
Rosalina terdiam dengan wajah yang memerah padam, hatinya kini tengah di Landa kemarahan saat melihat foto WhatsApp milik Jonathan telah berganti dengan foto seorang wanita yang dia tak suka.
"Apa sebenarnya yang di inginkan anak itu, aku sudah mencarikan wanita yang setara dengan martabat nya tapi dia malah menginginkan gadis kampungan seperti itu, apa sih yang di lihat Jonathan dari wanita itu." ucap Rosalina kesal saat melihat apa yang di lakukan oleh Jonathan.
Lalu tak beberapa lama pintu kamar Rosalina pun terbuka, menampilkan sosok pria gagah dengan kacamata yang bertengger di hidung mancung nya.
"Sayang." Ucap Rosalina sambil bangkit dari tempat duduknya.
"Kau duduk saja, jangan berdiri seperti itu." Ucapnya sambil membantu Rosalina kembali duduk.
"Kapan kau pulang? Kenapa tak memberitahu ku dulu jika kau ingin pulang." Ucap Rosalina dengan nada lembut.
"Anggap saja Ini sebagai kejutan untuk mu." Jawabnya sambil tersenyum.
Nampak Rosalina pun tersenyum kepada suaminya.
"Jadi bagaimana dengan anak itu?" Tanya Ayah Jonathan.
"Emm... Jonathan sangat keras kepala, bahkan dia tak mendengarkan ucapan ku dan malah tetap memilih wanita itu." Ucap Rosalina dengan nada sedih.
"Ya begitulah jika kau terlalu memanjakan nya, dan lihat sekarang." Jawabnya sambil melonggarkan dasinya.
"Lalu bagaimana sekarang?" Tanya Rosalina kepada suaminya.
"Biarkan saja dulu, lagi pula percuma kita melarangnya. Jonathan akan tetap melawan dan tak akan mendengarkan ucapan kita. Lagi pula dia sudah besar, dan mungkin wanita itu wanita yang baik." Jawabnya.
"Sayang... Tidak bisa, wanita itu wanita miskin. Dia tak pantas untuk menjadi menantu ku." Jawab Rosalina tak terima.
__ADS_1
"Iya aku tahu, sekarang lebih baik kau pokus Kepada kesehatan mu. Dan jangan dulu memikirkan Jonatan, anak itu sudah besar." Jawabnya lagi sambil berusaha untuk menenangkan hati Rosalina.
"Baiklah... Tapi bagaimana dengan Olivia, kasihan gadis itu. Dia sudah sering di sakiti oleh Jonathan." Jawab Rosalina.
"Biar kita urus saja nanti." Jawab Fernando sambil menghela nafas.
Kemudian dia langsung membantu istrinya untuk segera berbaring di atas ranjang.
"Aku harus pergi dulu yah." Ucap Fernando.
"Kemana?" Tanya Rosalina karena suaminya itu baru pulang.
"Kau harus menjelaskan situasi saat ini kepada Olivia agar dia bisa memaklumi sikap Jonathan untuk sementara waktu." Jawab Fernando sambil membelai wajah cantik istri nya itu.
"Baiklah, kau harus bisa menenangkan gadis kecil itu." Jawab Rosalina.
Setelah itu Fernando pun langsung pergi meninggalkan rumah dan segera pergi ke apartemen milik Olivia karena mereka sudah berjanji untuk bertemu di sana.
Sesampainya di apartemen Olivia.
Fernando langsung di sambut hangat oleh wanita yang akan menjadi menantunya itu.
"Om sudah datang, mari masuk." Ucap Olivia dengan menarik tangan Fernando dan langsung mengajaknya masuk ke dalam kamar.
"Lalu bagaimana?" Tanya Olivia sambil tersenyum berharap.
"Kau tahu kan, bagaimana sikap Jonathan. Aku tak bisa menjanjikan jika Jonathan akan mau meninggalkan wanita itu." Ucap Fernando.
__ADS_1
"Gak bisa, lalu aku Bagaimana. Om sudah janji." Ucap Olivia kesal.
"Bagaimana jika Om akan memberikan mu yang sebagai biaya kompensasi, dan setelah itu kau tak perlu lagi berharap pada Jonatan." Ucap Fernando.
Mendengar ucapan tersebut, Olivia nampak menatap kesal kepada pria di sampingnya itu.
"Jadi Om mau ingkar janji? Jika Om mau seperti itu. Maka aku akan mengatakan kepada semua orang jika Om sudah memperkosa mu." Ucap Olivia sambil tersenyum licik.
"Aku tak memperkosa mu, itu semua hanya kecelakaan. Dan aku melakukan hal itu karena sedang di bawah pengaruh minuman keras." Jawab Fernando.
"Tapi tetap saja, lalu bagaimana jika Tante tahu suami yang dia cintai telah mengkhianatinya. Mungkin penyakit jantung Tante akan kambuh, dan Om tahu kan apa yang akan terjadi setelah itu." Ucap Olivia sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Baik-baik aku akan berusaha untuk meyakinkan Jonathan, dan kau harus tutup mulut mu itu." Ucap Fernando kesal.
"Baiklah.. Tapi Om, aku minta uang dong. Buat shoping." Ucap Olivia.
"Berapa?" Tanya Fernando kesal sambil mengeluarkan handphone miliknya.
"Gak banyak kok cuman 300 juta aja." Ucap Olivia.
"Apa? kau ingin merampok ku?" Ucap Fernando.
"Tapi 300 juta itu gak sebanding kan dengan nyawa Tante." Ucap Olivia sambil tersenyum licik.
Mendengar hal itu Fernando terpaksa menuruti apa yang di katakan oleh Olivia, setelah itu Fernando langsung pergi meninggalkan Olivia sendirian di apartemen miliknya.
Nampak Olivia tersenyum licik, selagi dia memiliki rahasia Fernando. Olivia akan tetap santai dan tak perlu khawatir.
__ADS_1