
"Apa yang kau lakukan kepada ku?" tanya Dita kepada fanya.
Dita memiliki keturunan elf, mungkin dari ibunya, leluhur nya dahulu menutup energi elf nya karena sebuah alasan.
"Tetapi saat energi elf mu di buka, kamu mempunyai kutukan yang sama dengan kami, yaitu berenkarnasi terus menerus sebagai seorang elf, apabila kamu tidak menginginkan nya, aku bisa menutup nya kembali" jelas Fanya
Dita menerima kutukan itu dan menganggap nya sebagai anugrah, Sekarang Dita dapat berjalan di daratan tanpa menghawatirkan air.
Setelah pembahasan itu aku dan Fanya mengantarkan ayahku dan Dita ke pantai, ayahku menitipkan aku dan saudara saudari kepada para elf, dan meminta ku untuk menjaga diriku dan saudara saudariku.
Ayahku dan Dita pun pergi ke tempat kediaman raja iblis Leviathan, dengan mengubah wujud nya menjadi seekor naga, ayahku menyelam dan menjauh dari pantai.
"Aku tidak tau apa yang aku lakukan kepada pulau elf, itu akan aku putuskan setelah tugasku memberikan informasi kepada raja iblis Leviathan selesai, mengingat Sekarang aku adalah salah satu dari kalian, aku akan mempertimbangkan untuk membantu para elf." Kata Dita kepada fanya.
"Perang ini bukanlah sesuatu yang harus kamu pikirkanlah, dengan memberikan informasi kepada raja iblis Leviathan kami para elf sudah sangat membantu, lakukanlah apa yang membuat mu nyaman." Jawab Fanya.
Setelah itu, Dita pun melompat kearah laut dan merubah dirinya menjadi mermaid kembali.
Mereka sudah pergi menjalankan misi, tiga komandan elf juga sedang bekerja mengatur rencana dan strategi yang akan digunakan saat perang, sekarang apa yang bisa aku lakukan?
Aku pergi untuk menengok jenglot, ada banyak hal yang ingin aku tanyakan kepadanya, tapi ternyata dia pun belum sadarkan diri,
Walaupun dia adalah orang yang memicu perang ini, tapi dia adalah murid ku, aku harus menjaga dan melindungi nya, tapi yang anehnya aku sangat khawatir dengan dia.
Apakah memberikan energi jiwanya padaku mempengaruhi kekhawatiran ku terhadapnya?
Aku mencoba memberikan sedikit energi jiwaku padanya, apakah ini berpengaruh atau tidak, tidak ada salahnya klo di coba.
Setelah memberikan energi jiwaku kepada jenglot, aku pun pergi untuk melihat adik-adik ku berlatih.
__ADS_1
Mereka memiliki guru bernama merit, dia adalah seorang elf bintang
Walaupun kultivasi nya hanya di ranah monster sama sepertiku, dia memiliki pengetahuan yang baik saat mencampurkan herbal dan energi sihir sebagai metode penyembuhan yang efektif.
Dia memberi tau kepadaku, bahwa Dwi dan Tri, udah ada di ranah sakti, Dwi memiliki elemen dasar angin, dan Tri memiliki elemen dasar Petir.
Setelah aku memanggil feris, aku bisa mengendalikan keenam elemen, yaitu, api, air, es, angin, petir,dan kayu, aku tidak tau elemen dasar ku.
Apabila aku ingin mengetahui elemen dasar ku, aku harus pergi ketempat dimana bangsa elf dapat mengetahui element nya.
Rata-rata para elf memiliki elemen dasar kayu, apabila ada elf yang tidak memiliki elemen dasar kayu, mereka di himbau untuk pergi keluar pulau untuk mendapatkan pembelajaran yang lebih layak, apabila mereka tidak mau keluar dari pulau, peninggi elf tidak akan memaksanya pergi.
Merit memintaku untuk mengikutinya, kemudian aku sampai di dalam sebuah pohon, di sana ada meja kaca berbentuk bulan sabit.
