
**Hari ini risya bangun seperti biasanya pukul 5, iya mandi bersih bersih bergantian dengan luna, setelah itu mereka mengerjakan kewajiban meraka, beberapa menit kemudian mereka berjalan beriringan ke dapur.
" pagi bi" ! ucap risya dan luna setelah keduanya berada di dapur.
" pagi juga non" jawab bi ima dan di ikutin art yang lain.
" bibi masak apa biar kita bantuin ya, ucap luna!
Bibi sebenarnya ingin menolak karna ini adalah tugasnya, tapi bibi tau risya pasti akan memaksa untuk membantu akhir bi ima mengizinkan risya dan luna membantunya di dapur.!
setengah jam berlalu, sarapan yang di buat teleh selesai dan sudah di tatah di meja makan.
risya kembali ke kamarnya untuk siapa siapa berangkat kerja sedangkan luna dan bi ima mengajak yang lain untuk keruang makan, sambil menunggu kedatangan risya.
di ruang makan telihat semuanya telah duduk, menyisahkan 1 kursi yang masih kosong untuk risya.
"maaf ya", ucap risya kepada semua yang duduk menunggunya,.
" iya ngak papa", jawab semua orang yang ada di situ kecuali rifal.
" lama banget sih, jangan so jadi orang penting disini, numpang aja ngak nyadar,! jawab rifal ketus kepada risya.
__ADS_1
Hati risya begitu sakit mendengar kata kata rifal, zen yang menyadari tatapan sedih risya langsung mengenggam tangannya, memberi kekuatan kepadanya.
tangan indra sudah mengepal, iya sangat marah dengan ucapan anaknya kepada risya,
" maksud kamu apa nak bicara seperti itu", tanya indra! " jika kamu tidak suka dengan dia berada disini kamu bisa marah sama mami dan papi, tidak perlu lampiaskan kepada orang risya" ucapnya lagi begitu geram dengan sikap anaknya.
rifal diam tidak berani menjawab ucapan ayahnya, begitu juga yang lainnya yang memilih diam. suasana di meja makan nampak tegang, membuat risya tidak nyamana dan memilih mencairkan suasana itu.
" sudah lah om, risya ngak papa ko, yuk kita sarapan" ucap risya dengan senyum riangnya walaupun hatinya begitu sakit,.
" iya nak, kamu emang anak yang baik, sungguh beruntung keluarga yang akan menjadikan mu menantu.! ucap indra seraya membalas senyum risya.
suasana yang awalnya tegang beransur ansur membaik. dan semuanya kembali menikmati sarapannya, yani sangat kecewa terhadap putranya dan memilih mendiamkannya.
indra dan yani pergi untuk bekerja begitu juga dengan risya yang di antar zen ke tempat kerjanya.!
di perjalana zen terus menatap risya, risya yang menyadari tatapan zen,! itu pun langsung bertanya padanya.
" kenapa kamu liat in aku gitu! ada yang salah dengan penampilanku".!
zen mengeleng sambil tersenyum seraya mengucapakan, " aku kagum sama kamu, aku bangga bisa kenal sama kamu, ini yang buat aku sayang bangeet sama kamu",! zen mengengam tangan risya, melirik sekilas dan mecium punggung tangan risya.
__ADS_1
" apa yang buat kamuu kagum sama aku, dan kenapa juga kamu harus bangga, lagian aku ini bukan seorang anak yang lagi mendapat prestasi dan membuat bangga kamu selaku orang tua aku!, ucap risya di akrih dengan tawanya.
" sayang kamu ambigu deh", ucap zen, "yang membuat aku bangga, tuh karna karna kebesaran hati kamu, dan aku bersyukur perasaan ku berlabu pada orang yang tepat".
" makasih juga udah sayang sama aku, aku juga akan berusaha sepenuhnya membalas perasaan kamu"!
"iya sya, aku percaya ko suatu saat kamu akan sepenuhnya cinta sama aku., ya udah kamu kerja ya, nanti sore aku jemput,.
" iya, bye! risya keluar dari mobil zen dan masuk ke gedung Ba*k tempatnya bekerja**.
.
.
.
.
**Bersambung.
๐๐๐
__ADS_1
๐Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka๐**