
meninggalnya sang papa, masih menyisakan luka yang dalam di hati risya, kesedihan karna kehilangan orang yang paling ber arti dalam hidupnya, papa yang hebat yang selalu ada untuknya, selalu mendukung dan membelahnya , telah pergi untuk selama lamanya.
rasa bersalah kepada papanya di karnakan tidak ada di saat saat terakhir papanya serta rasa kecewa kepada abang dan mamanya, karna tidak pernah memberi tau tentang sakitnya ipan selama ini.
membuat risya menjadi sosok yang pendiam dan menyendiri.
risya bukannya tidak tau papanya sakit, bahkan dia selalu mengabari keluarganya via telpon mau punk videocall, terkecuali saat kemarin dia akan pulang bersama luna dan yang lain.
tetapi setiap kali bercengkrama dengan keluagranya, mereka selalu bilang baik baik saja dan sakit ayahnya cuma karna kecapean saja. sungguh hati risya begitu sakit ketika mengingat tentang semua itu.
setiap hari ia habis kan untuk duduk sendirian di tepi sungai dekat rumahnya. selama 10 hari ini, jika kalau malam tiba, ia akan berdiam diri di kamarnya., menyesali segala yang terjadi dan mengenang kebersamaanya bersama cinta pertamanya.
" sayang kamu sudah makan? tanya zen yang baru saja datang, dan duduk disamping risya.
risya mengeleng kepalanya sebagai jawaban untuk pertanyaN zen.
" sya aku tau kamu sedih kehilangaan papa kamu, tapi kamu harus mikirin kesehatan kamu juga! zen menarik nafas sejenak.
" aku yakin papa kamu juga sedih liat kamu kaya gini,! zen memcoba memberi pengertian kepada risya .
__ADS_1
"tapi kamu ngak tau gimana rasanya kehilangan zen , apalagi ini papa aku, orang yang paling berarti dalam hidup aku zen hiks.. hisk.. hiks!" ucap risya di iringin airmatanya
zen menarik tubuh risya ke dalam dekapannya. mengusap pungung risya memberi ketenangan dan kekuatan yang dia punya, " maaf mungkin aku tidak merasakan sakitnya kehilangan...!"ucap zen terhenti sejenak.
tangan zen mengusah kedua pipi risya, menyatuhkan dahinya dengan risya. " sya, sayang aku mungkin tidak merasakan sakitnya kehilangan, tetapi aku akan berusaha sebisa aku untuk mengobati rasa sakitmu, aku akan menyatuh dengan rasa sakitmu dan aku berjanji tidak akan pernah meninggalkan mu , dari lubuk hatiku yang paling dalam aku ingin membagi kebahagian ku besamamu, tolong sya, beri aku sedikit saja ruang di hati kamu, mungkin sekarang masih ada sedikit keraguan di hati kamu sya, tapi aku pecaya suatu saat aku akan mendapatkan hati kamu se utuhnya dan di saat itu terjadi aku akan menikahimu, hanya itu yang aku inginkan tolong pecaya padaku dan beri aku kesempatan sya, aku mencintaimu" zen mengecup kening risya.
risya menganguk dan tersenyum kepada zen.๐
dari kejahuan berdiri ardi dan rifal yang terus melihat zen dan risya . " semoga dia bisa membahagiakan risya" , ucap ardi kepada rifal!
" aku yakin bang zen akan membahagiakan dia dan zen tulus mencintainya!
"iya abang tidak usah khawatir ya," rifal dan ardi berpelukan sambil menepuk bahu satu sama lain.
"ayo kita balik bang, aku mau siap siap ntar sore kita semua balik ke kota J, !
" kaliang jadi balik hari ini fal? " tanya ardi.
" bang kan, besok risya dan luna udah masuk kerja, putra dan zen juga banyak pekerjaan kantor mereka yang tertudah. !
__ADS_1
"oh gitu, ya udah tapi kalian harus sering kesini ya kalau ada waktu senggang.!
" iya pasti ko bang," rifal dan ardi pun kembali ke rumah risya.
.
.
.
.
.
Bersambung.
๐๐๐
๐Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka๐
__ADS_1