Draf

Draf
Makan malam part2


__ADS_3

**Luna dan rima melangkah menaiki tangga menuju kamar risya, setelah sampai depan pintu rima mengetuk pintu kamarnya.


Tok.. tok.. tok " ka risya, pangilnya! begitu juga dengan luna!


setelah 3 kali mengetuk dan memangil nama risya.


" rima kaya risya tidur deh, kita turun aja aku ngak tega bangunin dia! luna menggengam tangan rima mangajaknya untuk turun.


" kaka duluan aja ya, nanti aku nyusul!.luna mengangguk dan turun terlebih dulu,!


Setelah melihat punggung luna yang telah menghilang menurunin anak tangga, Rima pun meraih hendel pintu kamar risya.


ckeeelleek suara pintu yang terbuka.


Dengan perlahan rima masuk, di lihatnya risya yang tengah tidur sambil memeluk boneka pemberian zen, dengan suara audio dari ponsel yang di letakkan di samping bantalnya.


Rima duduk di tepi ranjang, tangan meraih lengang risya dengan perlahan mengerahkan lengan risya.


" ka , ka risya," pangilnya.


Risya yang tengah bergulat dengan alam mimpinya, perlahan lahan tersadar dari mimpinya,!


" Rima, kamu belum tidur ya, tanya risya.


" iya ka aku belum bisa tidur, ka temanin aku kedapur ya! Rima sengaja tidak mengatakan kalau dia di tunggu buat makan malam bersama.!

__ADS_1


Rima, tau kalau di mengatakan sudah di tunggu untuk makam malam dia pasti akan repot musti ganti baju lah ini lah itu lah, maklum namanya juga perempuan,


Menurut rima, risya sudah juah terlihat cantik dengan dasternya, rambut yang di gerai, bibir merah alami tanpa polesan make up, sungguh kecantikan yang alami.


tanpa bertanya risya langsung mengiakan permintaan rima, untuk menemaninya turun ke bawah.


" luna ko sendiri nak, risya sama rima mana! tanya yani.


" Risya tidur tante, kalau rima nanti nyusul katanya tan"


" ya udah duduk sini sayang, yani menarik tanggann luna untuk duduk di samping nya.


" ya udah, kita makan aja ntar makanya dingin kalau harus nunggu lagi,! ajak rifal.


" bentar sayang, tunggu adik mu. sayangnya risya ngak ikut gabung,!


Yani yang melihat tingkah anaknya itu mulai jengah dengannya. yani ingin memjawab kata kata putranya itu, tapi di urungkan karna waktunya yang tidak pas,!


tak tak tak.


Suara langkah kaki beriringan menuruni tangga, mendekat ke arah mereka, semua yang mata yang ada di ruang keluarga menatap kearah rima dan risya.


Rima sendiri menyadari itu, tapi tidak dengan risya, dengan langkah yang malas dan sesekali menguap risya mengikuti langkah rima.


Beberapa detik kemudian suara yani, mengagetkan risya, " nak, kamu sudah bangun? tanya yani, risya pun melihat ke arah yani, serentak matanya langsung membulat sempurna, rasa kantuknya entah hilang kemana.

__ADS_1


Risya berdiri dan diam di tempak, nampak jelas kebingungan di wajahnya, ia tetap terdiam dan tak menjawab!


" ngapain berdiri di situ, kenapa juga kita harus nunggu kamu, emang kamu siapa, cuma numpang jangan berasa jadi putri disini.


Plaakk


satu tamparan dari indra tepat di pipinya rifal, sebagai jawaban dari kata katanya untuk risya, ayo nak semuanya udah lapar,


yani menarik tangan risya untuk duduk di meja makan, di ikuti juga dengan yang lainnya!


Zen menyentuh dengan lembut pipi risya, " kamu ngak papakan sayang, jangan di masukkan kehati, dia emang gitu ko! ucap Zen menenangkan risya, dan di balas senyum oleh risya.


semuanya duduk di meja makan dalam pormasi lengkap, indra sebagai kepala keluarga duduk berhadapan dengan rifal, sebelah kanannya duduk yani, risya dan juga zen, dan sebelah kirinya Rima, luna dan putra.


.


.


.


.


Bersambung.


๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


*๐Ÿtinggalkan jejak ya kalau kalian suka๐Ÿ‘***


__ADS_2