
Tak terasa hari sudah mulai menjelang malam, teman-teman Angel sudah masuk ke dalam tenda dan karena tenda nya yang tidak muat. Akhirnya Angel hanya bisa duduk di luar tenda milik nya sambil memeluk lutut.
Dia melihat ke sekeliling, tak ada keberadaan manusia satu pun. Mahasiswa yang lain sudah terlelap dalam tidur mereka, sementara Angel. Wanita itu harus berada di luar tenda.
"Ini semua karena Sela, dasar wanita menyebalkan. Apa-apaan coba pake ngambil tenda orang, mentang-mentang orang kaya jadi bisa seenaknya gitu." Ucap Angel.
Seketika mata Angel sudah tak tahan lagi, lalu dia langsung meringkuk di depan tenda sambil memakai jaket yang tebal.
Tapi namanya juga tidur di luar, banyak nyamuk-nyamuk nakal yang mencium Angel. Hal itu membuat gadis tersebut kesal dan marah-marah.
"Arggg... Sial banget sih." Gumam Angel.
Kemudian Angel kembali memejamkan matanya, tapi sebelum itu dia langsung menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut agar nyamuk tidak menciumi nya lagi.
Dan akhirnya Angel tidur di luar, meski sebenarnya Angel bisa saja meminta bantuan pada Jonathan.
Tapi Angel tak mau, dia tak ingin tidur di tenda Jonathan. Karena jika dia tidur di tenda Jonathan, pria itu pasti akan ikut tidur di sampingnya.
Keesokkan harinya...
Angel terbangun karena suara berisik teman-teman nya yang membangunkan nya.
"Emmm.. Apaan sih, ganggu tahu." Ucap Angel sambil kembali tertidur.
"Angel bangun, lihat muka mu. Penuh bintik-bintik merah." Ucap Intan.
Angel yang masih terlelap pun seketika langsung membuka matanya saat mendengar ucapan dari sahabat nya.
"What??? Seriusan?" Tanya Angel kaget.
"Seriusan." Jawab Intan.
"Kaca? Mana kaca?" Tanya Angel.
__ADS_1
"Ini nih.." Ucap Windi.
Kemudian Angel langsung melihat wajahnya lewat cermin, seketika tubuh nya langsung membeku.
1... 2.... 3...
"Akhhhhhhhhh........................"
Teriak Angel sangat keras sampai semua mahasiswa mendengar teriakkan wanita itu.
"Wajah ku, bagaimana ini.." Ucap Angel menangis.
"Kok bisa kaya gini sih? Apa gigit nyamuk?" Tanya Intan.
"Iya kayaknya, di gigit nyamuk deh. Angel." Ucap Windi.
"Aduh... Sumpah gatal banget lagi, gimana nih?" Tanya Angel kepada teman-teman.
"Jangan di garuk, nanti makin parah." Ucap Intan.
"Ya udah, kamu tunggu di sini dulu. Aku mau ke panitia buat minta obat." Ucap Intan.
"Ya udah sana, cepetan. Jangan lama.." Ucap Angel merengek.
"Ya udah, ayo masuk dulu ke tenda. Malu di liatin." Ajak Windi.
Kemudian Angel langsung masuk ke dalam tenda.
Sementara itu Intan segera berjalan ke panitia yang sedang mengobrol dengan para dosen.
"Maaf, Kak. Mengganggu." Ucap Intan.
"Ada apa yah?" Tanya Ayu yang merupakan panitia.
__ADS_1
"Saya boleh minta salep gak, buat temen saya. Soalnya muka nya merah-merah sama gatal." Ucap Intan.
"Gak ada salep, lagian harusnya kalian bawa dong." Jawab nya dengan nada sinis.
Di dalam hati Intan ingin sekali menjambak wanita gemuk yang so cantik itu.
"Tapi kak, itu temen saya gimana?" Tanya Intan.
"Iya paling juga cuman di gigit nyamuk, nanti juga sembuh." Jawab nya lagi.
"Suruh dia cuci muka." Sambung nya.
Jonathan yang mendengar perbincangan itu pun langsung penasaran, teman yang mana?
"Ngomong-ngomong teman kamu yang mana?" Tanya Jonathan.
"Angel, Pak Jo." Jawab Intan.
Jonathan yang mendengar nama Angel pun spontan langsung berdiri.
"Ya udah, ayo.." Ucap Jonathan.
Intan pun heran kenapa dosen nya sangat peduli banget sama Angel.
Sesampainya di tenda, Jonathan langsung masuk ke dalam tenda Angel.
Teman-teman Angel yang ada di dalam tenda pun segera keluar, di sana Jonathan langsung memaksa Angel memperlihatkan wajah nya.
"Sini biar aku lihat." Ucap Jonathan.
"Gak mau.." Jawab Angel sambil menangis.
Tapi dengan sedikit paksaan, akhirnya Jonathan bisa melihat kondisi wajah Angel yang memerah bahkan.
__ADS_1
Banyak benjolan-benjolan yang sampe berdarah karena di garuk terlalu sering.
Dan di wajah Angel pun banyak bintik-bintik merah, Jonathan yang melihat kondisi Angel seketika langsung menelpon teman nya yang seorang dokter untuk segera datang ke sini.