
setelah bertukar nomor, risya masuk kedalam rumah setelah zen pamit untuk pulang.
" sya udah pulang! sapa rima yang hendak ingin keluar ruma!
" iya ri, eh kamu mau kemana? tanya risya, melihat rima yang cantik dengan drees selutut berwarna biru muda itu.
"aku mau kumpul sama teman!
" oo risya membulatkan bibirnya.
" sya nanti kalau mami tanya tolong bilang ya,! ucap rima belalu meningalkan risya.
" iya ri , kamu hati hati ya,
"iya sya!
risya melangkah kekamarnya, membersihkan diri dan beristirahat sejenak! sebelum turun ke dapur membantu bi ima.
.
.
makan malam telah berakhir sejam yang lalu, risya ikut bergabung di ruang keluarga setelah mengantar teh dan potongan buah untuk yani, indra dan rima!
" sya gimana kerja an mu! tanya indra.
" alhamdulilah lancar lancar saja om,!
"syukurlah kalau gitu,om ikut senang. indra tersenyum kepada risya.
" om tante ada yang mau risya bicara kan! ucap risya!
" apa itu sya katakan! pinta yani mengelus puncak kepala risya.
__ADS_1
" tante om! risya sebenarnya lagi dekat sama teman pria! tangan risya merem*s ujung baju nya ! sedikit cemas.
" iya ngak papa donk sayang itu hak kamu! jawab yani tertawa.
" sya umur kamu itu berapa" tanya yani lagi
" 23 tante, !
" trus kenapa kamu harus takut , di saat wanita se usia kamu, sudah memiliki anak!
" tapi risya takut om dan tante marah kalau risya di antar jemput,nanti kata orang gimana? risya takut di bilang ngak sopan dan seenak nya disini tante!
" ngapain pusingin ucapan orang yang belum tentu benar! kata yani meyakinkan risya.
" dengan kamu ngomong dan terus terang sama om dan tante ! itu sudah cukup mencerminkan kesopanan mu nak, ucap indar turut mendukung keputusannya.
"trus kapan risya mau kenalin teman risya sama om dan tante, kata indra lagi.
" besok tante , om tapi katanya om dan tante sudah mengenalnya.
risya hanya tersenyum tak menjawab!
" ya udah besok om tunggu ya! kata indra yang mengerti ke gugupan risya.
" ya sudah kalian istirahat ya ! pintah yani kepada risya dan yani,
kedua gadis itu tampak mengangguk dan melangkah kekamar masing masing.
" mi,papi sangat berharap risya bisa menjadi menantu kita, papi suka dengan sikapnya! ucap indar kepada yani.
"mami juga suka sama risya, mami sengaja minta risya tinggal di sini biar dekat sama rifal, tapi mau gimana lagi, anak papi udah memilih perempuan itu,
" huuuuuffff indra menghebus nafas kasar, itulah, kita doakan saja semoga mereka bahagia.
__ADS_1
"iya pi , kita istirahat aja!
indra dan yani masuk ke kamar dan membaringkan tubuh mereka di ranjang king size itu, tidak butuh waktu lama keduanya pun tertidur!
.
.
seperti ucapan risya semalam zen datang ke rumah rifal, zen masuk di antar bi ima ke ruang makan, di mana indra, yani, rima dan risya sedang sarapan.
"ibu maaf ada deen ian, bi langsung pamit ke dapur setelah mengatar zen ke ruang makan!
" ian kamu kapan datangnya, udah selesai studinya? yani memeluk zen.
" udah tante 4 bulan yang lalu" jawab zen membalas pelukan yani.
" udah di sini 4 bulan ko kamu baru ke sini ian , kan mami kangen.
" maaf mami ian sibuk ngurus perusahan papa.
" udah kangen kangen nya ntar kita sarapan dulu! nanti pada telat kerjanya! kata indra mengajak yani dan zen untuk sarapan.
zen duduk dan berhadapan dengan risya, mereka pun melanjutkan ritual sarapannya dengan hening!.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
๐๐๐
๐tinggalkan jejak ya kalau kalian suka๐