Kemudian merit memintaku untuk meletakan kedua tangan ku ke bagian yang runcing bulan itu, maka di sana aku bisa melihat elemen dasar ku.
Apabila memiliki element api, meja itu akan mengeluarkan api.
Apabila memiliki elemen Es, meja itu akan berubah menjadi es,
Apabila memiliki elemen angin, meja itu akan hilang dan ruangan ini akan menghembuskan angin.
Apabila memiliki elemen petir, meja itu juga akan menghilang dan ada kilatan petir yang nampak.
Apabila memiliki elemen kayu, meja ini akan menjadi seperti meja kayu.
Ketika aku meletakan kedua tangan ku, aku merasakan energi ku terhisap oleh benda ini, tetapi aku tidak melihat perubahan yang terjadi pada meja itu.
Aku melihat kearah merit, dan merit pun menatap ku dengan tatapan bingung, dia meminta ku untuk mengalirkan energi ku ke dalam meja itu.
__ADS_1
Aku langsung menutup mataku mengalir kan energi ku, aku mulai merasakan perubahan dari meja itu.
Kemudian aku membuka mata, tetapi tidak ada perubahan pada meja itu, aku semakin bingung, aku bisa mengendalikan ke enam elemen, tapi tidak satu pun yang menjadi elemen dasar ku
Lalu merit mendekati meja itu, dia menggunakan elemen kayunya untuk menciptakan gada yang sangat keras dan besar.
Kemudian dia memukul meja kaca itu dengan sangat keras, tetapi tidak terjadi apa-apa pada meja itu, jangan kan pecah, retak pun tidak.
"Sekarang aku baru paham, elemen utama mu adalah batu, pantas saja meja itu tidak mengalami perubahan" jelas merit.
Elemen batu adalah elemen yang spesial, hanya sedikit orang yang memiliki nya, dulu ada seseorang dari ras Elf yang memiliki nya, karena itulah merit dapat memahami elemen itu.
Tetapi merit memintaku untuk merahasiakan elemen dasar ku sebelum aku mencapai ranah dewa, karena pasti banyak yang mengincar ku bahkan raja iblis atau dewa pun tidak akan segan untuk membunuhku.
Kemudian aku dan Merit pergi ke kediaman fanya, untuk memberi tau kan hal ini.
Fanya berkata kepadaku "jujur saja, untuk saat ini aku tidak bisa membunuhmu, tapi aku bisa mengalahkan kan mu, kamu harusnya tau yang terjadi apabila batu di serang secara terus-menerus", ya itu akan menghancurkannya batu sedikit demi sedikit.
"Aku mohon padamu, berjanjilah padaku ketika kamu mampu, bawalah dunia ini yang kacau ini menjadi dunia yang damai, dunia yang tidak membeda-bedakan ras, dunia tanpa perang" itulah permintaan Fanya terhadap ku.
Dan aku menyetujui permintaan Fanya kepadaku, pada saat itu, aku merasakan hal yang luar biasa menyerang tubuhku, jantung ku memompa darahku dengan cepat, suhu badan ku sangat tinggi, aku merasa mual dan muntah, kepala ku sangat pusing, dan badan ku sangat lemas.
Kaki-kaki ku tidak bisa berdiri dengan benar, aku pun berlutut dengan pala menghadap kebawah.
Setelah itu aku seperti melihat cahaya yang sangat terang menyilaukan pandanganku.
Setelah aku dapat melihat dengan jelas, aku merasakan energi yang luar biasa ada di dalam tubuhku, aku melihat kedua tangan ku.
Kedua tanganku berubah menjadi tangan manusia, kaki dan badanku juga berubah menjadi manusia, kemudian aku melihat kearah Fanya.
__ADS_1
Fanya menunjuk kearah cermin, aku melihat kearah cermin, wujud ku berubah menjadi seperti manusia usia empat belas sampai lima belas tahun.
Apa yang sebenarnya terjadi kepadaku? Apa yang dilakukannya Fanya kepadaku?