
Plak...
Sebuah tamparan mendarat di pipi Jonathan, Rosalina menatap kesal pria di depannya itu.
"Kau kembali lagi dengan wanita miskin itu, dan kau malah mencampakkan Olivia. Kau sudah tak mendengarkan ucapan ku lagi, Jonathan." Maki Rosalina.
"Aku bukan anak kecil lagi, Bu. Aku sendiri yang akan menentukan dengan siapa aku akan menghabiskan masa tua ku nanti." Ucap Jonathan.
"Inilah yang ku benci, setelah kau mengenal wanita itu. Kau menjadi anak yang melawan perintah orang tua." Ucap Rosalina kesal.
"Bu.. Ini bukan karena Angel, tapi ini murni karena diri Ku. Karena aku muak harus hidup di bawah aturan mu, sampai saat waktu kecil aku berteman pun harus kau atur. Semuanya kau atur, aku cape Bu..." Ucap Jonathan.
"Cape? Kau bilang Cape, aku melahirkan mu dan merawat mu sampai sebesar ini. Apa kau pikir aku tak cape, dan kau mengatakan cape? Kau sekarang menjadi anak yang durhaka setelah mengenal wanita itu, itulah kenapa aku tak menyukai wanita berkasta rendah seperti dia." Maki Rosalina kesal kepada putranya.
Jonathan pun terdiam, tanpa ingin mendengarkan ucapan ibundanya. Jonathan langsung pergi dari rumah.
"Jonathan.. Mau kemana kamu.." Panggil Rosalina.
Tapi Jonathan tak menghiraukan panggilan dari ibunya itu, entah dari dulu sampai sekarang pemikiran ibunya tak pernah bisa berubah dia terus saja memandang rendah Angel.
__ADS_1
Dret... Dret.. Dret..
Di saat Jonathan tengah menyetir tiba-tiba handphone nya berdering dan rupanya itu adalah panggilan dari pengurus rumah.
"Ada apa?"
"Tuan muda, Nyonya.. Penyakit jantung nyonya kambuh."
Mendengar hal itu Jonathan langsung panik dengan cepat dia segera memutar balik mobil nya dan kembali ke rumah.
Sesampainya di rumah, Jonathan langsung pergi ke kamar ibunya. Dan di sana rupanya sudah ada dokter yang menangani kondisi Ibu Jonathan.
"Bagaimana keadaan ibu ku?" Tanya Jonathan kepada dokter yang menangani ibunya.
"Kondisi nya sekarang cukup stabil, tapi saya harap dia tak terlalu di Bebani dengan masalah atau pun membuat nya terkejut karena itu bisa mempengaruhi penyakit jantung nya." Jawab dokter tersebut.
Mendengar hal itu Jonathan pun hanya menganggukkan kepalanya, lalu dokter itu pun langsung pamit kepada Jonathan.
"Untuk apa kau pulang? Bukankah kau ingin bersama wanita itu." Ucap Rosalina kepada putranya.
__ADS_1
"Sudah jangan bahas hal itu lagi, sekarang adalah kesehatan ibu yang terpenting." Jawab Jonathan.
"Ibu tak akan sehat jika kau terus ingin bersama dengan wanita itu." Ucap Rosalina marah.
Jonathan pun langsung terdiam sesaat. "Bu.. Apa kau ingin melihat ku bahagia?" Tanya Jonathan.
"Tentu... Orang tua mana yang tak menginginkan anaknya bahagia." Jawab Rosalina.
"Lalu kenapa kau melakukan ini? Kenapa kau menjadi penghalang kebahagiaan ku?" Tanya Jonathan dengan tatapan kecewa.
Melihat tatapan kecewa Jonathan, Rosalina pun terdiam. Selama ini dia tak pernah melihat tatapan mata Jonathan yang seperti itu.
"Kau tahu Bu, kebahagiaan seseorang bukan di lihat dari seberapa kaya pasangan mereka, tapi di lihat dari rasa cinta dan kenyamanan yang mereka dapatkan dari pasangannya. Dan aku mendapatkan kenyamanan ku bersama dengan Angel. Bukan dengan wanita lain." Jawab Jonathan.
"Dan satu lagi, ku harap ibu tak terus memandang seseorang dari kasta mereka karena tidak semua orang berkedudukan tinggi itu adalah orang baik dan begitu sebaliknya." Ucap Jonathan.
Rosalina pun hanya menghela nafas, setelah itu Jonathan langsung menyuruh pengurus rumah untuk menjaga ibundanya.
Sementara Jonathan ingin segera beristirahat di dalam kamar nya.
__ADS_1