
Ketika aku ingin membinasakan jenglot itu, Fanya menghentikan ku.
"Kita harus mengurungnya, bukan membinasakannya!" Ujar Fanya.
Aku tidak mengerti apa yang Fanya katakan, Apabila kita mengurungnya, dia masih bisa menyebabkan bencana yang besar.
"Aku tau apa yang kamu khawatir kan, tapi kalau kita membinasakan nya, roh dia akan pergi dan dia mampu berenkarnasi lagi, apabila itu terjadi, kita akan kembali kesulitan untuk mencari nya" jelas fanya.
Begitu rupanya, ketika tubuh bangsa Elf kehilangan kehidupannya, mereka bisa berenkarnasi didalam tubuh yang baru, pantas saja ras Elf dapat memiliki umur yang sangat panjang.
Lalu apa yang harus kita terhadap elf pembawa petaka ini?
"Apabila bangsa Elf tidak bisa mencari solusi nya, aku akan menyerahkan kan kepada raja iblis Leviathan!" Kata ayahku.
Mendengar nama raja iblis Leviathan, wajah jenglot yang tadinya tersenyum langsung berubah panik, menyadari hal itu, aku langsung meraih nya sambil bertanya arah ke tempat kediaman raja iblis Leviathan.
"Tidak! Tidak! Tidak! Jangan! Aku mohon!" Ucap jenglot.
Ada apa ini sebenarnya? Jenglot yang tadinya Sangat arogan mendengar nama raja iblis Leviathan, menjadi pengecut seperti ini.
"Leviathan tinggal di dalam lahar gunung Kakatao itu adalah istananya... sudah di putuskan, apa lagi yang tunggu?" Ucap Fanya kepadaku.
Aku membuat penjara kecil sementara dan memasukan jenglot kedalamnya
Aku, ayahku, dan Fanya terbang menuju istana raja iblis Leviathan.
"Tunggu! Hei kau, kau anak anak dari naga itu kan? Sudah berapa usiamu saat ini? Level kultivasi apa yang kau miliki? Pusaka yang kau miliki itu pusaka jenis apa? Aku baru melihat pusaka seperti itu, apakah aku boleh melihat nya dari dekat? Oiya, siapa namamu?" Serentetan pertanyaan dari jenglot di ajukan olehku.
Mendengar ocehannya kepala ku menjadi sangat sakit, aku melemparkan feris kepadanya dan menyuruh nya untuk diam.
Jenglot pun begitu sangat antusias kepada feris, dia memperhatikan sangat detail, Dari warangka atau sarung sampai membukanya.
"Sungguh senjata yang luar biasa! Boleh kah aku mencobanya?" Tanya jenglot kepadaku.
Aku mengizinkannya dan aku juga ingin tau, apa yang akan dilakukan oleh jenglot terhadap feris.
Kemudian jenglot pun mulai memasukkan energinya kedalam feris, tapi tidak terjadi apa-apa.
Jenglot bertanya kepada ku "kenapa ini tidak bisa digunakan? Apakah aku salah menggunakan nya?"
Kemudian aku memanggil feris, feris pun langsung terbang ke arahku, dan aku merasakan energi jenglot di tahan oleh feris, aku pun langsung mengeluarkan energi gitu.
Ternyata jenglot memasukan energi kayu, ketika aku melepaskan energi itu, ada pohon besar yang tumbuh.
__ADS_1
"Wow, kenapa aku tidak bisa menggunakan nya?" Tanya jenglot.
Feris di buat khusus aku, segala sesuatunya tergantung perintah dariku.
Aku pun memerintahkan feris agar jenglot bisa menggunakan sebentar saja.
Jenglot pun langsung dapat menggunakan feris, dia sangat menikmati nya, dia juga menganalisis kekuatan feris,
Jenglot tak menyangka kalau feris menguasai enam element, dia langsung mencoba nya.
Tak ku sangka jenglot Sangat mahir menggunakan feris, karena aku takut terjadi hal yang tidak di inginkan, aku langsung menarik perintah nya lagi.
"Yah, baru saja aku menikmati nya" ucap jenglot.
"Baiklah aku sudah, aku akan menjadi murid dan sekaligus anak buah buah mu, jadi tolong jangan bawa aku ke raja iblis Leviathan" kata jenglot meyakinkan ku.
Aku pun menghiraukan nya, anggap saja aku tidak mendengar omongan nya, bagaimana bisa dia menjadi murid ku itu hanya merepotkan kan ku saja.
