS_2