Dunia Para Legenda

Dunia Para Legenda
Kematian Jiwa


__ADS_3

Aku hanya bisa melihat Grifon mengambil alih tubuhku, tanda-tanda kehidupan di dalam jasad Ku mulai stabil kembali, jantung yang sudah berhenti mulai berdetak kembali, muka yang pucat mulai berseri kembali.


Tetapi ada yang aneh, muka yang berkeriput perlahan menghilang, rambut yang sudah putih perlahan mulai hitam kembali. Badan yang kurus dan bungkuk, kini menjadi kekar dan tegap.


Apa yang di lakukan Grifon tehadap jasadku? mungkin ini kekuatan di saat dia berada di dunia yang lain. Dia bisa mengembalikan vitalitas yang seseorang, atau ini kekuatan dari tubuhku yang tidak aku sadari?


Warga desa yang menyaksikannya kaget dan bingung, "kenapa tubuh kakek kembali hidup dan menjadi muda?"


Grifon dari tubuh itu pun langsung tertawa bahagia, "hahaha, inilah kekuatan asli dari tubuh ini, selama seratus tahun aku mengabdi kepada kakek kalian, akhirnya aku dapat memiliki tubuh ini, tubuh yang kuat dan tidak bisa mati, hanya kakek tua itu tidak menyadarinya, di dunia yang kecil ini aku akan menguasai kalian sebagai tuhan, dengan kekuatanku dan tubuh ini tidak ada yang bisa mengalahkan ku di dunia ini!"


Yang benar saja, jadi itulah sebabnya aku tidak bisa mati, jadi aku bisa menyembuhkan diriku, memperbaiki sel-sel yang rusak di dalam diriku. selama ini dia selalu mengikuti perintahku, dan menyarankan hal yang bagus dan masuk hanya untuk mengelabuhi ku. Sungguh Sangat sabar sekali dirinya.


Aku akui dia adalah aktor yang sangat luar biasa. Sebenarnya berapa umurnya dia. Ratusan? Ribuan? Atau mungkin ratusan ribu tahun. Aku tidak percaya pengalamanku selama seratus tahun bisa mengecewakan begini.


Sekarang yang harus aku pikirkan bagaimana caranya agar dia tidak bertindak seenaknya kepada murid dan keturunanku? Sudah jelas pasti bukan hal yang baik, sekarang aku hanya jiwa berbentuk cahaya.


Seketika Grifon mengambil keris yang aku punya, apakah dia bisa menggunakannya? Keris itu mempunya perjanjian denganku, apakah perjanjiannya dengan tubuhku atau jiwa ku? Hmm, lagi-lagi aku tidak memperhatikan detail perjanjiannya, bisa bahaya kalau Grifon dapat mengendalikan keris itu.


Grifon pun mengangkat keris itu ke atas langit,"kalau kau masih bisa bertahan, aku ingin bertanya, bagaimana rasanya di hancurkan oleh tubuh dan senjata sendiri?"


Dari pelafalan mantra nya dia ingin memanggil petir, lalu dia mengarahkan keris itu kepada ku, apa  yang ingin dia lakukan? Tidak, dia ingin membinasakan ku, aku harus bisa menghindari.

__ADS_1


Rupanya aku belum binasa, Dengan reflek yang kuat, aku bisa bisa menghindari nya, tapi kenapa tidak ada suara ledakan? Aku melihat ketempat tadi aku berada, sepertinya tidak terjadi apa-apa, aku melihat ke arah Grifon, dia pun mengunakan mimik wajah yang aneh.


"Sialan! Kenapa benda ini terlihat sangat kuat tetapi tidak memberikan efek apa-apa? Apa yang salah dengan senjata ini?" Ujar Grifon marah.


Aku pun menghela nafas panjang, dan kini aku menyadari banyak hal


yang pertama, aku menyadari bahwa aku sudah tidak memerlukan nafas yang panjang lagi.


Yang kedua, bukan karena kecepatan reflek ku yang menolongku melainkan emang keris itu tidak berfungsi kepadanya.


Yang ketiga, aku diselamatkan oleh empu yang menempa keris itu, sepertinya aku harus berterima kasih kepada nya. Kalau bukan karena dia membuat perjanjian antara keris dan aku, mungkin aku sudah mati di dalam kematian ku.