Lagipula perjanjian macam apa itu? Aku tidak mau tertipu oleh perjanjian lagi, mengingat aku pernah di perdaya oleh Grifon.
"Hei burung kecil, siapa namamu?" Tanya jenglot.
"Namaku Eka, bisakah kau diam? Haruskah kau mengoceh sepanjang perjalanan?" Kata ku. Aku sangat kesal mendengar ocehannya dia sepanjang waktu.
Tidak lama kemudian, aku seperti memiliki kekuatan energi yang masuk kedalam tubuhku.
Ayahku dan Fanya merasakan ada sesuatu yang aneh dalam tubuhku, mereka langsung datang menghampiri ku.
"Eka! Apa yang terjadi?" tanya ayahku.
Aku pun menjelaskan setelah jenglot menyatakan sumpah, tubuhku langsung menerima energi asing.
"Kenapa kamu tidak menolak nya?" Tanya Fanya kepadaku.
Memangnya aku bisa menolaknya? Aku pikir itu hanyalah ucapan orang yang putus asa.
"Dengan menerima energi jiwanya, itu berarti kau menyetujui sumpahnya" jelas Fanya.
Kemudian aku bertanya kepada fanya, "Apakah aku bisa membatalkan sumpah itu? Dan Bagaimana caranya?"
"Apakah dia menyatakan batas waktunya?" Tanya Fanya
"Dia tidak mengatakan apapun tentang batas waktu!" Jawabku
__ADS_1
"Ya kalau seperti itu, perjanjian itu bisa dibatalkan kalau salah satu dari kalian ada yang mati" jawab Fanya.
"Berapa banyak jiwa yang kau berikan kepadanya?" Tanya Fanya kepada jenglot.
Sambil tersenyum jenglot berkata "setengah"
" Ya sudah, apa balasannya?" Tanya Fanya kepada jenglot, sumpah di dunia ini sama seperti perjanjian.
Tidak mungkin jenglot ingin menjadi anak buah ku tanpa keuntungan di pihaknya.
"Aku hanya ingin menjadi muridnya Eka!" Jawab jenglot.
Apabila aku melanggar perjanjian nya, jiwanya dia dan setengah jiwa ku di ambil olehnya, karena yang dia berikan padaku adalah setengah dari jiwanya.
TeTapi apabila jenglot yang melanggarnya sumpahnya, semua energinya akan aku ambil dan dia pun akan mati.
Namun, apabila dia mati, dia dapat berenkarnasi dan pasti kembali membuat kekacauan.
"Baiklah,Sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain menerima sumpah mu." Kataku.
Setelah aku berucap itu, jenglot pun langsung berevolusi, kulitnya yang terbuat dari kayu, kini berubah menjadi daging dan darah.
Taring dan kukunya yang panjang kini memendek, dalam tubuh kecilnya jenglot berubah menjadi tampan layaknya manusia kecil.
Jenglot pun sangat senang dan berterima kasih kepada ku, walaupun aku tidak mengerti, sepertinya dia meraih banyak keuntungan dari ku.
"Apa sebenernya level kultivasi mu?" Tanya jenglot kepadaku.
Aku tidak mengerti apa yang dia tanyakan, kemudian ayahku menjelaskan, kalau di dunia ini ada enam tingkatan atau level kultivasi,
Yaitu Dasar, Spesial, Sakti, Monster, penguasa, dan dewa, masing-masing tingkatan ada empat kelas, yaitu kelas satu, dua, Tiga, dan guru atau master.
Dasar adalah tingkat pertama sejak kita di ciptakan di dunia ini. Seperti aku dasarnya adalah elang.
Spesial adalah tingkat dimana mahluk sudah bisa berpikir siapa jati dirinya, rata-rata keturunan dewa dan manusia sudah pasti ada di tingkatan ini.
Sakti adalah tingkat dimana mahluk bisa menguasai atau memanipulasi salah satu element di dunia ini.
Monster adalah tingkat dimana mahluk bisa berubah bentuk campuran, sepertinya aku berada di tingkatan ini, Karena aku sudah bisa berevolusi setengah elang setengah manusia.
Penguasa adalah tingkat dimana mahluk bisa berubah bentuk sesuai keadaan sekitar, ku pikir Dita ada di tingkatan ini karena dia bisa merubah ekornya menjadi kaki saat di dataran.
Yang terakhir adalah dewa, tingkatan ini lah syarat untuk bisa membuat mahluk pergi ke bulan atau satelit dengan leluasa, ya, disini mungkin level kultivasi ayahku.
__ADS_1