
Angel menatap tak percaya pada berita tentang dirinya, "Orang gila mana yang telah menyebarkan berita tak benar tentang ku." Ucap Angel marah.
"Aku juga tak di tahu, tapi yang pasti sekarang kau sedang dalam keadaan bahaya. Dan pasti akan banyak orang yang membully mu di sini, sekarang lebih baik kau pulang. Oke." Ucap Intan.
"No.. No.. No... Aku gak akan pulang, karena aku gak salah. Dan aku bukan seperti yang mereka bilang, tapi jika sekarang aku pulang dan menghindar itu seakan membuktikan jika aku salah." Jawab Angel.
Intan tak habis pikir pada Angel, "Oke.. Oke, jika kau masih berpikir seperti itu. Jangan salahkan aku yah, karena aku sudah memperingatkan mu." Ucap Intan sambil menggelengkan kepalanya.
"Oke, kalau begitu kita kelas." Jawab Angel sambil menatap tangan Intan.
Di sepanjang jalan banyak wanita yang melihat Angel dengan tatapan sinis, dan tak sedikit juga yang langsung berbisik satu sama lain saat melihat Angel.
Tapi Angel hanya acuh tak acuh dengan orang-orang yang menatap sinis maupun yang membicarakan nya.
Sesampainya di kelas.
Angel langsung berjalan ke mejanya, tapi langkah Angel langsung terhenti saat tempat duduknya sudah penuh dengan sampah dan tulisan yang berisikan cacian dan hinaan kepada nya.
Intan yang melihat hal itu langsung membantu Angel untuk membersihkan tempat duduknya.
"Ih.. Kok aku mencium bau busuk yah?" Tanya Sela sambil menutup hidung nya.
__ADS_1
"Umm.. Iya aku juga mencium bau busuk." Ucap Lala.
"Iya lah wajar kalau bau, lagi pula kelas kita ada PE..LA..KOR.." Ucap Linda yang di iringi dengan tawa Sela dan juga Lala.
Angel yang mendengar hal itu nampak kesal, lalu dia memungut sampah yang berserakan di mejanya dan langsung melemparkan tepat ke wajah Linda.
Sela dan Lala yang melihat itu langsung menatap tajam ke arah Angel. "Apa maksudmu melemparkan sampah ke wajah Linda." Ucap Sela yang merupakan ketua geng tersebut.
"Ups.. Sorry yah, aku gak sengaja." jawab Angel sambil tersenyum mengejek.
"Dasar wanita gila, udah gila.. Murahan lagi." Ucap Sela sambil tersenyum mengejek.
"Ih.. Bau banget sih.." Ucap Intan sambil tertawa mengejek.
"Sampah seperti itu memang cocok di buang ke wajahmu yang seperti tempat sampah." Ucap Angel sambil tertawa sini.
Mahasiswa yang lain hanya bisa diam sambil melihat pertengkaran antara Angel dan juga Sela, lalu Angel langsung menukar kursi miliknya dengan milik Sela.
"Beraninya kau menukar tempat duduk ku." Ucap Sela kesal.
"Kenapa? Memangnya kau akan tetap masuk kelas dengan penampilan seperti itu? Uh.. Terutama dengan bau yang menyengat? Sebaiknya kau pulang sebelum kelas ini menjadi bau karena dirimu." Ucap Angel.
__ADS_1
"Argh.. Semua ini salah mu." Ucap Sela sambil berjalan hendak menyerang Angel.
Tapi Angel dengan sigap langsung menendang kaki Sela hingga wanita itu terjatuh ke lantai, tapi bukan sampai di situ saja.
Angel lalu mengeluarkan parfum miliknya dan menyemprotkannya ke badan Sela.
"Kau harusnya berterima kasih karena aku sudah mengurangi bau mu itu dengan parfum mahal ku ini." Ucap Angel sambil melihat manis.
"Aduh.. Kasihan banget sih." Ucap Intan sambil tertawa mengejek.
Lalu dan Linda pun langsung membantu Sela untuk berdiri, kemudian ketiga orang tersebut langsung pergi meninggalkan Angel dan juga Intan.
Tak beberapa lama dosen pun datang, nampak dosen wanita itu menatap sinis ke arah Angel.
"Selamat pagi anak-anak." Ucap Dosen Aulia.
"Selamat pagi, Bu." Jawab mahasiswa yang lain.
Nampak Angel melihat ke arah Dosen Aulia, perempuan 30 tahunan itu menatap sinis ke arah Angel.
Dan Angel pun yakin jika wanita di depannya itu pasti sudah mendengar berita tentang nya, dan Angel pun tahu persis bagaimana Dosen Aulia selalu mencari cara untuk mendekati Jonathan.
__ADS_1