
Ketika aku di atas aku melepaskan ikan hijau itu dari cengkeraman ku, ketika aku mengepakan sayapku, aku tersapu oleh ombak yang tinggi dan cepat.
Aku kembali diselamatkan oh putih duyung bersisik hijau itu.
Sepertinya aku mengalami yang sama ketika aku masih berusia satu hari.
Aku pun kembali di bawa ke atau yang ada di bawah tebing itu.
"Ini seperti dejavu." Ujar ku kepada mermaid bersisik hijau itu.
"Ya benar, seperti nya kau memiliki ingatan yang kuat, aku pernah menyelamatkan mu ketika kamu masih bayi" ungkap mermaid itu kepada ku.
Walaupun pada saat itu aku masih bayi, aku dapat mengingat semua detail kejadian itu.
Aku pun mengucapkan terima kasih kepada mermaid itu, tapi jawaban dari mermaid itu membuat aku terkejut.
"Tidak, akulah yang harus berterimakasih kepadamu!" Jawab mermaid itu.
Dia langsung memperkenalkan dirinya nya, "Namaku adalah Dita, aku adalah putri dari ratu mermaid penguasa lautan ini, lalu siapa namamu?" Tanya sang mermaid itu.
Aku sudah berumur dua bulan, tetapi aku belum mempunyai nama.
Dita pun bertanya apakah ayahku tidak memberi nama kepadaku? Ya, aku pikir aku adalah seekor hewan, apakah nama itu penting buat seekor elang sepertiku?
Karena tidak ingin ambil pusing Dita tidak mempermasalahkan nya, dia hanya tinggal memanggil ku elang kecil.
Dita mengulurkan tangannya tangan ke dalam air, dan di tangannya ada ikan hijau yang aku selamat kan.
"Ini adalah keturunan ratu, kau menyelamat dia dari saudaramu, aku sangat berterima kasih, ratu memintaku untuk menjaga nya, kalau terjadi apa-apa pada ikan kecil ini, aku tidak tau nasib apa yang akan menimpaku" kata Dita menjelaskan.
Aku terkejut mendengar nya, ternyata apabila aku tidak menyelamatkan ikan kecil itu, Dita akan menghadapi masalah yang besar.
Dari angkasa ayah dan ibu ku datang menghampiri kami, mereka menanyakan apa yang sebenarnya yang terjadi kepadaku, kemudian aku menceritakan semua yang terjadi.
Mendengar semua itu, ayahku menjadi sangat marah kepada saudara pertamaku.
Setelah semua sudah jelas, dita berkata kepada ayahku, "Apabila semuanya sudah jelas, aku ingin melaporkan kejadian kepada yang mulia ratu, maaf apabila ini membuat Anda tidak nyaman,"
Setelah itu Dita bersama ikan kecil itu pamit, tetapi apa ini perasan ku aja, sebelum pergi Dita menatap ibuku dengan sinis, seperti ada dendam diantara mereka berdua.
__ADS_1
Ah mungkin hanya perasaan ku saja.
Kemudian, aku dibawa oleh ayahku kembali ke sarang, aku menaiki punggung ayahku, aku memperhatikan caranya mengibaskan sayapnya dengan perlahan serta lemah lembut.
Dengan adanya kesempatan ini, aku juga belajar mengibaskan sayap ku, menyamakan dengan kibasan sayap ayahku seperti menari bersama.
Sesampainya di sarang, Saudara pertamaku langsung menceritakan penerbangan pertamanya dengan bangga, tetapi ayahku membalasnya dengan pukulan.
"Kau sudah bisa terbang? Baguslah, mulai sekarang kamu bisa terbang sejauh mungkin, dan jangan pernah kembali" kata ayah kepada saudara pertamaku.
Saudara pertama ku tidak percaya apa yang dikatakan oleh ayah, dengan perasaan heran, sedih, dan marah, iya menanyakan kepada ayahku apa yang sebenarnya terjadi.
Ayahku menjelaskan bahwa ikan yang tadi dia tangkap adalah ikan keturunan dari penguasa lautan, kalau bukan karena diriku mungkin keluarga kita akan di lenyap kan semua.
"Mulai saat ini kau akan kuberi nama Grifon, pergi sekarang dan jangan pernah kembali ke tempat ini lagi kalau kau sayang dengan nyawa mu." Kata ayah kepada saudaraku.
