
Aku mendapat pesan dari kepala desa bahwa hanya kami berempat yang boleh menjalankan misi ini, karena hanya kami yang dianggap mampu menyelesaikannya. Helen mengerti dan tidak memaksa untuk ikut dengan kami. Misi yang diberikan pada kami ini bisa menjadi misi yang sangat berbahaya, dikarenakan kami harus datang ke tempat itu. Salah satu kerajaan terbesar di benua ini, yaitu "Kerajaan Amfordia". Guna mendapatkan informasi dari salah satu petualang yang dipercaya oleh kepala desa Elf tersebut.
Perjalanan yang kami tempuh mungkin akan memakan waktu yang lama. Aku sedikit khawatir dengan Helen, tapi kepala desa meyakinkanku bahwa Helen akan baik-baik saja selama berada di desa ini. Aku sedikit lega setelah mendengar itu, setidaknya pikiranku tidak terganggu saat sedang menjalankan misi.
"Jangan sampai membebani kami, kau mengerti?!" Gorris kelihatannya masih tidak menerimaku.
"Iya-iya!" Jawabku.
Posisi kami saat ini belum terlalu jauh dari desa Elf. Kami memilih melewati hutan-hutan ketimbang jalan utama, karena banyak para pedagang manusia yang menggunakan jalan itu. Aku hanya mengikuti arahan mereka dan mematuhinya, Jorgun sebagai pemimpin kelompok akan melakukan yang terbaik di misi ini.
Kami menemukan sebuah desa tanpa penduduk, sepertinya tempat itu sudah lumayan lama tidak ditinggali. Mencoba memeriksa desa itu, jika ada hal-hal yang berguna tentu saja tidak boleh dilewatkan. Aku menemukan sebuah buku yang kukira terdapat informasi di dalamnya. Saat aku membuka buku itu, hanya beberapa halaman yang tersisa. Secara garis besar buku ini menceritakan tentang asal-usul dan sejarah desa ini, tidak terlalu penting. Tapi yang menarik perhatianku adalah beberapa kertas yang diselipkan dalam buku ini, seperti ingin memberikan sebuah pesan. Saat aku mencoba untuk membaca kertas-kertas tersebut, benar saja, ada pesan di dalamnya. Jika bisa aku simpulkan maka seperti inilah isinya...
Sungguh menyedihkan, mengesalkan dan mengenaskan nasib desa ini. Jika saja hari itu aku tidak mempercayai perkataannya, aku masih bisa menikmati kehidupanku. Tidak ada yang bisa kau percaya, mereka pasti akan mengkhianati dirimu suatu hari nanti! Untuk terakhir kalinya, aku sungguh menyesalinya.
Aku berpikir bahwa desa ini hancur karena sebuah pengkhianatan. Setidaknya hal itulah yang bisa ku tangkap dari pesan ini. Aku ingin menginvestasi tempat ini, jadi aku meminta izin kepada Jorgun. Tidak banyak hal penting yang kutemukan setelah itu, tapi aku mendapat pedang tua yang sudah berkarat, terdapat lambang aneh di gagangnya. Aku mengambilnya untuk mencari tahu tentang lambang tersebut.
Setelah aku selesai, kami melanjutkan perjalanan kami lagi. Aku masih penasaran tentang pedang yang barusan kuambil, aku bertanya kepada Jorgun, tapi dia tidak memiliki jawaban tentang pedang itu.
"Ini sudah malam. Ayo kita hentikan dulu hari ini, besok kita lanjutkan lagi. Jangan melakukan hal yang dapat menyusahkan kelompok, mengerti?!" Titah Jorgun.
Kami menjawab dengan serentak "Mengerti!".
......................
Hari ini kami melanjutkan misi untuk mencari pohon itu. Tidak ada hal yang terlalu penting terjadi pada hari ini. Saat sedang beristirahat, aku berbicara dengan Caris tentang bagaimana dia bisa menjadi akrab dengan Helen. Dia menceritakan apa saja yang terjadi pada hari itu, Caris mengatakan bahwa Helen adalah gadis yang sangat polos dan cantik, dia juga telah mendengar Helen bernyanyi. Caris mengatakan bahwa ia sudah berumur 61 tahun, aku mau terkejut tapi mengingat bahwa dirinya adalah seorang Elf. Elf yang berumur 61 tahun itu masih dianggap seorang remaja, berbeda dengan manusia, umur 61 tahun sudah punya cucu.
