
Tepat jam delapan malam Sanjaya pulang. Bunda Vio yang
tahu betul jam pulang suami tercinta, selalu menunggu Sanjaya untuk makan malam
bersama, terkecuali Sanjaya memberi kabar untuk tidak menunggunya.
" Bagaimana pekerja ayah hari ini." Tanya bunda
Vio, ia mengambil tas kerja Sanjaya dan jas di tangan suaminya itu.
"Seperti biasa pekerja ayah hari ini juga lancar
seperti kemarin kemarin." Jawab Sanjaya. di ikuti kecupan mesra pada
kening bunda Vio, Umur boleh tua tetapi kemesraan tetap harus di utamakan untuk
hubungan yang harmonis.
" Ya sudah kalau begitu bunda simpan tas dan jas
kerja ayah dulu, habis itu kita makan malam sama sama."
"Iya bunda, ayah juga mau mandi dulu." Kedua
duanya sama-sama mengangguk.Setelah itu melakukan apa yang mereka ingin lakukan,
ayah Sanjaya membersihkan tubuhnya sedangkan bunda Vio menyimpan tas suaminya
dan meletakkan jas ayah Sanjaya pada keranjang pakaian kotor. Setelah itu bunda
Vio membantu pelayan di rumahnya, menyiapkan makan malam untuk mereka.
Lima belas menit kemudian Sanjaya datang dan bergabung
bersama mereka di ruang makan. Mereka menikmati makan malam dengan
hening, selesai makan malam Sanjaya, mengajak bunda Vio, duduk di ruang
keluarga, ia ingin segera membicarakan , niat baik dari keluarga Zaneq untuk
putri mereka Rania.
“Ada apa sih?” Tanya bunda Vio. Saat tangannya di tarik menuju ruang keluarga.
“Ada hal mendesak yang harus ayah bicarakan sama bunda.” Sahut sanjaya ketika
keduanya telah duduk di ruang keluarga.
“Masalah kerjaan kah?” Tanya bunda Vio lagi.
“Bukan bun, ini masalah lebih serius dari masalah kerjaan.”
“Apasih yah, jangan buat bunda khawatir deh.”
“
Bunda tahu keluarga Zaneq kan?” Tanya ayah sanjaya . memulai obrolan serius di
antara mereka.
“Iya, tahu lah yah, siapa yang tidak kenal keluarga mereka.” Sahut bunda Vio,”
__ADS_1
Emang nya mereka kenapa? Apa mereka batal in kerja sama dengan ayah?” Saking
penasaran nya sampai bunda Vio jadi salah menduga.
Sebab,sebelum sebelumnya suaminya tidak pernah berbelit belit jika ada sesuatu hal
yang harus keduanya bahas.
“Kan ayah sudah bilang ini, bukan masalah kerjaan. Bunda gimana sih.”
“Ya, terus apa dong! ayah sih terlalu berbelit belit. To the point.” Desak bunda
Vio, sedikit tidak sabaran.
“Mereka menginginkan Rania untuk menjadi menantu mereka.”
“Ayah yakin, ayah tidak salah dengar.” Bunda Vio tidak bermaksud meragukan ucapan
suaminya. Hanya saja, yang wanita paruh baya itu tahu, semua anak alea dan
Raaz sudah menikah. Terus putrinya mau di jodohkan dengan siapa. Sebaik apapun
keluarga mereka tentu bunda Vio tidak akan pernah mengizinkan putrinya untuk
menjadi istri kedua atau apa pun yang berhubugan dengan menyakiti hati wanita
lain.
“Yah, semua anaknya Raaz dan Aleya itu sudah nikah loh, ayah mau menjodohkan
Rania dengan siap. Jangan karena selama ini dia tidak pernah memiliki hubungan
akan setuju, untuk hal ini.” Makin melantur saja ucapan bunda Vio.
“Ayah juga tidak akan setuju, jika lelaki itu mempunyai pasangan bun! Tetapi Ini tuh anak pertama
raaz, istrinya baru saja meninggal beberapa bulan yang lalu dan menurut Raazad,
cucunya begitu menyukai Rania.
“Tetap aja bunda nggak setuju, mereka cari istri atau cari beby sister buat cucu
mereka.”
“Tentu saja istrilah bun! Kasihan bun, cucu raazad itu nggak bisa dekat dengan
sembarang orang, baru Rania yang dia mau! coba bunda bayangi
Naela atau Narendra yang di posisi cucu mereka, apa bunda tega membiarkan mereka tumbuh tanpa sosok seorang ibu.”
“ Tetap aja bunda nggak setuju, ngapain sih
ayah bandingkan cucu mereka dengan cucu kita. Tuh sama aja, ayah doa in yang
tidak tidak buat anak dan cucu kita! Lagian bunda heran deh sama ayah, bukannya
ayah nggak suka yang namanya perjodohan, kenapa sekarang ayah jadi begitu
antusias untuk menjodoh kan Rania.”
“Ayah hanya kasihan sama cucu mereka, lagian dulukan mereka pernah nolong kita
__ADS_1
nggak ada salah nya kan, jika kita membalasnya dengan cara ini.” Bujuk Sanjaya,
dalam membangun sebuah bisnis pasti melewati yang namanya jatuh bangun dan dulu
di saat sanjaya, hampir bangkrut, raazad lah yang membantunya.
Tentu saja sanjaya tidak ingin kehilangan kesempatan, untuk membalas kebaikan Raazad
padanya. Tetapi sayang bunda Vio tidak menyetujui hal itu. Dan kesempatannya
untuk membalas kebaikkan Raaz rasanya tidak akan datang dua kali.
“Gini aja bun, bunda coba berbicara dengan
Rania terlebih dulu, jika Rania menolak nya! Maka ayah tidak akan memaksa dia
tapi jika Rania setuju, bunda juga harus setuju. Bagaimana?” Sanjaya mencoba bernegosiasi
dengan istrinya.
“Oke, nanti bunda, bicara dengan Rania dan bunda yakin Rania tidak akan setujuh.”
Sanjaya hanya merespon ucapan bunda Vio dengan menaikkan kedua bahunya. Dari pada
dia harus berdebat dan berakhir bunda Vio tidak jadi berbicara dengan Rania.
\===========
Setelah pembicaraan mereka malam itu, esoknya Bunda Vio membicarakan hal itu dangan
Rania. Dan semuanya di luar dugaan, rania akan memberikan jawab setelah bertemu
dengan keluarga Raazad.
Bunda Vio pun tak bisa berbuat apa apa, ia mau tak mau, harus menyetujui permintaan putrinya. Besok
malam adalah pertemuan dua keluar ini, bunda Vio menyarankan pertemuan mereka
untuk di lakukan di kediaman Sanjaya, sekaligus makan malam dua keluarga
mengingat kemarin anak, menantu dan cucunya baru kembali dari Riau.
Waktu bergulir dengan begitu cepat, kini pertemuan dua keluarga itu tinggal
menghitung menit dan segala sesuatunya telah di siapakan bunda Vio dengan baik.
Ting,, tong....
Bel rumah berbunyi, menandakan tamu yang di tunggu telah datang, bunda Vio dan Ayah
Sanjaya Keluar menyambut kedatangan Raazad,Istri, anak dan cucunya.
Sapaan serta perkenalan pun dilakukan kedua keluarga itu, sementara luna dan dina,
sedang menenangkan Narendra dan Naela.
Aleaya yang tidak melihat keberadaan Dina tentu saja binggung, sementara anak dan
suaminya, hanya terlihat santai saja.
__ADS_1