Draf

Draf
Bersama mu


__ADS_3

**Tanggan zen masih betah membelai surai hitam risya dengan nyamannya.


"Aku sadar aku bukan pria yang baik sya! sudah banyak wanita yang aku sakit , aku selalu mengangap wanita sebagai patner one night stand, tetapi entah mengapa setelah bertemu dengan kamu, semua prinsip dan kebiasan itu hilang dengan sendirinya. mungkin ini telalu cepat untuk di sebut cinta.


aku tau, aku tak pantas untuk gadis sepolos dan sebaik kamu, tapi sedikit saja aku ingin egois untuk hidup yang lebih baik bersama mu." batin zen


perlahan zen menundukan kepala, mengecup jidat risya! tanganya turun mengelus pipi risya yang sedikit cabi" aku mencintai mu sya, aku ingin hidup bersamamu".


ucap zen yang di dengar putra, rifal dan nita! risya tetap nyenyak dalam tidurnya! perlakuan zen ke risya tak lepas dari mata elangnya rifal, begitu juga dengan putra.


Zen menyadari kalau sedari tadi ia di awasi ke 2 sahabatnya itu.," kenapa kalian menatapku seperti itu" ucapnya tanpa melihat kepada rifal dan juga putra!


" bukan apa ian, tapi aku tau siapa kamu! aku tidak ingin kalau mempermainkan gadis yang ada di depanmu" ucap rifal dengan pandangan tetap fokus menyetir.


"aku juga manusia fal, yang tak luput dari salah dan dosa, aku punya hati, aku juga tau cara mencintai, aku sangat tulus sayang sama dia". hati zen megitu sakit ketika ketulusan di ragukan sahabatnya.


Walaupun kecewa dengan rifal itu tak akan menjadi alasan untuk marah, karna rifal lah yang selalu mengingatkanya, kalau hubungan O.N.S itu salah dan di larang agama.


Kata kata rifal tak pernah di tanggapin sama zen, masuk telingan kanan keluar telingan kiri selalu seperti itu.

__ADS_1


Jadi tidak salahkan kalau ia sedikit punya prasanka kepada zen sahabatnya itu,


tanggan putra menepuk bahu zen " yan bukan maksud kita untuk meragukan kamu, kita juga senang kamu mau merubah sifat kamu menjadi lebih baik".


"Aku bersyukur banget sama risya karna dia mampu merubah kamu, aku doakan semoga kalian langeng dan cepat menyusul kita. ucap putra lagi.


" bukannya aku meragukan keseriusan kamu sama risya yan, aku juga senang dan dukung hubung kalian, dan jangan pernah kamu sakit dia !kata rifal


"iya makasih ya karna kalian udah mau dan sabar menjadi sahabat aku, terima kasih atas suport kalian untuk hubungan aku dan risya". ucap zen dan di balas senyuman dari kedua sahabatnya itu.


mobil terus melaju dengan obrolan dan candaan dari ke 3 sahabat itu, sedangkan luna dan risya nampak nyenyak, tak terusik sedikit pun dengan obrolan mereka.


Mobil yang di kemudikan rifal akhirnya sampai di kampung halaman risya, mereka di sambut dengan hamparan kebun teh yang sangat luas.


sejuk dan dinginya angin malam begitu terasa ketika zen menurunkan kaca mobil di sisinya membangunkan risya dari tidurnya.


" apa kita sudah sampai" tanya risya sambil mengucak mata dan merengangkan otot ototnya.


" sudah , rumah kamu yang mana? tanya rifal.

__ADS_1


" lurus aja , 6 rumah dari sini, itu rumah aku! jawab risya.


rifal menghentikan mobil tepan di depan rumah risya, risya langsung keluar dari mobil setelah pintu itu dibuka.


risya berlari kedepan pintu rumahnya." tok tok tok, di kotoklah pintu rumahnya. "mama, papa, bang buka ini risya " ucapnya sambil terus mengetuk.


sudah berulang kali risya mengetuk, tetapi tidak ada tanda tanda pintu akan di buka, risya mulai khawatir rasa ia ingin bertanya ke tetangga tapi iya urungkan, karna tidak mau menganguh waktu istirahat mereka**,.


.


.


.


.


**Bersambung...


πŸ˜‰πŸ˜˜πŸ˜˜

__ADS_1


🍁 *Tinggalkan jejak ya kalau kalian sukaπŸ‘***


__ADS_2