Dunia Para Legenda

Dunia Para Legenda
Irama Perang


__ADS_3

Tuyul langsung menyerahkan setengah jiwanya kepada ku, kultivasi nya naik menjadi monster.


Aku meminta Elisa untuk menjaga raga ku dan jenglot, dan kamu pun pergi dengan teknik jiwa kami.


Tuyul mengikuti kami dengan menghilangkan dirinya.


Dari atas gunung kami melesat dengan cepat menuju pantai kemudian benteng, aku dan jenglot masih bisa menembus benteng itu dengan mudah, tapi tidak bagi tuyul.


Aku memerintahkan tuyul Untuk mencuri seluruh senjata yang digunakan para Orge untuk menyerang elf.


Aku sudah melihat jejak jiwa dari Damballa, jejak itu mengarahkan ku ke dalam goa.


Tidak itu bukan goa, itu adalah orc yang membentuk dirinya menjadi goa.


Di depan goa itu di jaga oleh troll dengan kekuatan yang luar biasa.


Troll itu adalah asura, dia adalah troll yang kekuatan nya sama dengan Rakshasa.


Aku menginformasikan kepada Melisa bahwa Raja iblis Damballa ada di sana.


Melisa langsung memberi informasi kepada Leviathan.


Leviathan langsung menuju ke lokasi tersebut, tetapi di halangi oleh asura.


Leviathan menghajar asura, tapi troll itu tidak bisa di remehkan, sulit bagi Leviathan untuk menembus pertahanan asura.


Sekuat tenaga nya Leviathan menghajar asura Secara terus-menerus, tapi pertahanan asura sangat Kuat.


Tiba-tiba muncullah Zifan mendorong asura dengan kekuatannya, "bagian ini biar aku yang mengatasinya, kau hanya harus memberiku hadiah" kata Zifan kepada Leviathan


"Oke, jangan sampai kamu dikalahkan olehnya" kata Leviathan


Pertarungan satu lawan satu antara asura dan Zifan pun di mulai.


Orc yang berbentuk goa berusaha untuk menghalangi Leviathan, tapi Leviathan dengan mudah menghancurkan troll itu.


Karena masih ada efek dari para Necromancer, troll yang bentuk goa itu masih bisa sembuh.


Dengan memanfaatkan kan keadaan, aku dan jenglot masuk kedalam goa itu.


"Sepertinya Ada dua tikus yang berani masuk kemari." Suara Damballa dari kegelapan.


Aura yang sangat mencekam kami rasakan, kamu tau bahwa kami memang bukanlah lawannya, tetapi ini harus kita lakukan supaya pasukan kalaveri dapat menembus para Necromancer.


Kami langsung menghalau kekuatan yang mengerikan itu dengan sekuat tenaga, di raga aku dan jenglot mengeluarkan darah.

__ADS_1


Kemudian sesosok Raja Iblis Damballa muncul dari kegelapan.


"Bagaimana kau masih bisa hidup dengan energi yang kuat seperti ini?" Tanya Damballa kepada jenglot, dengan ekspresi wajah terkejut.


Damballa langsung keluar dengan panik menuju para Necromancer, "Panggil para Vampir kemari!" Kata Damballa kepada para Necromancer.


Pada saat itu juga, Leviathan menarik Damballa dan menghajarnya,


"Akhirnya kamu keluar juga, Yang Mulia Raja Iblis Damballa!"kata Leviathan kepada Damballa.


Kemudian Berubah lah Damballa menjadi ular untuk melawan Leviathan.


Saat ini aku hanya bisa menyaksikan pertarungan antara kedua raja iblis, dengan fisik dan magic yang dimiliki keduanya.


Serangan demi serangan saling di lemparkan oleh keduanya, pertarungan antara naga dan ular yang sangat luar biasa.


Tentu saja Leviathan lebih unggul dari Damballa, tapi karena sihir penyembuhan dari para Necromancer Damballa sangat di untungkan untuk saat ini.


Pada saat yang sama muncullah dari langit dan laut, sekelompok manusia pucat.


Itu adalah pasukan Vampir dan zombie dengan drakula yang memimpin mereka, mereka adalah manusia dari desa yang pernah di bantai oleh parah troll, dan di hidupkan kembali oleh parah Necromancer untuk melayani bangsa Troll.


Para elf air di serang oleh Zombie, dan di para pasukan Variel di serang oleh Vampir yang mempunyai sayap seperti kelelawar.


