
**setelah mengantar risya pulang ke rumah, zen langsung menemui putra di cafe biasa mereka ngumpul.
"hai bro udah lama, tanya zen yang sudah berada di cafe tersebut!
" ngak ko, aku juga baru nyampe. eh kamu pesan apa tanya putra ketika pelayan datang.
" sama in aja bro, jawab zen sekedarnya, putra pun memesan makan merekA,
tujuan putra mengundang zen, ketika di telpon 2 jam yang lalu itu, sebenarnya ia ingin mengajak zen ke kampung halaman luna dan risya tapi tidak tau harus ngomong dari mana dulu,.
mengingat rencana luna, bahwa nanti dia bakalan nginap di rumah risya, ada sedikit kekawatiran, sebab ia baru kenal dengan risya baru baru ini!
putra ingin mengajak zen untuk ikut dengannya, itung itung biar ada temanya disana, dan dia ngak akan khawatir kalau harus nginap di rumah nya risya.
" ada angin apa bro, tumben lu ajak nongkrong,? tanya zen!
" jujur aja ni ya, aku mau ke kampung nya luna, mau minta restu! kan ngak lama lagi aku nikah ni_.
braankkkk
zen menepuk meja, mengagetkan putra, " ee putra abraham, kamu kalau ngomong itu to the poin, jangan muter muter!
__ADS_1
" sabar ni juga mau lanjut, jadi rencanya aku mau ngajak kamu, ucap putra sambil nyengir ke arah zen.
zen mengerutkan dahinya, terlihat jelas raut kebingungan di wajanya, zen mengakat tangganya dan meletakan pungung tangannya di dahi putra, " putra kamu ngak lagi sakit kan? tanyanya.
" ya ngak lah, lagian apa hubungannya aku sakit sama ajak kamu ke kampungnya luna!
" putra otak kamu yang di pake buat kuliah di oxford tuh taruh dimana,!
" maksudnya apa zen?
" putra dimana mana orang yang mau nikah itu, kalau datang kekeluarga calonnya itu harunya di dampingi orang tua, bukan ngajak teman, kirain kemping apa!
" tuan zeon gyan sanjaya apa kamu lupa kalau ke 2 orang tua aku sudah meninggal?
" ini bukan soal ngelamar ya, kamu cuma ngatarin aku doank, buat ke temu pamannya luna, lagian nanti aku nginap di rumahnya risya, emang kamu ngak mau kenal sama keluarga risya! ucap putra lagi
zen tampak berpikir sejenak, menimbang nimbang omongan nya putra, 5 menit belalu, zen sedikit menyungikan senyumnya!
" bener juga bro, itung itung pendekatan biar ngak kaku kalau risya siap buat di halalin, ucap zen penuh pecaya diri.
" ya udah lu jadi ngak ikut aku ke kampung! tanya putra.
__ADS_1
" iya jadi donk,! aku pengen kenal lebih dekat lagi sama keluarga risya!.
" gitu donk itu baru namanya sahabat!. ucap putra menepuk pundaknya zen.
sebenarnya acara lamaran sendiri sudah di lakukan beberapa bulan yang lalu, acara lamaran itulah yang membuat tante yani ketemu sam teman lama nya yang tak lain ialah mamanya risya.
acara lamaran tetap berlangsung sesuai dengan rencana, meskipun tante yani sendiri belum pernah bertemu dengan luna, karna pada saat lamaran, tante yani langsung menemuai pamannya luna di kampung, tentunya dengan izin luna dan putra.
putra sendiri tidak hadir di acara itu begitu juga dengan luna, karna ke 2nya sibuk dengan kerjaan masing masing, tapi sebelumnya luna sudah memberi kabar kepada paman dan bibi nya tentang kedatangan tante yani waktu itu, jadi acaranya tetap berjalan sesuai dengan rencana sampai saat ini.
.
.
.
.
Bersambung.
πππ
__ADS_1
π tinggalkan jejek ya kalau kalian sukaπ