
Ternyata Fanya memberikan sedikit energi jiwanya kepadaku kultivasi ku sekarang ada di ranah Penguasa, aku bebas memilih wujud asliku, entah itu elang, sosok manusia setengah burung, ataupun manusia.
Yang membuat aku mual dan pusing itu adalah penguatan tubuh, karena aku ranah ku ingin berevolusi ke penguasa kelas satu, berarti tubuh dan pikiran ku harus ditempa.
Apabila aku gagal menahannya, mungkin aku akan sakit, cacat, bahkan meninggal.
Untung saja aku dapat menjalani penguatan itu dengan lancar.
Untuk keseharian aku memilih berwujud manusia, hal itu memudahkan ku untuk berkomunikasi.
Fanya memberikan sedikit energi jiwanya agar aku dapat memahami apa yang dia ingin kan.
Dan juga itu membuat kuat perjanjian ku dan Fanya.
" Walaupun aku sudah berusia dua tubuh tahun, aku tidak bisa merubah dunia yang rusak ini, kau adalah salah satu harapanku, aku ingin kau membantu mewujudkan nya, hanya inilah yang bisa aku lakukan untuk." Jelas fanya.
Tiga Minggu telah berlalu, berarti tinggal satu Minggu lagi untuk memulai perang, aku ingin lihat perkembangan dari kedua adik ku.
Aku pergi ketempat latihan mereka, aku melihat empat ekor rusa sedang terluka, kemudian, mereka memberikannya salah satu ramuan herbal berbentuk cair, Dwi menuangkan cairan tersebut, kemudian Tri mengeluarkan elemen petirnya.
Ajaibnya luka dari rusa itu langsung mengering dan terkelupas. Rusa pun menjadi sehat kembali.
Aku menanyakan ramuan itu kepada merit, itu adalah campuran tanaman herbal yang ditanam sendiri oleh merit.
Aku di ajak merit ke sesuatu tempat, kemudian aku melihat sebuah rumah kaca yang sangat luar, di sana ada banyak sekali tanaman yang teratur rapi.
"Aku sering pergi keluar pulau untuk mengumpulkan tanaman obat-obatan, dan aku membudidayakan di rumah kaca ini" jelas merit sambil memetik tanaman-tanaman tertentu.
Di dalam rumah kaca itu aku melihat ada dua danau besar, yang satu berwarna biru dan yang satu berwarna hijau.
__ADS_1
"Selain tanaman di darat, aku juga mencari tanaman di laut dan di danau, danau yang berwarna biru itu ada adalah danau air tawar, yang agak hijau itu adalah danau air laut, danau itu terlihat hijau karena ada hewan kecil seperti plankton, aku juga memelihara ikan dan hewan-hewan untuk mendukung pertumbuhan tanamannya" Merit menjelaskan sebelum aku tanya.
"Coba tolong aku mengambil tanaman yang ada di dalam air laut itu, tanaman itu berbentuk buka dan berwarna putih ungu" merit meminta tolong padaku.
Karena aku masih keturunan naga, Aku langsung berubah wujud menjadi seekor naga kecil dan menyelam nya kedalam danau air laut itu.
Setelah beberapa menit aku menemukan tanaman itu dan mengambilnya dengan tangan naga ku.
Kemudian aku kembali keatas "Apakah tanaman ini yang kau maksud?" Tanya aku kepada merit.
Ya, benar tanaman ini yang merit maksud, aku langsung naik dan merubah wujud ku menjadi manusia lagi.
"Aku ingin mempunyai tanaman kelas tinggi seperti yang ada di satelit para dewa, tetapi aku hanya di ranah Penguasa kelas master, aku hanya bisa mencari tanaman di sekitar bumi aja," jelas merit sambil memasukan sebagian bahannya kedalam Guci keramik yang di di bakar.
"Terkadang aku meminta tolong kepada elf di ranah dewa Untuk membawakan bahan-bahan yang bisa di temukan di satelit para dewa, walaupun mereka berhasil mendapatkan nya, tetapi aku tidak bisa membudidayakan di sini karena atmosfer di sana berbeda dengan atmosfer di bumi." Sambil menjelaskan, merit kembali memasukan bahan yang lain kedalam Guci.
