Draf

Draf
bersama


__ADS_3

**Mereka melanjutkan makan malam dengan sesakali bercerita, tentang perkerjaan, dan rencana kedepan seperti apa,!


Rifal sesekali menatap bergantian kearah zen dan juga risya, iya telihat sangat binggung dengan kedekatan zen dan juga risya.


Tapi iya, tak mengambil pusing sikap kedua orang itu, dan memilih melanjutkan makannya.


Bebrapa menit kemudian, makan malam pun berakhir, semua kembali melanjutkan obrolan mereka di ruang keluarga, kecuali risya dan luna yang memilih membantu bi ima di dapur, mencuci pering berkas makan mereka.


" sya ganteng bangeet ya anaknya tante yani! ucap luna membuka obrolan di antara mereka.


" ganteng si ganteng tapi mulutnya udah kaya cabe rawit pedes bangeet,! jawab risya.


" ngak ko sya, tadi dia sapah aku lembut dan sopan bangeet loh, udah ganteng, mapan sopan lagi.


adduuuhhh, jerit luna sambit mengusap dahi bekas jitakan tangan risya .


" sadar woii, udah mau nikah masih aja ganjeng, ingat si putra. ucap risya tanpa merasa bersalah sedikit pun.


" aku kan cuma muji sya, emang ngak boleh kalau cuma sekadar memuji,! dan lagian siapa juga yang ngak ingat sama putra.


" iya sorry jawab risya sambil tersenyum, ya udah kita keruang keluarga yuk. ucapnya lagi


Risya mengajak luna, keruang keluarga untuk bergabung dengan yang lain setelah selesai membantu bi ima, dengan perlahan risya dan luna melangkah ke ruang keluarga, sesampai di ruang keluarga risya duduk di sampaing zen dan luna duduk di antara putra dan risya.


rifal tampak binggung dahinya berkerut, bertanya tanya dalam hatinya.


" sofa di samping ku kan luas kenapa dia memilih dudup berdempitan dangan ian, kalau luna wajar karna putra calon suaminya, trus hubungan gadis ini dan ian apa? batin terus bertanya tanya.


" nak kamu kenapa ko bengong gitu! tanya indra menyadarkan putranya dari lamunannya.


" ngak ko pi, aku cuma binggung aja, di samping ku ini kan luas ko dia lebih memilih duduk berdempitan sama ian! ucap rifal .

__ADS_1


" maksud kamu siapa nak, tanya yani ikut bergabung dengan obrolan ayah dan anak itu, walau sejujurnya semua yang ada di ruang itu mengerti kemana arah pembicaraan rifal.


" siapa lagi yang duduk di samping ian. jawab rifal yang malas menyebut nama risya, atau mungkin dia lupa dengan nama gadis itu.


" ya wajarlah ka, ka ian kan pacar sama ka risya jadi wajar donk kalau mereka duduk bedampingan, kalau aku jadi ka risya juga aku akan duduk di samping ka ian, ngapain duduk di samping kaka yang judes gitu sama ka risya. jawab polos itu keluar dari bibir kecil rima.


" apa sih kamu dek, kenapa kamu juga yang jawab kan kaka ngak tanya kamu! ucap rifal kesal dengan adik semata wayang nya itu.


" rima kan tau jadi rima jawab rasa penasaran kaka, biar kaka ngak gentayangan. ucap rima lagi.


" apa sih kamu dek ngak nyambung deh, ucap rifal, .


Sedangkan mereka ber4 yang duduk berjejer seperti di angkot, memilih diam saja. tangag zen mengengam erat tangan risya. risya pun membalas dengan senyum nya, walaupun tidak ada kata kata di ataran keduanya. dan semua itu tak lepas dari pantau rifal yang terus menatap ke arah mereka.


Merasa risih dengan tatapan rifal, zen akhirnya membuka suara, untuk mengalihkan perhatian rifal. karna yani dan indra telah kembali ke kamar untuk beristirahat.


" bro besok kita berangkat jam berapa? tanya zen kepada putra,!


" ya udah berangkat pagi aja, kebetul aku juga udah bilang ke nita, dan nita juga udah izin kerja besok dia akan ikut dengan kita.


" apaaa, nita juga ikut! ucap zen dan putra kompak,


" kalian ber2 kenapa sih, sampai kaget gitu. kan aku sudah bilang aku akan ikut dan otomatis dia juga akan ikut, kan ini waktu ribur aku, aku juga ingin menghabiskan waktuku dengan orang yang ku cintai.


" ya udah deh terserah lu aja bos, aku mah ikut mana baiknya aja, kata putra.


" tapi besok kita berangkat sore, ya! soalnya tunggu risya pulang kerja dulu, ucap luna.


" ko sore yank, emang risya ngak bisa izin gitu sehari. tanya putra!


" kan risya baru kerja yank, ngak enak donk baru kerja beberapa bulan udah main izin aja, jadi sore aja ya kita berangkatnya. luna berusaha mayakinkan putra.

__ADS_1


hati zen begitu bersyukur karna dia bisa menghabiskan waktunya bersama kekasihnya tanpa harus menjadi obat nyamuk buat ke dua sahabatnya.


" trus masalah mobil gimana, apa kita bawah mobil satu aja? tanya rifal


" jaaaangaaann" teriak luna dan risya bersama.


" kenapa tanya, zen binggung dengan sikap keduanya,!


" buka apa apa sih, cuma kalau kalian bawah mobil satu satu, yang ada semua warga akan berkumpul di rumah kita berdua!, mending bawah mobil satu aja biar ngak jadi perhatian warga. jawab risya


" benar juga, zen turut membenarkan kata kata risya begitu juga dengan putra dan rifal, "trus kita pakai mobil apa! tanya zen.


" gimana kalau kita pakai mobil kijang innova punya papi! ucap putra memberi usul.


" oke, kita pake mobil itu aja! kata rifal dan mereka semua pun setujuh, " ya besok jam 6 selesai risya bekerja kita berangkat ya!


" iya, kalau gitu aku sama luna kekamr dulu ya, kita mau istirahat udah malam juga. pamit risya kepada ke3 lelaki itu dan di balAs anggukan kepala dari ke3nya dan senyum manis dari sang kekasih.


Risya, dan luna melangkah ke kamarnya, meninggalkan zen, putra dan juga rifal. yang terus melanjut kan obrolan ke tiganya**.


.


.


.


.


**Bersambung.


๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


๐ŸTinggalkan jejak ya kalau kalian suka๐Ÿ‘**


__ADS_2