Draf

Draf
Salah orang


__ADS_3

Tepat jam delapan malam Sanjaya pulang. Bunda Vio yang


tahu betul jam pulang suami tercinta, selalu menunggu Sanjaya untuk makan malam


bersama, terkecuali Sanjaya memberi kabar untuk tidak menunggunya.


" Bagaimana pekerja ayah hari ini." Tanya bunda


Vio, ia mengambil tas kerja Sanjaya dan jas di tangan suaminya itu.


"Seperti biasa pekerja ayah hari ini juga lancar


seperti kemarin kemarin." Jawab Sanjaya. di ikuti kecupan mesra pada


kening bunda Vio, Umur boleh tua tetapi kemesraan tetap harus di utamakan untuk


hubungan yang harmonis.


" Ya sudah kalau begitu bunda simpan tas dan jas


kerja ayah dulu, habis itu kita makan malam sama sama."


"Iya bunda, ayah juga mau mandi dulu." Kedua


duanya sama-sama mengangguk.Setelah itu melakukan apa yang mereka ingin lakukan,


ayah Sanjaya membersihkan tubuhnya sedangkan bunda Vio menyimpan tas suaminya


dan meletakkan jas ayah Sanjaya pada keranjang pakaian kotor. Setelah itu bunda


Vio membantu pelayan di rumahnya, menyiapkan makan malam untuk mereka.


Lima belas menit kemudian Sanjaya datang dan bergabung


bersama mereka di ruang makan. Mereka menikmati makan malam dengan


hening,  selesai makan malam Sanjaya, mengajak bunda Vio, duduk di ruang


keluarga, ia ingin segera membicarakan , niat baik dari keluarga Zaneq untuk


putri mereka Rania.


“Ada apa sih?” Tanya bunda Vio. Saat tangannya di tarik menuju ruang keluarga.


“Ada hal mendesak yang harus ayah bicarakan sama bunda.” Sahut sanjaya ketika


keduanya telah duduk di ruang keluarga.


“Masalah kerjaan kah?” Tanya bunda Vio lagi.


“Bukan bun, ini masalah lebih serius dari masalah kerjaan.”


“Apasih yah, jangan buat bunda khawatir deh.”



Bunda tahu keluarga Zaneq kan?” Tanya ayah sanjaya . memulai obrolan serius di


antara mereka.


“Iya, tahu lah yah, siapa yang tidak kenal keluarga mereka.” Sahut bunda Vio,”

__ADS_1


Emang nya mereka kenapa? Apa mereka batal in kerja sama dengan ayah?” Saking


penasaran nya sampai bunda Vio jadi salah menduga.


Sebab,sebelum sebelumnya suaminya tidak pernah berbelit belit jika ada sesuatu hal


yang harus keduanya bahas.


“Kan ayah sudah bilang ini, bukan masalah kerjaan. Bunda gimana sih.”


“Ya, terus apa dong! ayah sih terlalu berbelit belit. To the point.” Desak bunda


Vio, sedikit tidak sabaran.


“Mereka menginginkan Rania untuk menjadi menantu mereka.”


“Ayah yakin, ayah tidak salah dengar.” Bunda Vio tidak bermaksud meragukan ucapan


suaminya. Hanya saja, yang wanita paruh baya itu tahu, semua anak alea dan


Raaz sudah menikah. Terus putrinya mau di jodohkan dengan siapa. Sebaik apapun


keluarga mereka tentu bunda Vio tidak akan pernah mengizinkan putrinya untuk


menjadi istri kedua atau apa pun yang berhubugan dengan menyakiti hati wanita


lain.


“Yah, semua anaknya Raaz dan Aleya itu sudah nikah loh, ayah mau menjodohkan


Rania dengan siap. Jangan karena selama ini dia tidak pernah memiliki hubungan


akan setuju, untuk hal ini.” Makin melantur saja ucapan bunda Vio.


“Ayah juga tidak akan setuju, jika lelaki itu mempunyai  pasangan bun! Tetapi Ini tuh anak pertama


raaz, istrinya baru saja meninggal beberapa bulan yang lalu dan menurut Raazad,


cucunya begitu menyukai Rania.


“Tetap aja bunda nggak setuju, mereka cari istri atau cari beby sister buat cucu


mereka.”


“Tentu saja istrilah bun! Kasihan bun, cucu raazad itu nggak bisa dekat dengan


sembarang  orang,  baru Rania yang dia mau! coba bunda bayangi


Naela atau Narendra yang di posisi cucu  mereka, apa bunda tega membiarkan mereka tumbuh tanpa sosok seorang ibu.”


“ Tetap aja bunda nggak setuju, ngapain sih


ayah bandingkan cucu mereka dengan cucu kita. Tuh sama aja, ayah doa in yang


tidak tidak buat anak dan cucu kita! Lagian bunda heran deh sama ayah, bukannya


ayah nggak suka yang namanya perjodohan, kenapa sekarang ayah jadi begitu


antusias untuk menjodoh kan Rania.”


“Ayah hanya kasihan sama cucu mereka, lagian dulukan mereka pernah nolong kita

__ADS_1


nggak ada salah nya kan, jika kita membalasnya dengan cara ini.” Bujuk Sanjaya,


dalam membangun sebuah bisnis pasti melewati yang namanya jatuh bangun dan dulu


di saat sanjaya, hampir bangkrut, raazad lah yang membantunya.


Tentu saja sanjaya tidak ingin kehilangan kesempatan, untuk membalas kebaikan Raazad


padanya. Tetapi sayang bunda Vio tidak menyetujui hal itu. Dan kesempatannya


untuk membalas kebaikkan Raaz rasanya tidak akan datang dua kali.


“Gini aja bun, bunda coba berbicara  dengan


Rania terlebih dulu, jika Rania menolak nya! Maka ayah tidak akan memaksa dia


tapi jika Rania setuju, bunda juga harus setuju. Bagaimana?” Sanjaya mencoba bernegosiasi


dengan istrinya.


“Oke, nanti bunda, bicara dengan Rania dan bunda yakin Rania tidak akan setujuh.”


Sanjaya hanya merespon ucapan bunda Vio dengan menaikkan kedua bahunya. Dari pada


dia harus berdebat dan berakhir bunda Vio tidak jadi berbicara dengan Rania.


\===========


Setelah pembicaraan mereka malam itu, esoknya Bunda Vio membicarakan hal itu dangan


Rania. Dan semuanya di luar dugaan, rania akan memberikan jawab setelah bertemu


dengan keluarga Raazad.


Bunda Vio pun tak bisa berbuat apa apa, ia mau tak mau, harus  menyetujui permintaan putrinya. Besok


malam adalah pertemuan dua keluar ini, bunda Vio menyarankan pertemuan mereka


untuk di lakukan di kediaman Sanjaya, sekaligus makan malam dua keluarga


mengingat kemarin anak, menantu dan cucunya baru kembali dari Riau.


Waktu bergulir dengan begitu cepat, kini pertemuan dua keluarga itu tinggal


menghitung menit dan segala sesuatunya telah di siapakan bunda Vio dengan baik.


Ting,, tong....


Bel rumah berbunyi, menandakan tamu yang di tunggu telah datang, bunda Vio dan Ayah


Sanjaya  Keluar menyambut kedatangan Raazad,Istri, anak dan cucunya.


Sapaan serta perkenalan pun dilakukan kedua keluarga itu, sementara luna dan dina,


sedang menenangkan Narendra dan Naela.


Aleaya yang tidak melihat keberadaan Dina tentu saja binggung, sementara anak dan


suaminya, hanya terlihat santai saja.


 

__ADS_1


__ADS_2