Perang pun semakin sulit, di laut maupun di udara, di dalam maupun di luar benteng, di dalam maupun di luar hutan.


Pasukan Bella dan Merit berusaha menekan kekuatan para Necromancer yang di pimpin oleh Samuel dan Saul.


Pasukan Litha terus berburu Goblin yang di pimpin oleh dokkaebi.


Pasukan kalaveri yang di pimpin oleh Yuires, terus berhadapan dengan para   Orge bersenjata lengkap.


Fanya dan Zifan terus bertarung melawan Rakshasa dan Asura.


Raja Iblis Leviathan melawan raja iblis Damballa.


Pasukan Elisa tidak berhenti memberi informasi kepada seluruh pasukan, tetapi bola api terlihat dari langit jatuh kedalam benteng Elisa.


Tugas kami menekan kekuatan Damballa telah berhasil, sekarang elf kalaveri dapat bertarung dengan kekuatan penuh.


Melihat pasukan Elisa di serang, aku, jenglot, dan Tuyul, bergegas kembali ke benteng Elisa.


Bola api menghujani benteng Elf salju, bagaimana kita mengantisipasi nya?


"Andai saja aku punya pusaka itu, aku pasti akan menghalau serangan itu." kata jenglot kepadaku.

__ADS_1


"Iya, aku mengerti, gunakan ini untuk menghalau." Kata aku sambil menyerahkan feris kepada jenglot, lagipula dia juga lebih mahir menggunakannya daripada aku.


Dengan kekuatannya dia membuat benteng dari tanah, walaupun tidak begitu kuat, tetapi itu sangat efektif untuk saat ini.


Kemudian itu, Tuyul mengeluarkan barang yang di ambilnya tadi, semua senjata dari pihak troll dan elf yang tergeletak, di ambilnya semua.


Tiba-tiba dari tengah hutan ada suara menggelegar dan ada kilatan petir menyambar orc diiringi angin yang sangat dahsyat sehingga orc itu kehilangan keseimbangan dan terjatuh.


Ternyata yang menyerang itu adalah Dwi dan Tri, mereka mampu menjatuhkan satu orc, itu dapat menghambat laju benteng berjalan itu.


Mereka melancarkan serangan secara bertubi-tubi, orc pun berjatuhan,


Walaupun para orc dapat berdiri lagi, tapi dengan ini kita selangkah lebih unggul.


"Apakah kamu bisa melakukan itu?" Tanya aku kepada jenglot.


"Mengendalikan dua elemen sekaligus ya? Baiklah aku akan mencobanya" jawab jenglot.


Aku dan jenglot menuju ke arah benteng orc itu, jenglot pun mempraktekkan elemen gabungan itu, dan dia berhasil menjatuhkan orc itu.


Ketika ada orc yang jatuh aku memerintahkan Dwi dan Tri untuk langsung masuk menuju para Necromancer.


Langsung saja jenglot menjatuhkan orc yang berjaga, kemudian aku berserta Dwi dan Tri langsung menyerang Necromancer.


Necromancer pun terluka, tapi karena sangat banyak, mereka dapat menyembuhkan sesamanya dengan sangat cepat.


Tidak ada cara lain selain menghajarnya terus-menerus, tiba-tiba para Orge nyerang kami, dengan melemparkan anak panah, tombak dan senjata lainnya.


Walaupun mengenai sesama troll, mereka tidak peduli mereka hanya mengincar kami.


Pada waktu tombak hampir mengenai kami, tiba-tiba ada perisai tanah melindungi kami.


Ternyata perisai tanah ini berasal dari  energi feris.


"Terima kasih jenglot!" Kata ku kepada jenglot.


"Hmm, ya!" Kata jenglot dengan expresi kebingungan.


Karena tidak memungkinkan untuk melanjutkan serangan, kami memutuskan untuk mundur dan mengatur langkah selanjutnya.


Secara mengejutkan pasukan dari kerajaan mermaid datang dan menyerang benteng orc.


Dita dan ibunya datang membantu kami, ini sangat membingungkan.


"Apabila raja iblis pelindung kami kalah, apa jadinya masa depan kerajaan ku nanti? Lagipula bagaimana bisa aku diam saja sedangkan keluarga ku dalam masalah?" Kata Sri kepada para elf.

__ADS_1


Bantuan telah tiba, ini akan menjadi kemenangan bagi bangsa elf.


__ADS_2