Ternyata cairan yang di ambil adalah cairan yang menguap di atas tutup guci.
"Elemen yang memiliki energi kehidupan ada tiga, yaitu api, petir, dan kayu, maka dari itu rusa yang tadi bisa di sembuhkan dengan energi petir yang di miliki oleh tri, bukan berarti ilmu ini tidak berguna untuk Dwi, suatu saat nanti Dwi pasti akan mempunyai elemen lain selain angin" jelas merit sambil mengisi ramuannya kedalam botol keramik.
"Ini adalah ramuan untuk jenglot, setelah kamu memberikan energi jiwamu, kondisi nya dia semakin membaik, ramuan ini hanya pendukung, jangan lupa memberikan energi kehidupan pada saat kau menuangkan nya" kata Merit memberikan ramuan itu kepadaku.
Ketika Aku dan merit ingin pergi menuju tempat jenglot beristirahat, di jalan aku memperhatikan ramuan yang merit berikan kepada ku.
Aku pikir aku mempunyai ide agar ramuan ini lebih efektif, aku mengeluarkan feris dari pinggang ku, aku mengeluarkan ramuan itu dari botol keramik tersebut, dan mengeluarkan energi kayu, kemudian membungkusnya dengan batu kaca tanpa menyatukan ramuan tersebut dengan energi kehidupan kayu.
Batu kaca yang aku buat sangat lah kuat, tetapi ketika ada energi elemen apapun yang memecahkan nya, batu kaca itu akan pecah dan menghilang.
Kemudian secara otomatis ramuan dan energi kehidupannya akan menyatu.
__ADS_1
Dengan begitu semua orang dapat menggunakan nya tanpa memiliki elemen kehidupan, bahkan orang yang terluka pun dapat mengobatinya tanpa ada yang membantunya.
"Itu adalah ide yang bagus, beruntung sekali aku dapat berdiskusi dengan mu, mari segera kita coba ini kepada jenglot" kata merit begitu bersemangat.
Pada saat ini aku sudah berada di ruangan jenglot, dan ingin mencoba ide tersebut, aku menanyakan kepada Merit bagaimana kalau ini gagal? Tetapi merit hanya tersenyum dan menunjukkan ramuan cadangan.
Baiklah, aku menempelkan ramuan itu kepada jenglot dan memberikan sedikit energi elemen batu, dan ternyata hal itu berefek lebih efektif dibandingkan metode yang biasa merit berikan.
Jenglot pun bangun dari tidur yang berkepanjangan itu, aku sangat lega melihatnya
Karena dia baru siuman, aku tidak berani menanyakan hal apa yang membuatnya pingsan sangat lama, dan aku memutuskan untuk tidak menanyakan nya.
Aku menyuruh jenglot beristirahat dulu sampai kondisi nya memungkinkan.
Aku dan merit pun kembali ke tempat Dwi dan Tri berlatih, alangkah terkejutnya aku melihat mereka berdua telah berevolusi menjadi monster.
Tidak hanya itu saja yang membuat aku terkejut, tri yang tadinya seekor jantan berubah menjadi betina setelah berevolusi.
Ketika itu aku melihat kearah muka Merit, dan Merit pun ikut terkejut.
"Apakah kau juga terkejut karena melihat mereka sudah berevolusi dan melihat tri menjadi betina?" Tanya ku kepada Merit.
"Tentu saja tidak, aku sudah mengetahui bahwa sebentar lagi mereka berdua akan berevolusi menjadi monster, dan ada banyak ras kalian yang berubah kelamin nya pada saat berevolusi," jelas Merit.
"Lantas apa yang membuat kamu terkejut?" Tanya aku kepada merit.
"Pertanyaan ku adalah, Siapakah Sebenarnya orang Tua kalian?" Tanya merit kepadaku.
Aku tidak mengerti apa yang Merit tanyakan kepadaku?
__ADS_1