
Jonathan tengah duduk sambil menghapus air mata Angel, nampak Angel tengah menangis. Dia merasa sangat sakit hati atas perlakuan ibu Jonathan kepada nya.
"Maafkan aku Angel, aku tak tahu jika ibu ku akan melakukan hal itu kepada mu," Ucap Jonathan meminta maaf sambil memeluk Angel.
Tapi Angel hanya diam dan terus menangis, untuk pertama kalinya dia merasa di permalukan seperti ini dan tak mampu untuk melawan.
Angel dan Jonathan yang sedang berada di taman belakang rumah pun tak ingin kembali lagi masuk ke dalam rumah, dia tak mau mendengar lagi ucapan Rosalina yang merendahkan nya lagi.
"Jika kau tak ingin masuk, kalau begitu aku akan mengantarmu pulang."
Mendengar ucapan Jonathan, Angel pun langsung menganggukkan kepalanya karena dia tak ingin berlama-lama di rumah Ibu Jonathan.
"Baiklah ayo," Jonathan langsung menarik tangan Angel untuk pergi dari sini, dan Jonathan pun tak berpamitan dengan Ayahnya sama sekali.
Di dalam mobil...
Jonathan nampak terdiam sambil memfokuskan matanya pada jalanan, sementara Angel nampak memandang keluar kaca mobil.
Jonathan yang melihat hal itu hanya bisa menghela nafas, dia merasa bersalah karena perlakuan ibunya membuat Angel menjadi sakit hati.
"Bagaimana jika kita pergi ke restoran? Karena kau belum makan," Ajak Jonathan seraya berusaha mencairkan suasana.
"Emm.. Boleh, restoran mana?" Tanya Angel.
"Coba kau cari restoran apa yang enak di sekitar sini," Ucap Jonathan.
__ADS_1
Kemudian Angel langsung mengeluarkan handphone nya dan mencari restoran terdekat. Dan Angel pun menemukan restoran terdekat dengan menu yang cukup di sukai nya.
Setelah selesai makan di restoran, Jonathan langsung mengajak Angel pulang.
Sesampainya di rumah, Jonathan langsung memeluk pinggang Angel dari belakang dan Angel hanya tersenyum sambil membelai pipi Jonathan dengan tangan mungil nya.
"Emm.. Aku sangat menyukai wangi tubuh mu," Ucap Jonathan sambil mencium leher Angel.
Angel hanya tersenyum sambil menikmati ciuman Jonathan di lehernya, lalu Jonathan langsung mengangkat tubuh Angel dan segera membawanya ke dalam kamar.
Di dalam kamar, Jonathan langsung membaringkan tubuh kekasihnya itu di atas ranjang.
Mata Jonathan dan Angel saling bertatapan satu sama lain, lalu bibir Jonathan mencium lembut bibir kekasihnya itu.
Dan Angel pun dengan lembut menganggukkan kepalanya, "Kau serius?"
"Iya," Jawab Angel sambil memalingkan wajahnya karena malu.
Mendengar jawaban dari Angel, Jonathan pun dengan lembut mencium kekasihnya dan perlahan tangan Jonathan membuka pakaian Angel satu persatu hingga wanita itu tak menggunakan t*lanjang bulat.
"Emmm..."
Terdengar suara merdu keluar dari mulut kecil Angel saat Jonathan mendekatkan bibirnya pada ujung gunung kembar milik Angel.
Jonathan yang mendengar suara-suara merdu dari Angel pun semakin bersemangat untuk melakukan hal itu.
__ADS_1
Dan malam itu pun menjadi malam yang sangat panas bagi Angel dan juga Jonathan.
Keesokan harinya...
Angel terbang dari tidurnya dengan tubuh yang sudah tak menggunakan apa-apa, tangannya menggenggam erat selimut yang menutupi tubuh t*lanjang nya dan matanya melihat Jonathan yang berada di sampingnya dengan wajah yang memancarkan kesenangan.
Lalu tangan Angel langsung membelai wajah Jonathan hingga pria itu pun terbangun dari tidurnya.
"Ah, maaf aku membuat mu terbangun."
"Tidak, apa tubuh mu sakit?"
"Emm.. Lumayan, pinggang lumayan sakit."
"Maafkan aku yang terlalu kuat mengoyangmu," Ucap Jonathan sambil tersenyum dan memeluk Angel.
Mendengar hal itu Angel pun langsung tersenyum dan memalingkan wajahnya karena malu.
"Em.. Bagaimana jika aku hami?"
"Ya nikah lah, lagi pula aku sedang mempersiapkan pernikahan kita," Jawab Jonathan.
"Tapi ibu mu?"
"Biarkan saja, lagi pula jika dia tak merestui hubungan kita. Aku tak peduli, yang terpenting aku bisa menikah dengan mu," Bisik Jonathan sambil memeluk Angel dengan lembut.
__ADS_1