Setelah itu kami melanjutkan perjalan kami hingga malam tiba. Saat mau tertidur, aku mendengar suara. Rupanya Gorris sedang berlatih sendirian di tengah malam ini. Aku mencoba untuk mengajaknya berbicara, Tapi sepertinya dia hanya akan cuek kepadaku.
Perjalanan berlanjut lagi setelah malam itu. Kali ini kami menemukan kota kecil, kami mencoba masuk ke dalam kota tersebut. Caris, Gorris dan Jorgun menyembunyikan identitas mereka yang merupakan seorang Elf dengan memakai jubah.
Kami membeli persediaan untuk perjalanan selanjutnya, termasuk senjata yang lebih bagus. Karena mulai dari sini, jalan yang kami lewati akan lebih berbahaya karena banyak sekali monster yang ada. Walaupun sebagian besar dari mereka adalah monster kelas harimau, tetap tidak menutup kemungkinan kami akan bertemu monster dengan kelas beruang.
Monster-monster di dunia ini dibagi menjadi beberapa kelas, kebanyakan dari mereka adalah kelas harimau. Salah satu monster kelas harimau adalah Goblin, mereka memiliki kecerdasan di atas rata-rata monster pada umumnya, bertemu beberapa dari mereka bukanlah sebuah masalah yang besar.
Kami melanjutkan perjalanan kami.
__ADS_1
"Berhenti!" Jorgun menghentikan pergerakan kelompok.
Aku melihat ada rombongan Goblin yang sedang bersantai di depan sebuah gua. Mereka lumayan banyak, kira-kira ada sekitar 30 Goblin di tempat itu. Langkah terbaik adalah menghindari mereka karena melawan Goblin sebanyak itu akan menghabiskan banyak energi kami. Diam-diam kami mencoba untuk mengambil jalan lain agar tidak berurusan dengan mereka.
Mungkin telat untuk menyadari apa yang terjadi, tapi Gorris tidak bersama kami saat ini. Dia mencoba untuk melawan para Goblin itu sendirian.
"Menyingkirlah dari jalanku, monster bodoh!" Ucap Gorris.
Emosi para Goblin terpancing karena kata-kata yang diucapkan oleh Gorris.
"Sialan! Selalu saja membuat masalah" Jorgun mengajak kami untuk membantu Gorris yang sedang diserang oleh Goblin.
Kami membantunya bertarung melawan para Goblin. Jumlah mereka benar-benar banyak, aku tidak yakin ini akan berlangsung dengan baik.
Goblin sebanyak ini seharusnya memiliki pemimpin yang membimbing mereka, kan? Jika benar, ini adalah masalah besar.
Saat sedang bertarung dengan para Goblin. Aku melihat salah satu Goblin yang berbeda dengan Goblin lainnya, aku rasa Goblin itu adalah pemimpin mereka. Saat aku mencoba untuk menyerangnya, para Goblin langsung mencoba melindunginya. Sudah kuduga, itu adalah Goblin yang bisa memakai sihir. Ini benar-benar sebuah masalah.
"Hati-hati! Goblin itu bisa menggunakan sihir, dia adalah pemimpin dari para Goblin ini." Aku memberi tahu hal itu kepada mereka.
Aku harus menemukan celah untuk menerobos langsung ke Goblin tersebut! Tapi bagaimana caranya?... Ah, itu dia!
Aku akan mencoba untuk menggunakan ramuan yang meningkatkan kemampuan fisik. Aku membelinya di kota yang baru saja kami tinggalkan sebelumnya. Aku meminum ramuan itu, tubuhku terasa lebih ringan dan kuat secara bersamaan. Aku meminta mereka untuk mengalihkan perhatian para Goblin itu sebisa mungkin dari pemimpinnya.
Saat mereka sedang melakukan itu, aku mencari celah untuk melancarkan serangan kepada Goblin abnormal itu.
Itu dia kesempatan yang aku tunggu-tunggu!
Aku menerobos langsung ke arah Goblin tersebut dan langsung memenggal kepalanya dengan pedangku. Efek dari ramuan ini benar-benar berguna dalam pertarungan jarak dekat, aku harus menyimpan ramuan ini lebih banyak.
Tidak ada yang terluka di antara kami, pertarungan ini berjalan cukup lancar. Jorgun memujiku, dia mengatakan aku berbakat dalam bertarung. Ini baru pertama kalinya ada seseorang yang mengatakan hal itu kepadaku, tentu saja aku merasa senang akan hal itu. Kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kami setelah itu.