Mendengar itu aku kaget dan teringat oleh Grifon yang aku kenal.
Kemudian dia mendekatiku dan berkata "kau sudah puas dengan semua ini kakek tua? Aku masih ingat janjimu menjadi bawahan ku apabila kita berada di dunia baru ini."
Aku terkejut sampai tidak bisa berkata apa-apa lagi, mengekpresikan bagaimana pun aku tidak tau, sikap apa yang harus aku ambil?
Pantas saja aku merasa familiar dengannya, pantas saja aku dan dia selalu berkelahi walaupun tidak ada alasan.
Setelah berkata itu dia pun langsng merentang kan sayapnya dan pergi menuju langit.
Kemana dia akan pergi? Akankah dia selamat di luar sana dengan tubuhnya yang masih terlalu rapuh itu?
Tapi, untuk apa aku menghawatirkan nya? Padahal dia sudah jahat padaku baik di dunia ini ataupun dunia yang sebelumnya.
Tapi dia pernah menjadi sahabat ku di dunia lain, dan saudara ku di dunia ini, wajar kalau aku menghawatirkan nya.
Semoga tidak terjadi apa-apa dengan nya.
Setelah Grifon pergi, ombak di lautan semakin kencang, langit yang cerah perlahan menjadi gelap dengan kilat dan suara petir yang bergemuruh menghiasi nya.
"Sudah tiba, persiapan diri kalian!" Seru ayahku.
Dari kedalaman laut berbentuk pusaran air, angin ****** beliung yang kencang membawa air laut naik sampai ke sarangku.
__ADS_1
Dari sana muncul seorang wanita duyung dengan wajah menyeramkan dan aura yang luar biasa.
Inilah ratu mermaid, sang penguasa lautan, dengan mahkota emas di kepalanya, sisik berwarna hijau tua, selendang kain menghiasinya, dan anti-anting menghiasi telinganya, serta trisula dengan aura kekuatan yang luar biasa di tangannya.
Ratu bersama para ratusan pengawalnya mengujungi kami, tetapi bukan dengan niat yang baik.
Di samping ratu ada Dita yang menemaninya, "siapa yang sudah membuat ikan kecil ku dalam bahaya?" Tanya sang ratu kepada Dita.
"Aku tidak melihat siapa yang mencelakakan nya, aku hanya melihat ikan kecil di selamat kan oleh burung kecil itu," kata Dita sambil menunjuk kearah ku.
Sang ratu menatapku, aku langsung bersembunyi di balik tubuh ayahku.
"Suamiku, bisa kau jelaskan siapa yang mencelakakan ikan kecil ini?"
Tanya sang ratu.
Suamiku? Siapa yang dipanggil suamiku oleh sang ratu? Aku tidak melihat laki-laki yang sederajat dengannya di sini.
"Yang mencelakakan ikan kecil itu adalah anakku, tapi dia sudah aku usir dari sini, dia sudah pergi tanpa memberi tau kemana dia akan pergi, jadi aku tidak tau dia sekarang ada dimana." Jawab ayah.
Bagaimana bisa ayahku menjawab nya? Apakah ayahku adalah suami nya? Berarti ayahku memiliki dua istri, dan aku memiliki dua ibu.
Sang ratu mendekati kamu secara perlahan, dia menatap kearah ibuku, tapi dihalangi oleh ayahku.
"Apa yang ingin kamu lakukan?" Tanya ayahku kepada sang ratu.
"Apakah dia adalah ibu dari anakmu yang kurang ajar itu?" Sang ratu kembali bertanya.
"Ya tapi dia juga ibu dari anak yang menyelamatkan ikan kecil itu?" Jawab ayahku.
"Ikan kecil itu juga sepertinya tidak mengalami kerugian yang berarti, bagaimana kalau kita melupakan masalah ini?" Tanya ayahku kepada sang ratu.
"Lupakan katamu?!!" Kata ratu berteriak sangat kencang sambil mengeluarkan aura amarah yang sangat luar biasa.
Karena bentakan itu ayahku langsung berubah wujud menjadi seekor naga.
Naga itu memiliki panjang sekitar 50meter, dengan empat kaki seperti elang, dan sisik berwarna emas.
Dia langsung melingkari aku, ibuku, saudari dan saudara ku. Untuk melindungi dari aura yang dilepaskan sang ratu.
__ADS_1
Ternyata ayahku adalah seekor Naga!