Draf

Draf
Zeon


__ADS_3

luna dengan sigap memeluk tubuh sahabatnya " selamat ya sya! ayo kita makan siang aku udah lapar. ajak luna dan ketiganya melanjutkan makan siang mereka, setelah pesanan makan zen datang.


drrttt drrrtt drrttt


ponsel risya bergetar! risya melihat layar ponselnya dan mengeser ikon berwarna hijau, mengarahkan ponsel ke telingga nya.


"assalamualaikum dek" ucap risyake pada penelpon yang tak lain adalah izal adik risya.


" waalaikumsalam, ka apa kabar , sudah makan? tanya izal


"alhamdulilah kaka baik dek, ini kaka lagi makan sama ka luna! risya tersenyum kepada luna.


" syukur lah, ka aku minta izin ya ka?


" izin untuk apa dek! tanya risya


" beberapa bulan lagi aku luluskan, rencananya aku ingin ikut kapal kah!


deg!


hati risya risau memikirkan ucapan adiknya,


" dek jangan kalau kamu ingin ikut pak salam tetangga kita,!


" iya ka ini cuma 2 tahun aja,!


" kapal apa dek? bibirnya bergetar menahan sesak di dadanya!


"kapal c*** , aku janji cuma 2 tahun boleh ya? tanya izal.


dengan berat hati risya mengiyakan permintaan adiknya itu, walau hatinya sangat berat melepas kepergian adiknya nanti ke negeri orang!


tapi apa daya semua itu harus iya lakukan agar adiknya mandiri dan dapat bertanggung jawab untuk hidupnya kedepan.


POV ZEN

__ADS_1


ayo kita kembali, ajaknya kepada luna, sahabatnya! setelah mengakhir pangilannya dengan sang adik.


" sya aku balik ke kantor ya, nanti pulang aku jemput , dan dia hanya tersenyum mengaguk kecil,! aku pun pamit setelah mengatar mereka.


aku begitu bahagia ketika dia memilih mengambil boneka di tanggan ku, walaupun ada sedikit paksaan, tapi perasaan kun sungguh tulus padanya, aku sungguh mencintainya dan ingin membuatnya bahagia.


aku mengingat setiap usahaku untuk mendekatinya 3 bulan ini,! memberi bunga, coklat membuatnya ketawa bahkan aku berlutut di hadapanya, menyatakan perasaan ku di depan semua nasabah yang menunggu giliran untuk di panggil. jangankan menerima dia malah menajamkan matanya dan pergi meninggalkan ku.


sungguh miris bukan, tapi aku tidak begitu saja menyarah dan sekarang dia menerimaku!


benar kata pepatah usahan tidak akan pernah mengkhianati hasil. dan itu yang aku rasakan saat ini!.


" lun ayo kita pulang! ajak risya


" sya bukan nanti kamu di jemput zen? tanya luna.


" ngak tau! jawab risya


" ko ngak tau sya, luna menatap risya , sya kamu kenapa? dia itu sayang sama kamu, ucapnya lagi!


" iya maaf sya! jangan cemberut donk nanti cantiknya hilang! ucap luna mengoda sahabatnya itu.


mereka berjalan keluar gedung dan ternyata zen telah menunggu di sana, dengan perlahan zen berjalan menghampiri mereka.


"ayo aku antar, ajak zen dan berjalan bedampingaan bersama risya,!


zen membukakan pintu untuk risya dan juga luna!


" aku ikut juga tanya luna yang terlihat bingung,


" iya , jawab zen dan masuk duduk di belakang kemudi!


setelah mengatar luna , barulah zen mengatar risya! setelah sampai risya dengan cepat ingin keluar dari mobil zen tapi di tahan oleh zen!


" sya kamu tinggal disini! tanya zen karna ia tapi ini rumah sahabatnya.

__ADS_1


"iya, kenapa apa kamu kenal sama om indra dan tante yani? tanya risya


" iya, aku dan rifal adalah sahabat dari smp,!


"ooo, risya membulatkan bibirnya!


" sya ko kamu bisa tinggal disini, dan apa hubungan kamu sama rifal!


" apa sih, aku ngak ada hubungan apa sama sahabat kamu itu, aku tinggal disini karna mama aku sama tante yani itu sahabat jadi aku di minta tinggal di sini sama mama!


" oo, kirain! ucap zen.!


" kirain apa, jangan pikir yang macam macam aku masuk dulu! risya melangkah kan kakinya dengan kesal, tapi zen menghentikannya lagi!


"ada apa lagi! tanya risya semakin kesal.


" aku minta no kamu, pinta zen


" ni risa memberikan ponsel kepada zen!


setelah bertukar nomor, risya masuk kedalam rumah setelah zen pamit untuk pulang.


.


.


.


.


Bersambung.


πŸ˜˜πŸ˜‰πŸ˜‰


🍁 tinggalkan jejak ya kalau kalian sukaπŸ‘

__ADS_1


__ADS_2