Dunia Para Legenda

Dunia Para Legenda
Kehidupan Kembali


__ADS_3

Aku mengetuk benda padat yang ada di depanku menggunakan kepala, beda itu retak, dan di balik retakan itu ada sinar yang masuk menghalau penglihatan ku.


Setelah aku bisa melihat dengan jelas, air sejauh mata memandang, aku melihat pergerakan air yang semakin lama semakin menepi, dan menghantam karang.


Yaa, ini adalah laut, Setelah aku ingat-ingat lagi, aku menyadari kalo aku memenangkan pertarungan melawan Grifon.


Apakah aku tidak jadi musnah? Tapi kenapa juga aku bisa di laut? Apakah warga desa membawa ku kelaut untuk di kremasi?


Aku menengok sebelah kanan, dan melihat seekor anak burung elang baru menetas, tapi sepertinya aku tidak asing dengan anak burung itu.


Tiba tanpa peringatan dia langsung menyerang ku tanpa alasan, aku juga merasa kesal dengan dengan dia, dan aku membalas serangannya dengan kepalaku.


Kemudian burung elang yang besar datang menghampiri kami, apakah dia induk dari anak burung yang bertengkar denganku?


Gawat! aku sedang berada di dalam masalah. Aku melihat sekeliling ku, ternyata benar ini sarang burung elang, apakah aku akan menjadi makanan anak elang ini?


Ketika aku menoleh ke belakang, ternyata ada induk elang yang lainnya di belakangku


Ternyata mereka berdua adalah sepasangan seekor elang, yang sedang menjaga anak-anaknya.


Terdapat 2 telur yang sudah menetas dan masih ada 2 telur yang masih belum menetas.


Tunggu berarti masih ada anak burung lagi di sekitar sini. Dimanakah anak elang yang satunya lagi?


Induk elang akhirnya datang, dia membawakan dua ikan dari cengkeraman nya, dan memisahkan pertengkaran kami.


Apabila dia membawa ikan, berarti aku bukan makanannya, dan untuk apa dia memisahkan pertengkaran kita.


"Oh tidak! Aku adalah anak elang juga! Aku telah di lahirkan kembali sebagai anak burung elang!"


Dan ternyata anak elang itu adalah saudaraku, pantas saja ada dua telur yang menetas, aku ternyata keluar dari salah satunya.


Ya, kau adalah abangku, kau lebih Kuat dari diriku yang sekarang.


Seakan mengerti apa yang aku katakan, dia dengan wajah sombongnya melirik ke arah ku, wajah yang membuat aku muak.


Aku melihat ikan yang dibawakan oleh indukku, atau mungkin bisa dibilang ayahku yang membawa ikan itu.

__ADS_1


Ibuku langsung mencabik-cabik ikannya dan memberikan potongannya kepadaku dan saudaraku.


Aku bingung kelihatan sangat tidak enak, tetapi saudaraku langsung memakannya tanpa memikirkannya.


Karena aku merasa tidak ingin kalah dengan saudara ku, aku juga langsung memakan ikan itu.


Ikannya tidak memiliki rasa, tapi entah mengapa aku sangat menyukainya, seperti makanan yang paling enak yang pernah aku makan.


Apa karena aku dilahirkan kembali jadi semua yang pernah aku rasakan seperti di hapus dari ingatanku?


Ibuku memberikan ikannya lagi kepada kami, tanpa pikir panjang aku langsung melahap semuanya, dan tanpa aku sadari itu membuat saudaraku marah, dan menyerang ku.


Aku berpikir aku tidak akan kalah dengan dengannya, jadi aku langsung berbalik menyerang nya.


Entah dendam apa yang kami berdua miliki, seperti nya kami selalu sangat ingin bertarung.


Setiap ibuku memberi makan, aku dan saudaraku selalu memperebutkan nya, kemudian berkelahi, dan Ayah kami pun selalu memisahkan pertarungan kami.


Kemudian telur yang 1 bergerak, menunjukan adanya tanda-tanda ingin menetas. telurnya pun retak, sesosok elang mengeluarkan kepala dari telur tersebut. Ya itu saudara ketigaku.


