Dunia Para Legenda

Dunia Para Legenda
Perjanjian dan Senjata Pusaka


__ADS_3

Pada saat kejenuhan hidupku, Grifon memberikan solusi untuk kematianku.


Dia menyarankan agar aku dilahirkan kembali di dunia yang dulu dia tinggalin, tetapi aku harus berjanji untuk menjadi bawahan dia di sana.


Menurut aku tidak ada apa apa menjadi bawahan dia. Toh, dia sudah menjadi bawahanku selama seratus tahun, untuk membalasnya mungkin ini cara yang terbaik.


Tetapi sebelum aku di bawa ke dunianya aku diminta untuk membawa senjata untuk melindungi diriku dari musuh dunia sana, karena musuhnya Grifon akan menjadi musuhku juga.


Aku harus memutuskan senjata yang mana yang harus aku bawa, karena banyak senjata pusaka di tempatku.


Pedang katana? Golok? Tombak? mengingat aku nanti di dilahirkan kembali, mungkin aku mendapatkan fisik yang sangat lemah, terlalu merepotkan untuk itu.


Pisau? Ketapel? Itu terlalu lemah untuk untuk itu. Apa aku harus membuat senjata api?


Selagi aku memikirkan hal tersebut cucu ku yang bernama Grio diano datang kepadaku mengatakan bahwa ada benda jatuh dari langit dengan energi yang sangat hebat.


Dengan tandu aku di bawa oleh cucu2 menuju lokasi tersebut, aku merasakan energi yang sangat dasyat. Itu adalah baru meteor.

__ADS_1


Melihat batu tersebut aku langsung memikirkan senjata yang dapat aku bawa ke dunia Grifon.


Aku mengundang empu terkenal untuk membuat senjata khas tanah air Indonesia.


Bahan ini sangat bagus, untuk memaksimalkannya aku dan warga mengadakan arak2arakan untuk membawa batu tersebut ke tempat penempaan, tempat penempaan ada di atas bukit, hanya Sang Empu yang ada di sana, warga desa dilarang mendekat.


Terlihat seperti kembang api di atas bukit ,aku dan warga desa tidak henti2nya memberikan persembahan seperti buah-buahan, ayam, kambing, sapi, dan rusa guna memperlancar prosesnya.


Warga pun dilarang melakukan rutinitasnya selain mendukung proses penempaan.


Prosespun selalu tampak meriah, kita seperti mengadakan pesta tanpa henti.


Kami pun tak berhenti memberikan persembahan dan ritual untuk memperlancar ya.


1 bulan kembali berlalu sinar tersebut sudah tidak lagi terlihat, tepatnya pada malam Jumat Kliwon, kami melihat dari kejauhan sang empu menuruni bukit dengan membawa kotak kayu yang diatasnya terdapat senjata pusaka. Kami pun langsung menyambutnya.


Dengan kekuatan yang tersisa aku berusaha berdiri kemudian berlutut untuk menerima benda tersebut.

__ADS_1


Benda ini adalah keris dengan warangka atau sarung terbuat dari kayu yang hampir mengeras menjadi batu, dihiasi permata kecil dengan permata besar ada di tengah warangka.


Melihat bagian Deder atau bagian Gagang keris dengan bahan sama seperti warangka si hiasi dengan baja dilapis emang dengan ukiran penuh makna di bagian mendak.


Kemudian aku membuka warangka dengan sangat perlahan, sedikit demi sedikit aku dapat merasakan aura dari batu meteor.


Setelah semua warangka lepas aura sangat luar biasa sangat terasa melebihi aura sang meteor, pada bagian wilah dengan 13 Luk atau lengkungan, serta ukiran berlapis emas penuh makna, segala doa dukungan semua elemen di dunia ini, kekuatan pada mahluk hidup, seperti menyatu dalam senjata ini.


Keris seperti pedang pendek bermata dua, Mampu menusuk musuh dari jarak jauh, hanya mahluk berkekuatan spritual tinggi yang dapat menggunakannya.


Tidak peduli penggunanya memiliki fisik yang lemah. Ini senjata yang sempurna untukku di dunia nanti.


Biasanya keris akan lebih kuat apabila diberi kutukan, tetapi sang empu menyerahkan segala sesuatunya kepadaku, segala kutukan kekuatan hanya bisa dikendalikan olehku.


Aku menamai senjata itu dengan nama feris.


Dengan semua ini aku kembali duduk dan mengumumkan bahwa kita akan berpesta lagi untuk merayakan hari kemenangan kita dalam membuat senjata paling sakti dan perpisahanku di dunia ini.

__ADS_1


(Bersambung)


__ADS_2