Dunia Para Legenda

Dunia Para Legenda
Pulau ELF


__ADS_3

Pesta pernikahan kan pun mulai dengan meriah, semua sekutu dari kerajaan naga datang memberikan selamat.


Termasuk salah satu dari raja iblis Lucifer yang memberikan ijin membuat pesta di bumi.


Karena yuzong sang raja naga Sangat di kenal sebagai raja yang ramah, makan banyak kerajaan yang bersekutu dengannya.


Walaupun di kenal sebagai raja yang ramah, raja naga sangat senang membuat kekacauan.


Dia bisa tanpa alasan datang dan membuat kekacauan untuk bersenang-senang.


Jadi rata-rata seluruh kerjaan datang karena tidak ingin yuzong membuat masalah di kerajaannya.


Tak lama kemudian Neptunus datang dengan kereta yang ditarik oleh lumba-lumba.


Neptunus hanya datang sendirian, tidak dengan istri dan anaknya.


Beberapa orang datang menghampiri Neptunus dan memberinya selamat.


Neptunus pun berterima kasih, tetapi, dia mengatakan bahwa dia datang kemari bukan sebagai penyelenggara pesta, tetapi hanya sebagai tamu.


Mengetahui hal itu, Sri berniat menyerang Neptunus.


Tetapi anta menahan amarahnya, anta meminta untuk tidak menghiraukan kan, karena saat ini Sri memiliki dirinya, dan keluarga besar naga.


Neptunus datang menghampiri Sri dan Anta. Dia meminta maaf kepada Sri, karena untuk mensejahterakan kerajaan nya, dia mengorbankan anaknya.


Sri pun tidak mau menoleh kearah mata sang ayah nya, dia berkata bahwa dia tidak lagi peduli dengan hal itu, jadi dia meminta Neptunus untuk melupakan nya.


Anta meminta maaf karena kelakuan istrinya, tetapi Neptunus menjawab tidak masalah, ini adalah hal yang pantas dapatkan karena kelakuan nya.


Sebagai hadiah dan permintaan maaf Neptunus membawakan seribu pekerjaan untuk membangun kembali istana yang telah hancur dibawah laut.


Mereka pun membangun istana yang indah dan lebih Megah daripada istananya dahulu dalam waktu semalam.


Mereka berdua hidup harmonis, dan Sri mengandung dan memiliki anak berwujud seperti manusia.


Anak itupun berevolusi menjadi mermaid dan diberi nama Kadita.


Ya, anak itu adalah Dita.


Itu adalah kisah ayahku dan ibunya Dita, lalu bagaimana dengan kisah ayah dan ibuku? Aku menanyakan itu kepada dita.

__ADS_1


Tetapi Dita enggan menceritakan nya, mungkin apabila dia bercerita itu akan menyakiti hatinya. Jadi aku tidak memaksanya untuk bercerita.


Pada saat itu, adik perempuan ku berteriak, dengan segera aku datang menghampiri nya.


Di sana aku melihat adik laki-laki ku terkapar dengan muka pucat, aku pernah melihat hal ini sebelumnya, tapi aku lupa dimana?


Aku pun memeriksa tanda-tanda kehidupan di tubuhnya. Dia masih bernafas dan jantungnya masih berdetak.


Pada saat aku memeriksa tubuh Tri, ayahku merubah wujudnya dari elang menjadi seekor naga dan terbang keatas sambil mengeluarkan aura luar biasa.


"Apa yang kalian lakukan pada putraku?" Ayahku berseru di atas langit, pohon-pohon di hutan itu pun bergerak, ternyata pulau yang kita singgahi adalah pulau ras Elf.


Dari dalam hutan muncul sekelompok pasukan wanita, mereka memiliki paras yang cantik, tubuh yang seksi, kulit putih yang mulusnya di tutupi oleh selembar daun hijau, dan memiliki kuping yang lebar dan lancip.


Mereka membawa tombak, tameng, dan pedang. Di atas pohon dalam kegelapan juga nampak pasukan elf dengan panah dan busurnya.


Kemudian ada salah dari mereka memiliki aura yang hampir sama dengan ayahku. Muncul dari kejauhan, dia memiliki sayap dan memakai helm.


Dia mengepalkan tangannya ke atas, dan seluruh pasukan menurunkan senjata mereka.


Elf itu mengembangkan sayapnya dan menghampiri ayahku, "Ada apa yang mulia ini menghampiri pulau kami?" Elf itu bertanya kepada ayahku.


"Saya tidak pernah memerintahkan pasukan saya untuk menyerang pendatang, mungkin ini adalah kesalahpahaman." Jawab elf itu.