1 Minggu telah berlalu sejak hari itu, kami telah melewati berbagai rintangan di tengah-tengah perjalanan kami. Kami lebih sering menemui monster. Kami mencoba untuk menghindari pertarungan, tapi Gorris selalu saja menjadi orang pertama yang memulai keributan. Dia membuat perjalanan ini menjadi terasa lebih berat, Jorgun selalu menasehatinya, tapi Gorris tidak pernah kapok melakukan hal tersebut. Caris mulai kelelahan dan kehabisan tenaga, dia mungkin butuh tempat istirahat yang nyaman saat ini. Persediaan makanan kami mulai menipis, mungkin lusa kami tidak akan bisa makan lagi. Aku harap, kami bisa segera sampai di tujuan dan menyelesaikan tugas ini dengan cepat.
Kira-kira apa yang sedang Helen lakukan saat ini ya? Aku rindu dengan kelakuannya yang aneh itu.
__ADS_1
Aku tertidur karena otakku tidak bisa menahan rasa lelah yang terjadi pada tubuhku.
......................
Akhirnya, kerajaan yang menjadi tujuan kami telah ditemukan, Kerajaan Amfordia.
Tempat ini benar-benar besar, aku tidak pernah melihat tempat sebesar ini sejak kecil. Apakah banyak hal menarik yang ada di tempat ini? Tidak-tidak! Fokuslah pada misi yang kau terima, Luke.
Mereka memakai jubah lagi saat akan masuk ke dalam. Konon katanya, di tempat ini banyak terjadi diskriminasi terhadap makhluk hidup selain manusia, tidak terkecuali ras Elf.
Kami mencari tempat untuk menginap terlebih dahulu. Setelah perjalanan panjang seperti itu, kami sangatlah membutuhkan tempat untuk mengisi tenaga dengan nyaman. Aku bertanya kepada orang-orang disekitar tentang informasi tempat penginapan di kerajaan ini.
Penginapan cukup banyak di kerajaan ini, karena banyak para pedagang dan petualang yang datang ke tempat ini untuk bersantai-santai. Kami mengambil penginapan yang sedikit berada di pinggiran kerajaan, guna menghindarkan Caris, Gorris dan Jorgun dari kecurigaan masyarakat sekitar. Aku banyak berkontribusi untuk kali ini, karena hanya aku yang merupakan manusia di antara kelompok ini.
Aku mencoba untuk mengelilingi kerajaan ini sendirian saja, mencari barang-barang yang akan berguna untuk perjalananku selanjutnya. Karena ini adalah kerajaan yang sangat besar, pasti memiliki barang-barang dengan kualitas yang lebih baik. Yang paling utama saat ini adalah membeli persediaan makanan dan mencari petualang tersebut.
Tapi, aku akan lebih mengutamakan persediaan makanan. Karena jika kami tidak berada dalam kondisi yang prima, misi akan berjalan dengan buruk.
Setelah membeli persediaan makanan, aku pulang ke penginapan untuk bertemu dengan mereka. Jorgun memberi perintah untuk beristirahat sementara di tempat ini, besok kami baru akan melanjutkan misi ini. Dia menyuruh kami untuk mengisi energi dan beristirahat dengan baik, terutama Gorris yang suka bertindak seenaknya.
Kami memesan tiga kamar. Jorgun dan Caris akan tidur sendiri di kamar tersebut, aku dan Gorris tidur dalam satu kamar.
"Kenapa harus sekamar dengan dia sih?!" Gorris protes kepada Jorgun yang memutuskan hal tersebut.
Jorgun sepertinya berniat untuk membuat aku dan Gorris menjadi lebih akrab. Gorris benar-benar tidak menyukai keputusan Jorgun, tapi Jorgun memohon kepadanya untuk menurut kali ini saja.
"Iya-iya! Aku akan menerimanya kali ini, hanya kali ini saja, oke?!!" Gorris setuju walaupun sedikit merasa jengkel.
Saat akan tidur, aku melihat Gorris merapikan kamar dengan sempurna. Aku tidak menyangka dia adalah seseorang yang sangat perfeksionis. Aku memujinya, tapi dia tidak merasa senang akan hal itu, malah mengira aku sedang mengejeknya.
Sebenarnya apa yang dia pikirin sih?!
Lelah untuk berpikir, aku memilih untuk tidur lebih cepat. Sesuai perintah dari Jorgun, kami harus beristirahat dengan cukup malam ini. Karena besok misi ini akan dilanjutkan lagi. Aku harap semuanya akan berjalan dengan lancar.
...----------------...
__ADS_1