
Pesta berjalan dengan meriah, buah-buahan, sayuran, segala jenis daging, ikan, serta minuman berfermentasi seperti tuak dan ciu, ada juga tari-tarian, aktraksi bela diri, unjuk kebolehan, untuk menghibur semua warga.
Di tengah-tengah acara aku berbicara dengan Jaka untuk mengatur pembagian semua harta yang aku punya dan juga menyiapkan tempat ritual agar aku bisa pergi dari dunia ini.
Jaka menyayangkan kepergianku, tapi aku meyakinkannya, karena aku tidak bisa hidup di dunia ini lebih lama lagi, dan semua tugasku di dunia ini sudah selesai.
Aku meminta tolong seluruh para murid untuk menyiapkan ritual, mencari delapan belas bambu kuning di potong masing 180cm, 7 kembang dengan rupa atau jenis yang berbeda, 3 jenis minyak, yaitu minyak bumi, minyak sayur dan minyak dari hewan, kemenyan dan dupa.
Mengikuti arahan grifon aku membuat altar ritual, Bambu di susun menjadi bintang segi enam atau heksagram di kelilingi kembang berbentuk lingkaran.
__ADS_1
Ritual pun dimulai, aku mulai bermeditasi serta membakar dupa, mencampurkan kemenyan dan 3 jenis minyak kedalam wadah keramik kemudian membakarnya.
Hari mulai sore, dengan menghadap arah Utara, sebelah kiriku gelap dan sebelah kananku terang. Ujung bintang sebelah barat daya ada api yang menyalah, barat ada air yang mengalir ke atas, Utara ada es berjatuhan dari atas, timur laut ada angin seperti ****** beliung, tenggara ada petir yang menyambar, dan di bagian selatan ada tanah yang menggumpal ke atas.
Aku yang sedang menutup mataku perlahan perlahan terlihat terang seakan aku bisa menembus kelopak mataku.
Perlahan aku terbang melayang melihat jasadku yang sedang bertapa duduk sila. Ini mungkin roh ku yang sedang melihat dunia ini.
Tetapi kekuatan dia memang lebih besar dari kekuatanku, sekali pukul aku langsung terpental jauh, aku kembali mengejarnya, ketika dia ini mencapai jasadku, aku berhasil menahan dia lagi.
__ADS_1
Akupun bertanya kepada dia, apa yang ini dia lakukan terhadapku? Dia menjawab "apakah kamu lupa perjanjian kita? Apakah Kamu ingin mengingkarinya?Beginilah sikap roh kakek berusia ratusan tahun?"
Iya aku berjanji kepadanya untuk menjadi bawahannya tatapi itu ketika dia menepati janjinya membawaku ke dunia lain. "Kau tidak perlu khawatir, dengan jiwamu yang kuat, penguasa atau Tuhan dari dunia lain pasti akan memanggil mu atau mungkin kau akan menjadi nabi di dunia lain, atau memungkinkan juga kamu akan terlahir lagi di dunia ini." Begitu jawaban Grifon kepadaku.
Disini aku menyesalinya perjanjian harusnya menguntungkan kedua belah pihak, walaupun kami berteman begitu lama, walaupun kami saling percaya satu sama lain, tapi kita tidak tau kapan dan bagaimana caranya teman kita akan mengkhianati kita. Walaupun aku hidup ratusan tahun, aku tidak bisa memperkirakan kejadian ini.
Harusnya aku tidak melepaskan kewaspadaanku, harusnya aku tidak terlalu percaya kepada roh yang aku pun tidak tau dari dunia mana dia berasal, harusnya aku mempertimbangkan perjanjian yang dia buat, hanya karena menguntungkan dikit bagiku, mungkin aku akan mengalami kerugian besar. Tetapi aku masih bertanya-tanya apa tujuan utama dari Grifon di dunia ini?
Grifon menyerang ku dengan tanduknya, aku terpental sangat jauh, aku ingin mengejarnya tetapi tidak sempat aku hanya bisa pasrah melihat Grifon mengambil alih tubuhku.
__ADS_1
(Bersambung)