Dua Istri

Dua Istri
Part 8


__ADS_3

"Attention, please."


Suara Mr. James membuat semua orang yang tadinya sibuk pada urusan masing-masing, mengalihkan pandangan mereka ke arah Mr. James yang sedang berada di atas panggung. Termasuk aku.


"Terima kasih atas perhatiannya. Pertama-tama, saya sangat berterima kasih untuk yang telah berpastisipasi di pesta ini. Tim dekorasi, mc, maupun para tamu."


Mr. James menjeda ucapannya, lalu memanggil Mrs. James. "Anna, kemarilah."


Mrs. James atau Ny. Anna, segera naik ke atas panggung di samping Mr. James. Kami, para tamu sudah duduk, saat Mr. James meminta perhatian.


"Kita beri tepuk tangan untuk istri tercintaku."


Kami semua pun bertepuk tangan seraya tertawa kecil, saat Ny. Anna tampak malu-malu saat berada di samping Mr. James.


"Di malam ini, malam yang spesial bagi saya dan Anna. Tepat tanggal tiga belas Mei dua ribu sembilan belas, usia pernikahan telah mencapai empat puluh tahun, dengan dikaruniai tiga anak."


Mr. James mengalihkan pandangannya ke arah jam tiga, pada empat orang pria tampan yang sedang duduk berkelompok. Walaupun mereka memakai topeng, namun semua orang pun bisa tau bahwa mereka tampan.


"Stevano Alexus James, Cathrine Alexa James, kemarilah," panggil Mr. James.


Berdirilah salah satu dari ke empat pria tampan itu, dan gadis cantik dari sebrang meja ke empat pria tersebut.


Mereka kembar ya? Dari namanya saja sudah mirip. akupun bertanya pada Christian. "Chris? Mereka kembar, ya?


"Iya," jawab Christian yang sedang menyesap wine.


"Tapi, bukannya kata Mr. James mereka punya tiga anak? Kok cuma dua yang maju?" Aku mengeluarkan pertanyaan yang sedari tadi aku tahan.


"Emm, kalau nggak salah, Anak Mr. James yang paling tua nggak bisa hadir karena istrinya lagi sakit," balas Christian.


Aku membalasnya dengan anggukan kepala, lalu menatap ke depan lagi.


"Karena kami sekeluarga telah berada di depan, di atas panggung ini, walaupun tanpa kakak lelaki mereka, langsung saja saya akan memperkenalkan anak-anak saya secara singkat."


Mr. James merangkul pria yang ada di sampingnya, lalu berkata, "Perkenalkan namamu, nak."


Pria itu mengambil mic yang di berikan mc, lalu memulai perkataannya, "Nama saya Stevano Alexus James, anak kedua da-- Aw!"


"Hei! Kau anak terakhir, Al!" Tiba-tiba Stevano yang sedang memperkenalkan diri terpotong oleh cubitan maut gadis cantik di sebelahnya.


Semua orang pun terdiam. Termasuk Mr. James yang memijit-mijit dahinya. Mrs. James pun mengalihkan pandangannya ke arah lain.


kami para tamu pun terdiam. Atau bisa dibilang, sedang bingung.


Pria itu, Stevano, melirik Cathrine, saudari kembarnya atau ... kakaknya? Sudahlah, aku bingung.


"Hehe, maaf ya para tamu sekalian, ada kesalahan teknis," kata Stevano cengengesan.


"Baiklah, saya akan melanjutkan perkenalan diri saya. Saya anak terakhir dari tiga bersaudara. Saya dan Cathrine, seperti yang Bapak Ibu sekalian tau kami kembar, dan Cathrine hanya lebih tua lima menit dari saya! Ingat Bapak Ibu sekalian, hanya lima menit!


Kulihat, Mr dan Mrs James yang tadinya telah bernafas lega, mulai bertingkah seperti tadi.


Hehe, maafkan saya. Sebenarnya ini kesalahan dokter, kalau saja dokter itu mengeluarkan saya duluan, pasti saya yang akan menjadi kakak," jelas anak bungsu Mr dan Mrs James itu membuat para tamu tidak bisa menahan tawaan lagi.


Yang kulihat, Stevano ini sangat blak-blakkan dan mudah bergaul seperti ayahnya. Ia juga mempunyai selera humor yang bagus. Ia juga kelihatan jahil, hihi.

__ADS_1


"Saya berumur dua puluh dua tahun. Saya masih kuliah. Saya juga lebih tampan dari kakak saya yang paling tua," terang Stevano seraya menyapukan tangannya di rambut.


"Oh, ya, saya juga single. Perlu di garis bawahi, single, bukan jomblo. Jadi, jika para ibu-ibu oh, tidak. Maksud saya mama-mama muda di sini single--"


Haha, sepertinya Mr. James telah menyadari, jika ucapan anaknya mulai keluar jalur. Mr. James segera memotong ucapan Stevano.


Haha, ini sangat lucu, bahkan para tamu, lebih tepatnya ibu-ibu janda di sini, mulai tertawa malu-malu. Astaga Stevano!


"Sudah, cukup untuk perkenalannya Stevano," ujar Mr. James seraya tersenyum manis. Sudah sangat kelihatan jika Mr. James sedang menahan malunya.


"Tidak, Dad! Tunggu sebentar,"


"Sudah, Stevano, dengarkan Daddymu," sela Mrs. James.


"Ayolah, Mom. Aku janji ini yang terakhir," pinta Stevano.


Astaga anak ini! Akan seru, jika aku memiliki anak seperti Stevano. Huh, itu hanya mimpiku saja! Tapi, keluarga mereka terlihat sangat hangat ....


