Dosen Ku Mantan Ku

Dosen Ku Mantan Ku
Kunjungan


__ADS_3

Kini Angel berdiri di depan rumah mewah dan megah, tangannya menggenggam erat sebuah paper bag berisikan kue yang dia buat sendiri.


"Apa kau gugup?" Tanya Jonathan seraya menepuk pundak Angel.


"Iya, lumayan," Jawabnya sambil menundukkan kepala.


"Baiklah, kita masuk sekarang. Dan kau tenang saja aku akan ada di samping mu," Bisik Jonathan.


Lalu Angel pun mengangguk kepalanya, kemudian Angel mulai melangkahkan kakinya untuk masuk ke rumah besar tersebut bersama dengan Jonathan.


Di dalam rumah rupanya sudah ada Ayah dan juga Ibu Jonathan, nampak Angel pun tersenyum lalu menyalami mereka satu persatu.


"Jadi ini kekasih mu?" Tanya Fernando seraya melihat ke arah Angel.


"Iya, ini kekasih ku yang selalu ku bicarakan," Jawabannya.


"Dia sangat cantik, pantas saja kau tergila-gila kepada nya," Sambung Fernando memberikan pujian kepada Angel.


Angel hanya diam sambil tersenyum, berbeda dengan Fernando yang nampak ramah. Rosalina menatap tak suka ke arah wanita yang berada di samping anaknya itu.


"Ini Om, saya bawakan kue," Ucap Angel sambil memberikan paper bag berisikan kue tersebut kepada Fernando.


"Terimakasih banyak," Jawab Fernando sambil menyuruh pelayan untuk membawa kue itu ke dapur dan menghidangkan nya ke atas piring.

__ADS_1


Rosalina yang melihat pelayan membawakan kue yang di bawa oleh Angel pun hanya bisa menatap rendah kue murahan di depannya itu.


"Baiklah, saya cicipi yah."


Lalu Fernando langsung memakan kue buatan Angel, nampak pria tua itu menikmati kue yang di bawakan oleh kekasih Jonathan.


"Emm... Kue nya enak, apa kau membelinya atau membuatnya sendiri?" Tanya Fernando.


"Saya membuatnya," Jawab Angel.


"Wow.. Bagus, tak ku sangka kekasih mu juga pintar memasak," Puji Fernando


"Ayah bisa saja, tapi Angel memang jago dalam hal memasak," Ucap Jonathan.


"Hanya memasak kue kenapa harus di banggakan, lagi pula itu adalah hal yang mudah dan semua orang pun bisa hanya dengan memanggang kue seperti itu," Ucap Rosalina dengan nada merendahkan.


Mendengar ucapan Rosalina, Angel hanya tersenyum kecut.


Lalu Rosalina pun mengambil sepotong kue buatan Angel, dengan perlahan dia menggigit kue tersebut.


Tapi sesaat kemudian wajah nya berubah dengan tatapan marah.


"Kue macam apa ini? Kue nya keras dan rasanya pun tak enak," Ucap Rosalina sambil melemparkan sepotong kue di tangannya ke lantai.

__ADS_1


Melihat hal itu Angel hanya terdiam tanpa mengatakan sepatah kata pun.


"Bu, apa yang kau lakukan. Jelas-jelas kue buatan Angel itu enak, bagaimana bisa kau mengatakan nya tak enak?" Ucap Jonathan kesal melihat tingkah laku ibunya yang tak bisa menghargai Angel.


"Tapi memang kenyataannya kue itu tak enak, lagi pula kue itu memang tak memiliki standar yang cocok untuk lidah ku," Ucap Rosalina.


Melihat tingkah laku istrinya, Fernando langsung menarik Rosalina untuk pergi dari ruang tamu.


"Ada apa sih Mas?" Tanya Rosalina sambil melepaskan tangannya dari tarikan Fernando.


"Aku tahu kau tak menyukai wanita itu tapi setidaknya hargai dia karena dia juga manusia yang memiliki perasaan," Ucap Fernando memberikan pengertian kepada Rosalina.


"Wanita seperti itu memang tak layak untuk di hargai," Jawabnya.


"Aku tak habis pikir bagaimana kedua orang tua mu dulu mengajari mu, bahkan kau tak memiliki tata Krama sebagai seorang wanita kelas atas," Ucap Fernando memarahi istri nya.


"Tapi aku tak menyukai wanita itu dan wanita itu layak mendapatkan sikap seperti itu," Jawab Rosalina.


"Kau selalu menyebut jika wanita itu adalah wanita dari kaum rendah tapi dengan sikap mu seperti itu kau juga bahkan lebih rendah dari itu, kau menyebut dirimu sengaja kaum kelas atas tapi kau tak bisa menunjukkan sikap wanita kelas atas karena yang ku lihat kau seperti wanita di pinggiran jalan yang suka marah-marah karena haus akan uang," Ucap Fernando.


Mendengar ucapan Fernando, Rosalina pun langsung menangis dia tak menyangka jika suaminya itu akan memarahinya seperti itu.


Kemudian Fernando langsung memeluk Rosalina dan menenangkan istrinya itu, "Aku bersikap seperti ini karena aku menyayangi, aku tak ingin kau terus memelihara sikap buruk seperti itu," Ucap Fernando.

__ADS_1


__ADS_2