"Baiklah, tapi bagaimana anda menjelaskan apa yang terjadi kepada anak saya yang ada di bawah sama?" Ayahku kembali bertanya.


Elf itu dan ayahku datang menghampiri tri, Elf itu juga tidak tahu apa yang terjadi kepada Tri.


Saat itu pandangan Elf itu selalu mengarah ke arah dita, sepertinya mereka berdua mempunyai hubungan.


"Ini adalah ulah dari bangsa troll, tapi entah mengapa mereka tidak mengakuinya, pasukan kami banyak yang mengalami gejala seperti ini, yaitu kekurangan darah, kalau dia tidak cepat diberi transfusi darah, dia akan mati" jelas elf itu.


"Mari kita pergi ke kediaman troll dan memperjelas semua itu, tapi sebelum itu aku harus menyelamatkan ku terlebih dahulu" ucap ayahku.


Tunggu, aku ingat kejadian ini. Ini aku alami ketika aku menjadi manusia, tapi apakah jiwaku yang sekarang mampu mengatasinya? Tapi aku harus mencoba demi menyelamatkan saudara ku.


Aku meminta kesempatan untuk menyembuhkannya kepada ayahku.


"Tolong semuanya jaga tri dan ragaku,"kataku,


Ayahku menyetujui nya dan memberiku kesempatan, tetapi apabila terjadi hal yang tidak di inginkan ayahku harus mengambil langkah untuk menganalisis nya.

__ADS_1


Aku mulai memeriksa aura, aku merasakan jejak santet yang di berikan kepada Tri.


Aku pun mulai meninggalkan jasadku, mengikuti jejak itu, masuk kedalam hutan, memasuki goa dan mengarahkan kedalam goa dengan akar pohon menyelimuti nya.


Di sana aku melihat sesosok kayu tua, mempunyai aura besar, tinggi sekitar 20-30 cm, mempunyai gigi taring yang panjang, kuku kaki dan tangan yang panjang, rambut yang panjangnya melebihi tubuhnya, dan telinga yang panjang layaknya elf.


Aku melihat dia sedang terhanyut dalam di meditasi nya, tapi tak lama dia membuka matanya, dan langsung menyerang jiwaku.


"Siapa kau!" Teriaknya, hanya dengan satu serangan saja jiwaku langsung terluka, aku tidak bisa melawannya.


Jiwanya sangat Kuat, aku berpikir, di dunia sebelumnya tidak ada yang bisa menyaingi jiwaku.


Tapi di dunia ini, mahluk kecil itu mempunyai jiwa yang jauh lebih kuat dariku.


Aku tidak punya pilihan lain, aku harus meminta bantuan dari ayahku dan yang lainnya.


Aku pun pergi bersembunyi diluar gua dan memanggil raga ku.


Karena ragaku tertarik ke tempat jiwaku berada, ayahku dan lainnya mengikuti ragaku.


Mereka datang menghampiri ku, Dwi dan Dita tetap berada di sisi Tri menjaganya.


Karena jiwaku terluka aku mengeluarkan darah dari mulut ku, itu membuat ayahku khawatir.


"Apa yang terjadi?" Tanya ayahku kepadaku.


Aku menjelaskan mahluk yang aku lihat itu kepada semuanya.


Mendengar itu ke pemimpin elf itu mejelaskan kepada aku dan ayahku.


Elf itu di bernama Fanya, dia adalah leluhur sekaligus pemimpin elf bulan, usianya sudah melebihi dua ribu tahun.


Bangsa Elf di bagi menjadi tiga ras.


Yang pertama elf matahari, dia adalah yang paling besar diantara elf lainnya, dia berwujud seperti pohon, yang bergerak, memperoleh kekuatan nya dari matahari, dia pun beraktifitas di siang hari dan tidur dimalam hari, mereka bertugas menstabilkan energi yang keluar masuk di pulau


Yang kedua adalah elf bulan, seperti namanya, mereka memiliki kekuatan di dibawah sinar bulan. Karena bulan di bumi sangat banyak, jadi mereka bisa beraktivitas di siang ataupun malam hari, mereka yang bertugas menjaga ketentraman pulau.


Yang terakhir adalah elf Bintang, mereka kecil berbentuk seperti serangga yang menyala, ukuran mereka sekitar 20-30cm. Mereka bertugas merawat, melestarikan dan membudidayakan tanaman yang ada di pulau ini.


Tapi elf yang ada di dalam gua itu bernama Jenglot.

__ADS_1


__ADS_2