Ini aku harus benar-benar menghindari nya, dengan cepat aku menghindar, kalau aku tidak melawan, aku benar-benar akan binasa, Aku pun langsung kepikiran untuk mengendalikan keris itu. Dengan cepat aku pergi ke tempat keris itu dibuang, dan tentu saja, Grifon dapat memprediksi arah kemana yang akan aku tuju.


Bagaimana ini? Sedikit pun tidak aja cela melewati nya, aku harus berpikir apa yang Grifon pikirkan, tapi tidak bisa, aku tidak pernah memikirkan Grifon di dalam hidupku, yang aku pikirkan bagaimana Grifon membantuku. Mungkin ini sisi egoisku.


Apakah aku harus pasrah lagi dan menunggu keajaiban? Tidak mungkin, aku sudah pasrah dan selamat, aku harus berpikir agar aku tidak binasa. ayolah apa yang bisa aku lakukan?


Seketika aku memikirkan keris itu dan tanpa sengaja aku memanggil nya, ternyata itu berkerja. TeTapi bagaimana aku menggunakannya, aku tidak punya tangan untuk menggenggam nya. Aduh, kenapa tadi memikirkan untuk mengambil keris ini padahal aku tidak mempunyai tangan?


Baiklah, sekarang aku harus berpikir lagi, tapi tidak ada waktu untuk berpikir. Aku langsung memasukkan jiwaku kedalam keris, aku merasa seperti ada dunia di dalam keris feris, banyak prinsip elemen yang ada di dalamnya, dan kini feris ada di dalam kendali ku.

__ADS_1


Aku memberikan kilat petir kearah Grifon, tapi dia dapat menghindarinya, kemudian aku menghempaskan angin kepadanya, dia pun terhempas jatuh ketanah, lalu aku mengurungnya kedalam tanah tapi dengan mudahnya dia menghancurkannya, aku pun membakar tubuhnya, eh, maksudnya tubuhku yang di kendalikan oleh dirinya dan dia pun langsung lari ke sungai,


Dia berteriak, "apa yang sebenernya kekuatan mu? Kenapa kamu bisa mengendalikan semua elemen?"


Yah, aku pun juga tidak tau, aku juga tidak menyangka feris dapat mengendalikan semua element.


Di samping itu aku melihat warga desa masih terdiam kebingungan melihat kejadian ini, aku penasaran apa yang mereka pikirkan? Aku melawan keris feris ku? Dan mereka juga menatap sang empu yang membuat keris feris dengan aura membunuh, sepertinya akan menjadi banyak kesalahpahaman disini.


Aku pun langsung membekukan Grifon agar dia tidak bisa bergerak dan membawanya ketempat yang ritual tadi aku laksanakan.


Sekarang aku harus mencari cara agar memberi tau warga desa apa yang sebenernya telah terjadi. Ya aku tidak tau ini akan berhasil atau tidak, aku memanggil Jaka dan menjelaskan nya, syukurlah Jaka merespon. Aku mencoba merasuki tubuh Jaka, dan berhasil. Aku menjelaskan semua yang terjadi hari ini. serta meminta maaf dan berterima kasih kepada seluruh warga, terutama Sang Empu yang menempa keris feris. Lalu aku kembali dalam tempat feris.


Sekarang apa yang harus aku lakukan kepada Grifon dan tubuhku. Aku mencoba merasuki tubuhku kembali, tapi Grifon langsung menyerangku. Aku menghempaskan roh Grifon keluar dari tubuhku di luar kami bertarung sangat hebat sebagai jiwa.


Hanya jiwa yang paling kuat yang akan menang. Saat ini jiwa Grifon sudah terluka sangat banyak, untuk menyembuhkan luka-luka serta mengembalikan tubuhku yang tua menjadi muda, dia banyak menguras tenaga jiwa, kemudian dia bertarung dengan ku di dalam tubuhku, itu juga banyak melukai jiwanya.


Pada saat ini aku adalah pemenangnya, jiwa Grifon juga sudah hancur, tapi jiwaku juga lemah dan hancur. Di saat terakhir ku di dunia ini. Aku melihat tubuh mudaku yang Gagah, beku di tengah balok es, itu suatu yang menakjubkan, Paling engga aku meninggalkan dunia ini dengan tenang tanpa penyesalan apapun.


Setelah hancurnya jiwaku, aku melihat cahaya terang, tapi aku seperti ada di ruangan, aku memecahkan ruangan tersebut dengan kepalaku, cahaya terang pun menyinari wajahku, aku melihat langit, laut dan bebatuan, dimana aku?


(Bersambung)

__ADS_1


__ADS_2