Tidak seperti saudara ku yang pertama, saudara ketigaku sangat manis dan anggun,


Ibuku langsung memberikan ikan kepada saudariku, dan ayahku terbang ke lautan. Mungkin ayahku ingin mencari ikan lagi karena adik perempuanku sudah menetas.


Ketika ibuku memberikan makan kepada adikku, aku dan abangku tidak merebutnya, karena dia sana imut, aku senang memperhatikannya.


Kemudian ibuku memberi makan kepada abangku, aku berpikir, jika aku merebut makannya, aku dia akan menghajarku dan aku akan membalasnya,


Tanpa adanya ayahku yang memisahkan aku bebas bebas berkelahi dengannya, dan kali ini aku akan menunjukan kepadanya bahwa aku pasti akan menang melawannya.


Ketika aku ingin merebut makanannya, ibuku langsung melihat dengan tatapan yang mengerikan.


Aku merasa kalau aku merebut makanannya, aku akan berada dalam bahaya.


Kau beruntung abangku, aku tidak jadi merebut makananmu karena aku percaya dengan instingku.


Kemudian ibuku mengambil ikannya lagi dan ingin memberikannya kepadaku, ketika aku ingin memakannya, tiba-tiba abangku merebutnya.

__ADS_1


Aku ingin menghajarnya tapi dia sudah di hajar duluan oleh ibuku, dan memiliki luka legam.


Aku tertawa puas menyaksikan hal itu. Sungguh menyenangkan melihat abangku terluka seperti itu.


Kemudian kami pun makan dengan tertib menunggu giliran.


Pada saat kita makan, telur terakhir pun akhirnya menunjukan tanda-tanda ingin menetas, Dengan mimik wajah yang polos, dia keluar dari cangkang telur itu.


Dan inilah saudaraku yang terakhir, walaupun pria, tapi sepertinya wataknya lebih baik daripada saudaraku yang pertama.


Ayahku kembali dengan membawa 2 ikan lagi. Dia senang kalau telur yang mereka jaga bisa menetas semua dengan tanpa adanya gangguan dari apapun.


Melihat luka legam pada saudara pertamaku, ayahku bertanya kepada ibuku mengapa saudara pertama ku memiliki luka legam tersebut?


Ibuku menjawab bahwa aku yang melakukannya lewat perkelahian,


Hei hei, tadi dia memukul saudara pertama ku, sekarang dia memfitnah ku. Apakah ini yang di lakukan oleh induk elang? Apakah semua ibu elang memang sejahat ini?


Kalau kami manusia aku mungkin sudah melaporkan tindakan ini ke pihak berwajib atas tuduhan KDRT.


Hari pun semakin gelap, aku dapat melihat matahari redup dipadamkan oleh air laut, pemandangan yang sangat indah, karena aku tinggal di dalam sarang ini, setiap hari aku bisa melihat dan merasakan hal ini,


Aku tidak sabar melihat terbitnya matahari. Apakah lebih indah daripada terbenamnya?


Malam pun tiba, laut sudah menenggelamkan matahari dengan sempurna, tak ada percikan sinar dari matahari.


Aku melihat ke atas langit, sungguh pemandangan yang sangat luar biasa di atas langit.


Ini adalah pertama kalinya aku melihat sesuatu yang luar biasa, aku harus hidup, mati, dan hidup lagi agar bisa melihat dan menikmati pemandangan ini.


Bagaimana tidak? Puluhan satelit seperti bulan bertebaran di atas langit, bergerak kearah yang sama, ada yang begerak cepat, ada pula yang lambat.


Di hiasi dengan dengam triliunan bintang yang bersinar dan Aurora yang berwana warni.


Ombak menghempaskan air laut sangat tinggi, karena malam hari terang, percikan air laut bisa menghasilkan Pelangi yang sangat indah


Hidup di dunia ini sebagai burung tidaklah buruk. Mungkin aku bisa menikmati pemandangan ini seumur hidupku di dunia ini.

__ADS_1


Sembari menikmati langit, aku menghawatirkan Grifon, berkat dia aku ada di dunia ini. Kalo aku bertemu dengannya di dunia ini, mungkin aku bisa mengucapkan terima kasih.


(Bersambung)


__ADS_2