
**risya terus mengetuk pintu rumahnya " sya coba telpon bang ardi! luna mendekat dan mengingatkan risya.
"iya juga ya, ko aku sampe lu ya, " risya meraih benda persegi di dalam tasnya, mencoba untuk menghubungi ardi.
tut....tut...tut...
tut..tut..tut...
sudah berulang kali risya menghubungi abangnya namum tak di jawab oleh ardi., jauh dari lubuk hatinya iya merasa sangat khawatir, tidak biasanya bang ardi seperti ini.
selama risya di kota J, mau jam berapa pun risya menelpon abangnya pasti langsung di jawab, sekali pun itu tengah malam.
" lun coba hubungin icha, suru kesini! ucap risya, dan luna pun segera menghubungi adiknya.
tut.._
"assalamualaikum mba?" jawab icha ketika nada pangilan itu tehubung.
" waalaikumsalam cha, tumben kamu langsung jawab,! kamu belum tidur ya?
" iya mba aku ngak bisa tidur,!.
" ya udah kamu kedepan rumah risya ya, mba tunggu kamu disini!
" mba jadi datang?"
__ADS_1
" iya, ya udah cepat kesini!" ucap luna mengakhiri sambungan telpon itu.
" sya kamu kenapa,?"tanya zen yang melihat raut kegelisahan di wajah risya,!
risya tak menjawab pertanyaan zen, iya terus berjalan bullak balik depan pintu rumahnya, sambil mer**as jari jari tangganya!
dada risya terasa begitu sesak, jantung yang terus berdebar, sekujur tubuhnya terasan dingin dan gemetar, ada rasa seakan ingin menangis.
"sya" pangil zen
" hei kamu kenapa" tangan zen mengelus lembut pipinya. " aku takut" ucapnya dengan suara sedikit bergetar, " apa yang buat kamu takut sayang! risya mengeleng kepalanya sebagai jawaban untuk zen.
" mba luna, ko ka risya juga ada? tanya icha ketika sampai di depan rumah risya!
" kenapa? ko kamu nanya nya gitu cha!" kata luna yang binggung dengan pertanyaan adiknya itu.
" oh ya udah, trus kamu tau ngak kenapa rumah ka risya sepi?
" i.itu.. " ucap icha sedikit ragu!
" itu apa cha, jangan buat kita tambah khawatir,! ucap luna sedikit mendesak.
icha menarik nafas berat seraya berkata" tadi papa ivan sakit trus di bawah kerumah sakit,!
"apa"
__ADS_1
risya begitu sok, tubuhnya lemas dengan sigap zen menahan tubuh risya agar tidak jatuh,.!
" ya udah kita ke rumah sakit aja", ucap rifal ikut menimpah omongan mereka.
belum sempat kata kata rifal di jawab sama mereka, dari arah jauh terdegar samar samar serine ambulance yang sedikit demi sedikit mulai terdengar di telingan mereka.
dan tidak membutuhkan waktu yang lama, ambulance itu sudah berada di depan rumah risya! perlahan ardi keluar dan memapah mamanya untuk masuk kedalam rumah tapi begitu sampai di depan rumah ardi baru menyadari ada beberapa orang yang ada di depan rumahnya.
mata ardi begitu terkejut melihat risya yang berdiri tepat di hadapannya.tak mau berlama lama menatap mata adiknya dengan sejuta pertanya di mata risya.
Adri langsung membuang pandangannya dan berkata kepada icha untuk membukakan pintu rumahnya,
dengan sigap icha mengambil kunci dari tangan ardi dan membuka pintu, adri menggajak mamanya masuk dan mengistirahatkan tubuh yang lemah itu di kamar.
Air mata risya tak terbendung dan lolos begitu saja, membasahi kedua pipinya." apa ini jawaban dari perasaan yang aku rasa kan sejak tadi " batin risya**.
.
.
.
.
**Bersambung..
__ADS_1
๐๐๐
๐Tinggalkan jejek ya kalau kalian suka๐**