
zen duduk , berhadapan dengan risya, mereka pun melanjutkan ritual sarapannya dengan hening!.
" mana teman yang kamu maksud nak! tanya indra setelah menyelesaikan sarapannya.
huuuuuuff, risya menarik nafas sejenak, kemudian melirik zen, " ini dia om" ucap risya, jarinya menujuk ke arah zen.
indra mengerutkan dahi nya! " apa ian orangnya? tanya indra memastikan dan di balas anggukan risya,!
" ian "
" iya pi" seolah mengerti dengan pangilnya itu! zen langsung mejelaskan, iya pi ian emang lagi dekat sama risya! maunya ian jadikan istri tapi dia belum mau pi,
uuhhuukk uhhukk
risya tersedak minunnya,!
" kamu ngak papakan sya! tanya rima.
" iya ngak papa ko, cuma kaget aja!
" kenapa kaget, emang kamu ngak mau nikah? tanya yani
" bukan gitu tante, tapi risya masih ingin bekerja, membantu mama! jawab risya jujur.
" iya tante tau, tapi kalian bedua ini sudah dewasa, dan kalian harus memikirkan langkah selanjut kedepan!
" iya tante tapi risya butuh waktu!
" iya tante mengerti, ian kamu jaga dia ya, jangan nyakitin dia atau mami ngak akan pertemu kan kamu dan dia lagi! ucap yanii sedikit mengan*am.
"siap mi" jawab zen selayaknya orang memberi hormat!
__ADS_1
" ya sudah kalian berangkat, nanti pulang kita ngobrol lagi, papi butuh penjelasanmu!
"iya pi, kita berangkat dulu, keduany pun mencium punggung tangan yani dan indra!
risya masuk kedalam mobil setelah di bukaan pintu oleh zen, dan di tutup kembali setelah risya duduk manis di samping kemudi,
tanpa menunggu waktu zen dengan cepat menancapa gas.
mobil itu melaju dengan cepat melintas jalan kota J.
" aku baru tau ternyata kamu cukup pendian juga ya kalau di rumah mami, ko beda ya waktu sama aku bawel, judes lagi.
" kalau udah tau aku bawel, judes trus kenapa kamu cape cape ngejar aku!! jawab risya.
" ciks ciks ciks, mulai lagi judes,! senyum donk sya, mau cantikmu luntur!
"hmmm, bodo amaat ! biarin jelek sekalian.!
" mungkin sekarang kamu belum bisa menerima aku sya, tapi tetap berusah agar kamu bisa menerimaku!batin zen.
.
.
" sya, waktu yang kamu kasih ke aku cuma 6 bulan!
" hmmmmm , trus! tanya risya.
" aku takut kamu ngak bisa mencintai aku!, kalau sikapmu tetap judes ke aku!
"kalau kamu udah tau, trus kenapa maksa! jawab risya tetap judes.
__ADS_1
" itu karna aku mencintaimu sya, dan aku harap kamu tidak melupakan permintaan aku.
" permintaan apa? tanya risya .
" bersikaplah selayaknya seorang kekasih,!
"emang sikap ku ngak menujukan seorang kekasih, aku ngobrol sama kamu, aku mau di antar sama kamu! trus itu bukan sikap seorang kekasih? ucap risya
" sya, kamu belum pernah pacaran sebelumnya,! tanya zen
" iya, karna buat aku, kasih sayang dan perhatian papa, abang dan adik aku udah lebih dari cukup! sehingga aku tidak membutuhkan perhatian lelaki lain. jawab risya keluar dari mobil meninggal kan zen.
zen terus menatap punggung risya sampai menghilang dari pandangannya, zen mengemudikan mobil menuju perusahannya!!
berbeda dengan yani dan indra, yang nampak khawatir dengan kedekatan zen dan risya, bukan karna takut zen akan mempermainkan risya, tapi mereka takut selamanya tidak bisa memiliki menantu seperti risya lagi.
ya, keluarga sanjaya bukan lah keluarga yang pemilih atau memandang kasta dan tahta.,! bagi orang tua zen selama anak mereka bahagia, mereka tetap akan mendukung keputusan anak anaknya.
.
.
.
.
**Bersambung.
๐๐๐
๐tinggalkan jejak ya kalau kalian suka๐**
__ADS_1