Enyong Dari Desa Garong

Enyong Dari Desa Garong
Bab 8.


__ADS_3

"Nyong, bangun Nyong!" Kamu jangan mati dulu Nyong, Bapake nanti sama siapa kalau kamu mati, hua ... Enyong!" teriak Pak Rohman sambil menangis. Beliau tampak ketakutan melihat keadaan Enyong yang belum sadarkan diri.


"Aduh Man, jangan lebay napa Man, Marissa cuma pingsan, nanti juga sadar." Seorang laki-laki paruh baya berusaha menenangkan Pak Rohman yang malah mengencangkan tangisannya.


"Oalah Jef ... kamu nggak tahu bagaimana perasaan aku, aku nggak mau kehilangan untuk yang kedua kalinya Jef!" balas Pak Rohman masih belum mau menghentikan tangisannya. Kedua matanya terus menatap anak gadisnya yang saat ini sedang berbaring tidak sadarkan diri di atas kasur, wajahnya terlihat begitu pucat.


"Kata siapa aku nggak ngerti perasaan kamu Man, aku sangat mengerti karena aku pernah kehilangan. Kamu lupa dengan peristiwa dua puluh tahun yang lalu, yang sudah membuatku kehilangan kedua anak kembar yang baru lahir dan juga wanita yang sangat aku cintai." kata laki-laki paruh baya yang sedang bersama Pak Rohman.


" Hah ... bagaimana mungkin aku bisa lupa peristiwa itu, bedebah itu sudah membuat adik kesayanganku mati bersama dua ponakan kembarku yang belum sempat melihat dan merasakan indahnya berada di dunia." balas Pak Rohman sambil mengusap air matanya dengan kasar menggunakan telapak tangannya sendiri. Wajahnya sudah berubah penuh amarah.


***

__ADS_1


Dua puluh tahun yang lalu.


Terlihat seorang pemuda sedang berbicara dengan seseorang melalui panggilan telpon. "Halo Man, lo lagi sibuk tidak?" kata seseorang di seberang telpon.


"Sedikit, memangnya ada apa Jef? Bagaimana keadaan anak sama bini lo?"


"Bini gue katanya perutnya mules, sepertinya dia mau lahiran Man, lo buruan kesini tolongin gue!" Suaranya terdengar begitu panik di seberang telpon.


"Iya-iya, gue segera ke sana!" seorang pemuda dengan wajah brewokan dan rambut acak-acakan segera berlari mengambil jaketnya di dalam kamar setelah panggilan telpon dari sahabatnya itu di matikan. Dua tahun yang lalu sahabat baik dari pemuda brewokan yang ternyata bernama Rohman, resmi menjadi adik iparnya. Kenapa ia resmi menjadi adik ipar Rohman? Karena ia sudah menikahi gadis cantik yang memiliki bentuk tubuh aduhai seperti gitar spanyol, adik satu-satunya Rohman yang sudah minta kawin padahal saat itu baru berusia 16 tahun. Jefri sendiri saat itu sudah berusia 25 tahun, seumuran dengan Rohman.


Jefri mengajak istrinya kembali ke kampung halaman sang istri karena kedua orang tua kandung dari istrinya itu terus menelponnya untuk segera pulang ke kampung halaman saat usia kandungan istrinya, atau adik dari sahabatnya itu sudah memasuki bulan ke delapan. Sang mertua ingin anak perempuannya lahiran di kampung agar mereka bisa membantu cucu pertama mereka yang menurut hasil pemeriksaan ternyata ada dua janin dalam kandungan istri Jefri atau adik kandung Rohman yang memiliki nama Yana Putri Atmojo. Namun, baru beberapa minggu mereka berada di kampung halaman, terjadi keributan antara warga desa dengan perusahaan batu bara karena kasus sengketa tanah.

__ADS_1


Dahulu kala pekerjaan penduduk di Desa Papakan adalah sebagai seorang petani, hingga pada akhirnya mereka terpaksa mencari pekerjaan lain karena sawah-sawah mereka di ambil dengan paksa oleh seorang pengusaha, pemilik asli lahan yang luasnya bisa untuk seratus lebih hektar sawah. Sempat terjadi pemberontakan dari para warga setempat. Banyak sekali penduduk desa yang akhirnya pindah dari desa itu karena sudah tidak miliki tempat usaha dan juga Desa itu sering terjadi keributan. Atas kasus sengketa tanah itu, mengakibatkan lebih dari dua puluh warga desa menjadi korban, mereka meninggal dunia saat berusaha mempertahankan tanah mereka dari pengusaha yang dengan kejam mengambil lahan sumber penghasilan mereka selama ini. Namun, apalah daya mereka yang tidak memiliki kekuatan hukum. Mereka pun kalah, akhirnya lahan sumber penghasilan mereka selama ini terpaksa harus mereka ikhlaskan. Lahan itu pun akhirnya di kuasai oleh seorang pengusaha batu bara ternama di negerinya. Pengusaha itu mengerahkan seluruh tenaga kerjanya untuk menggali tanah yang konon katanya di dalamnya memiliki kekayaan alam luar biasa, mereka mulai menggali tanah untuk mendapatkan apa yang mereka cari.


Warga desa yang masih bertahan di desa itu terpaksa mencuri, menjarah, bahkan ada yang sampai nekat merampok demi untuk menyambung hidup mereka. sejak saat itulah warga desa yang lain menyebut desa itu dengan sebutan Desa Garong karena di dalamnya hanya ada para pencuri, perampok, bahkan ada yang sampai nekat membunuh jika korbannya melawan.


Ya, begitulah kira-kira sejarah desa yang akhirnya terkenal dengan sebutan Desa Garong.


***


Rohman yang saat itu baru menikah dua minggu yang lalu, langsung bergegas pergi ke rumah kedua orang tuanya saat iparnya itu menelpon, memintanya untuk segera ke sana. Jefri dan istrinya sementara tinggal di rumah kedua orang tua Rohman sampai istrinya yang saat ini tengah hamil tua melahirkan anak pertama mereka. Betapa terkejutnya Rohman saat melihat adik kesayangannya terlihat sedang menahan sakit di atas kasur. Cepat-cepat mereka membawa Yana ke rumah sakit untuk segera mendapatkan pertolongan. "Haduh ... mana Emak sama bapak lagi di rumah Bude Sari lagi, di Desa Klutukan." ucap Rohman lirih setelah adik kesayangannya itu sudah berada di ruang persalinan. Yana langsung di bawa ke ruang persalinan begitu mereka sampai di rumah sakit. Setelah beberapa menit, Yana di pindahkan ke ruang operasi karena mereka harus segera mengangkat kedua anak kembar Yana di karenakan keadaan Yana dan kedua anak kembarnya sangat kritis. Mereka harus segera di keluarkan dengan segera untuk menyelamatkan nyawa kedua bayi kembar yang masih berada di dalam perut Yana.


"Kok bisa seperti ini Jef? Kamu apakan adik gue!" teriak Rohman penuh emosi menarik kerah kemeja adik iparnya itu.

__ADS_1


"Tadi ada beberapa laki-laki datang ke rumah Man, mereka memaksa kami untuk menyerahkan surat-surat tanah, mereka memaksa masuk ingin mengambil surat-surat tanah itu, tetapi di cegah oleh Yana, mereka mendorong Yana dengan kasar Man, hiks." jelas Jefri sambil terisak. Sesungguhnya Jefri tidak sanggup melihat keadaan istrinya yang sangat dicintainya itu, tetapi ia harus tetap di samping sang istri untuk memberikan kekuatan untuknya.


"Siapa mereka?" tanya Rohman penuh emosi.


__ADS_2