
**Sore harinya semua telah siap untuk perjalananya ke kampung, risya juga sudah pulang kerja 20 menit yang lalu, setelah mandi dan berganti pakaian risya turun untuk bergabung dengan yang lain.
" nak apa kamu ngak cape," tanya yani melihat risya yang sudah siap untuk pejalanannya kekampung. " aku ngak papa ko tante, lagian risya juga udah kangen sama keluarga di kampung, kapan lagi risya bisa kesan sana kalau bukan sekarang" jawab risya dengan senyum riangnya.
" ya udah kalian semua hati hati ya di perjalanan" ucap yani mengingat kan anak anaknya. dan mereka semua pun mengiyakan ucapan yani! dan masuk kedalam mobil setelah mencium pungung tangan indra dan yani,!
sebenarnya mereka telah mengajak rima untuk ikut tetapi rima menolak karna hari senin adalah jadwal penerbangannya dan dia memilih untuk istirahat di rumah, mengingat jadwalnya penerbangannya telah dekat.
di dalam mobil luna duduk di samping kemudi dan putra yang mengemudi mobil itu, risya dan zen di jok tengah sedangkan rifal duduk di jok belakang.
Putra mengijak pedal gas mobil itu dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang keluar dari komplek perumahan eliet itu, dan menuju apertemen nita istrinya rifal.
beberapa menit berlalu mobil parkir di depan sebuat apertemen dan terlihat seorang wanita dengan stelan dress selutut dan kaca mata hitam, rambutnya di ikat sebagian,.
zen membukakan pintu mobil, ia keluar dari mobil berjelan mendekat ke arah nita ,mengakat kopernya dan memasukan kedalam bagasi setelah itu nita masuk ke dalam mobil dan bergabung dengan rifal di jok belakang.
__ADS_1
Anita memeluk dan menc**m b***r rifal,! tak mengubris ke 4 orang yang ada di depan mereka. " sayank aku kangeng" ucapnya sambil mengeratkan pelukanya pada tubuh atletis rifal.
baru 3 jam perjalan, wajah risya terlihat resah sesungguh nya cacing di perutnya telah berdemo minta untuk di isi, sikapnya itu di sadari oleh zen " sya, sayang kamu kenapa" ucap zen sambil mengelus pipinya. risya hanya tersenyum menatap zen!.
" kamu cape ya" tanya nya lagi, dan risya hanya menganguk, sambil mengelus perutnya sebagai isyarat untuk zen, zen melirik jam di tangganya, seraya berkata kepada putra." put cari restoran di depan ya, udah waktunya makan malam ni" putra pun mengiyakan dan mencari restoran terdekat.
setelah melihat restoran di depannya, putra menepikan mobil di depan restoran itu, mereka semua turun dan masuk kedalam restoran itu, mereka memesan makan dan langsung menyatapnya ketika pesanan mereka sudah di antar pelayan tiba.
setelah selesai makan malam rifal menawarkan diri untuk mengemudi bergantian dengan putra!
putra sengaja biar nita tidak semakin mejadi, selama mereka di jok belakang nita terus mengodanya tidak hanya kecupan dan pelukan, tanggan nya yang menjalar kesana kemari di tubuh bagian bawah rifal, membuatnya risih dan memilih untuk mengemudi.
setelah semua masuk dalam mobil kecuali zen, ia berjalan kearah bagasi dan mengambil sesuatu disana dan ikut masuk! " untuk apa boneka dan bantal kecil ini" tanya risya yang melihat zen masuk dengan bantal dan boneka di tanganya.
" untuk kamu, aku tau kamu cape jadi aku siapi ini buat kamu! risya tersenyum kedapa zen. " terima kasih" ucap risya, mobil kini telah melaju dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
risya mengambil boneka dari zen dan memeluknya, menyadarkan kepalanya pada kaca mobil itu, seketika tangan nya di tarik dengan lembut oleh zen dan membaringkan kepala risya ke pangkuanya, beralaskan bantal kecil yang tadi ia bawah!.
" tidurlah aku tau kamu pasti capekan" kata zen sambil mebelai surai hitam milik risya, " terima kasih" balas risya sebelum akhirnya tertidur, begitu juga dengan luna yang ikut tertidur di pundak putra.
.
.
.
.
Bersambung
๐๐๐
__ADS_1
๐Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka๐**