Oh, tidak Aurora! Kamu jangan mulai lagi! Tarik napas, buang. Aku memasang senyumanku lagi.


"Baiklah." Sepertinya Mrs. James pasrah! Haha.


"Seperti yang kukatakan tadi, jika para mama-mama muda di sini single, silahkan menungguku saat pesta ini selesai. Kita bisa bertukar nomor ponsel, hehe. Sekian, terima kasih." Ucapan terimakasih, menjadi penutup perkataan Stevano.


Kami para tamu hanya menggeleng-gelengkan kepala.


"Astaga, Chris! Anak itu sangat lucu!" seruku pada Christian.


"Ya, Stevano emang udah terkenal dengan kejahilan dan kebaikannya sejak kecil," balas Christian sambil tersenyum.


"Perkenalkan nama saya Cathrine Alexa James. Saya kakak dari Stevano, dan adik dari Fransisko Andreas James. Umur saya dua puluh dua tahun, dan saya masih kuliah, terimakasih." Cathrine hanya memperkenalkan dirinya singkat.


Dari penelitianku, Cathrine tidak suka berbasa-basi. Ia juga terlihat cuek.


"Baiklah, karena semua telah memperkenalkan diri masing-masing, dan sepertinya telah memakan banyak waktu."


Banyak yang telah Mr. James sampaikan, mulai dari rasa terimakasihnya pada para tamu, yang Maha Kuasa, dan pengalaman singkatnya saat pertamakali bertemu dengan Ny. Anna, dan serangkaian acara lainnya.


***


Saat ini aku sedang duduk di dekat mini bar yang telah Mr. James sediakan, seraya menyesap wine. Christian sedang berbincang dengan para pria.


Awalnya aku bersamanya, tapi mereka hanya membicarakan pekerjaan yang membuat kepalaku pecah! Jadi aku pamit untuk duduk.


Alunan musik terdengar merdu di telingaku. Seakan-akan memanggilku untuk menggerak-gerakan badan. Aku hanya menggerakkan kepala mengikuti lantunan musik.


"Princess, wanna dance with me?" Aku yang sedang menikmati lantunan musik, tersentak kaget saat ada yang memanggilku. Ternyata Christian.


"Sure, frog prince," balasku menyambut tangannya, seraya tertawa. Ternyata tawaku menyalur pada Christian.


Christian menuntunku ke tengah-tengah kerumunan orang yang sedang berdansa.


Aku menempatkan tanganku di pundaknya, lalu Christian menggantungkan tangannya pada pinggangku.


Kami mulai menggerakkan tubuh kami mengikuti irama musik yang melow, membuat suasana romantis.

__ADS_1


Apa lagi tatapan yang Christian berikan, membuatku merasa sangat dicintai.


Suasana hening. Hanya terdengar suara hentakkan kaki dan lantunan musik.


Semua orang seakan-akan terhipnotis dengan suasana yang romantis yang dihasilkan oleh permainan piano dan biola.


Saatnya mengganti gaya dengan bertukar pasangan.


Pria dengan badan kekar, bermata hazel, rambut hitam pekat, menjadi lawan pasanganku. Tangannya yang besar sangat bertengker manis di pinggangku.


Sial! Jantungku berdegup kencang. Jarak kami sangat dekat! Namun anehnya, aku terasa dilindungi.


Sepertinya ia bagian dari ke empat pria tampan tadi. Seperti yang aku bilang, walaupun ia memakai topeng, wajahnya sudah jelas sangat tampan.


"Siapa namamu, Nona?" Shit! Suaranya pun sangat seksi! Tidak, Aurora. Kamu sudah punya Christian. Tapi mana mungkin aku mengabaikan pria ini.


Tunggu! Suaranya sangat familiar! Tapi siapa? Ayo, Aurora pikir-pikir lagi! Aha! Bukankah suaranya mirip seperti suara pria saat aku pingsan? Yaa, pasti dia! Tapi bisa jadi bukan dia, pada saat itu aku langsung pingsan. Hanya mendengarkan suaranya.


"Excuse me, Nona?"


"Eh, eh, nama saya Aurora Josephine. Dan, anda?" tanyaku formal.


"Tidak usah formal, Josephine. Panggil aku Damian," ujar Damian.


Tapi tunggu, Josephine? Kenapa ia tidak memanggilku Aurora?


"Baiklah, Damian. Tapi, kenapa kau memanggilku Josephine?" tanyaku lagi.


"Hm, tidak. Hanya ingin. Apakah tidak boleh?"


"Y-ya, boleh saja. Ngomong-ngomong, kau bisa berbicara Bahasa Indonesia, apakah kau berasal dari sana?"


"Aku hanya bisa berbicara sedikit. Aku tidak berasal dari Indonesia, aku hanya belajar sedikit untuk mempermudah berkomunikasi dengan klien dari Indonesia," terang Damian, "btw, senang bertemu lagi denganmu, Aurora."


Tanpa sadar kami berdua terus berbicara tanpa menikmati lantunan musik lagi. Namun, gerakkan kami masih sama dengan gerakkan yang lain.


Bertemu lagi?


"Mohon maaf, kita pernah bertemu sebelumnya? Jika benar, di mana? Kapan? Dan kau sebenarnya siapa?"


🍁🍁🍁


-Attention please \= tolong perhatiannya


-Princess, wanna dance with me? \= Putri, mau berdansa denganku?


-Sure, frog prince \= tentu, pangeran katak


-Excuse me \= permisi


______


Damian siapa?


Ayolah, readers. Tinggalkan jejakmu, setidaknya untuk menghargai author😊

__ADS_1


__ADS_2